Senin, 11 November 2019

Usia Bukan Penghalang Untuk Meraih Gelar Sarjana

Dokumentasi UT Pokjar Johor

Semenjak KJRI Johor Bahru dan UPBJJ-UT Batam menjalin kerjasama pada tahun 2009 untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi PMI/WNI di Johor Bahru dan sekitarnya seakan membawa angin segar bagi mereka yang dulu punya hasrat dan keinginan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi namun terkendala masalah ekonomi.

Salah satunya sebut saja Pak Marsam, lelaki kelahiran 1972 ini menjadi satu-satunya mahasiswa paling senior dalam segi usia di angkatan 2019.2. Di usia 47 tahun beliau terdaftar sebagai mahasiswa UT Pokjar Johor bersama 48 (empat puluh delapan) mahasiswa lainnya,  dan Ilmu Komunikasi menjadi jurusan pilihan beliau.

Sebelum terdaftar sebagai mahasiswa UT, Pak Marsam datang langsung ke KJRI Johor Bahru untuk mencari informasi tentang UT Pokjar Johor. Lelaki asal Madiun, Jawa Timur ini mempunyai motivasi tersendiri untuk memutuskan kuliah di usia yang tidak muda lagi, lingkungan yang berlatar pendidikan dan punya  target untuk menjadi tenaga pengajar di sebuah Yayasan Pesantren di Jawa Timur salah satu motivasi beliau.

Setelah resmi terdaftar menjadi mahasiswa UT, Pak Marsam merasakan banyak hal positif, bertambah pengetahuan dan wawasan yang ia dapat. Ia merasa ternyata yang ia lakukan selama ini masih jauh dari kekerdilan ilmu. "Artinya ilmu yang kita miliki masih minim, dan kedepan pola pikir perlu diperluas melalui pendidikan untuk menata masa depan yang lebih baik" ujar pria kelahiran Jambi ini.

Namun tak sedikit kendala yang ia hadapi, lelaki yang berprofesi sebagai pekerja kontruksi di Pontian, Johor ini. Untuk sampai ke KJRI Johor Bahru mengikuti kelas Tutorial Tata Muka (TTM), ia harus menempuh perjalanan selama 2 sampai 3 jam dengan mengendarai sepeda motor, belum lagi beberapa masalah kesehatan yang di alami. Tapi kendala itu tidak membuat beliau putus asa, malah beliau lebih semangat dan ingin membuktikan bahwa orangtua juga punya semangat yang tinggi untuk meraih gelar sarjana dibalik kesibukan dan kendala yang ada.

Di akhir perbincangan, Pak Marsam berpesan untuk anak-anak muda. Bahwa anak muda harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mencari dan menambah ilmu. "Untuk anak muda, mumpung masih ada kesempatan untuk mencari dan menambah ilmu, maka manfaatkanlah waktu yang ada sebaik-baiknya, karena batas untuk menuntut ilmu adalah sampai liang lahat. Dan jangan pernah lupa dengan apa yang menjadi tujuan kita kesini". ucap Pak Marsam sambil menutup perbincangan di pagi hari itu.


1 comments:

adpupokjarjohor mengatakan...

Luar biasa Pak.
Semangatnya jadi teladan dan motivasi.