Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sabtu, 23 November 2019

8 Fakta Menarik UT Pokjar Johor


Dokumentasi UT Pokjar Johor
Universitas Terbuka Kelompok Belajar Johor atau yang biasa disebut UT Pokjar Johor merupakan salah satu dari 3 Pokjar dibawah UPBJJ-UT Batam yang ada di Malaysia. Berbicara tentang UT Pokjar Johor, ada beberapa hal menarik untuk kita ketahui. Apa saja?

1. Pokjar Pertama Di Malaysia
UT Pokjar Johor merupakan Pokjar pertama yang dibuka di Malaysia dan diresmikan pada 11 April 2010 berdasarkan MoU antara KJRI Johor Bahru dan UPBJJ-UT Batam. Namun sebelumnya UT Pokjar Johor sudah mulai dibuka pada tahun 2009 dengan jumlah mahasiswa angkatan pertama sebanyak 10 orang.

2. Ekskul Paskibra
Sejak tahun 2014,  UT Pokjar Johor dipercaya dan diberikan amanat oleh KJRI Johor Bahru untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada upacara HUT RI dan menjadi ekskul UT Pokjar Johor mulai dari tahun 2014 hingga tahun ini (2019). Ekskul Paskibra UT Pokjar Johor ini (mungkin) satu-satunya ekskul yang tidak dimiliki oleh Pokjar lainnya, dalam ekskul ini selain berstatus sebagai mahasiswa dan pekerja juga menjalankan tugas negara.

3. Mahasiswa Mandiri
Sekitar sebulan setelah diresmikan, dibawah naungan KJRI Johor Bahru, UT Pokjar Johor membentuk organisasi kemahasiswaan yang bertugas untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mahasiswa yang ada di UT Pokjar Johor. Organisasi mahasiswa tersebut disepakati dengan nama Dewan Presidium Mahasiswa (DPM) UT Pokjar Johor. Berdasarkan AD/ART, DPM UT Pokjar Johor diresmikan pada 10 Mei 2010 di Konsulat Jenderal RI Johor Bahru. Seluruh kegiatan akademik dan non akademik sepenuhnya di koordinir oleh DPM UT Pokjar Johor yang beranggota dari mahasiswa UT Pokjar Johor itu sendiri. Mahasiswa yang tergabung di kepengurusan DMP UT Pokjar Johor ini lah yang mengkoordinir seluruh kegiatan akademik dan non akademik tanpa terkecuali. Tidak hanya itu, hampir 50% mahasiswa semester dua keatas sudah bisa melakukan registrasi matakuliah secara online tanpa harus datang ke KJRI Johor Bahru untuk meregistrasikan matakuliah yang akan ditempuh pada semester berikutnya.

4. Seragam Resmi
Selain dari almamater sebagai identitas mahasiswa, UT Pokjar Johor juga memiliki seragam resmi. Seragam yang berwarna hitam-merah ini wajib digunakan ketika mahasiswa mengikuti kegiatan-kegiatan di KJRI Johor Bahru yang diselenggarakan oleh DPM UT Pokjar Johor baik itu kegiatan akademik maupun non akademik. Seragam DPM ini dibuat dengan tujuan sebagai identitas mahasiswa UT Pokjar Johor ketika memasuki kawasan KJRI Johor Bahru supaya lebih gampang dikenali mana masyarakat umum dan mana mahasiswa UT Pokjar Johor. Selain itu juga bertujuan untuk menghindari para mahasiswi agar tidak menggunakan pakaian sexy ketika memasuki kawasan pemerintahan RI dan lebih menjaga adab dalam berpakaian.

5. Berhasil Melaksanakan TTM
Tutorial Tatap Muka (TTM) adalah salah satu sistem belajar di UT yang mempertemukan langsung antara tutor dan mahasiswa di dalam kelas, sistem belajar ini memiliki kontribusi cukup besar terhadap nilai UAS. Sejak UT Pokjar Johor diresmikan pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2016, TTM dianggap mustahil bisa dilaksanakan karena terkendala masalah kuota per kelas yang wajib dipenuhi dan selama 2010 sampai 2016 UT Pokjar Johor tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut. Namun pada tahun 2017,  untuk pertama kalinya UT Pokjar Johor berhasil melaksanakan TTM sekaligus menjawab sebuah kemustahilan yang selama ini di cap pada UT Pokjar Johor untuk pelaksanaan TTM. Pada waktu itu, 2017.1 TTM pertama kali dilaksanakan hanya satu matakuliah yaitu Bahasa Inggirs, lalu 2017.2 menambah satu matakuliah lagi, Bahasa Indonesia. Kemudian dua tahun berikutnya, tepatnya tahun 2019.1 kembali berhasil menambah kelas TTM dengan matakuliah Pengantar Akuntansi dan pada tahun 2019.2 berhasil lagi menambah kelas TTM dengan matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan, sehingga sampai saat ini UT Pokjar Johor telah berhasil melaksanakan empat kelas TTM. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari visi dan misi pengurus DPM UT Pokjar Johor untuk meningkatkan nilai akademik mahasiswa, serta kerjasama dan dukungan dari KJRI Johor Bahru sebagai fasilitator sehingga TTM masih bisa terlaksana dengan baik sampai saat ini.

6. Menginap Di Tempat UAS
Seperti yang dijelas pada poin ketiga, kemandirian mahasiswa UT Pokjar Johor juga dapat dilihat saat sebelum dan sesudah pelaksanaan. Setiap pelaksaan UAS semua persiapan dilakukan sendiri oleh mahasiswa dengan bergotong royong, mulai dari persiapan ruangan, menyusun kursi dan meja serta persiapan teknis lainnya. Bahkan untuk menghindari keterlambatan saat UAS, biasanya mahasiswa UT Pokjar Johor yang harus menempuh perjalanan dua hingga tiga jam mereka memilih untuk menginap di ruang kelas SIJB yang menjadi tempat pelaksanaan UAS.

7. Perpustakaan
Untuk menunjang kegiatan akademik, UT Pokjar Johor mempunyai sebuah perpustakaan mini yang berisi modul-modul UT dan barang-barang inventaris milik DPM UT Pokjar Johor yang terletak di Aula KJRI Johor Bahru. Modul-modul UT yang ada di perpustakaan ini berasal dari para senior yang modulnya sudah tidak dipakai lalu disumbangkan ke Pengurus DPM UT Pokjar Johor dan bisa dipinjam oleh para mahasiswa yang membutuhkan modul untuk mempelajari materi-materi matakuliah. Ada seratus lebih modul yang ada di Perpustakaan UT Pokjar Johor dan bisa dipinjam oleh seluruh mahasiswa UT Pokjar Johor yang membutuhkan.

8. UT Peduli
Untuk mewujudkan rasa kepedulian antar sesama, dibidang non akademik UT Pokjar Johor memiliki program yang bernama UT Peduli. Program sosial yang dibentuk sekitar tahun 2014 ini bertujuan untuk memberikan rasa kepedulian mahasiswa kepada masyarakat yang membutuhkan dan membantu antar sesama seperti bantuan korban bencana alam, orangtua dan saudara kandung meninggal dan musibah lainnya. Bantuan yang disalurkan melalui UT Peduli selama ini berupa bantuan dalam bentuk materi yang disumbangkan oleh para mahasiswa secara sukarela, namun selain materi ada juga bantuan pakaian layak pakai dari mahasiswa yang disumbangkan kepada para Pekerja Migran Indonesia yang berada di penampungan KJRI Johor Bahru.

Selasa, 19 November 2019

Tidak Untuk Dibaca




Oleh : Rizky Igustian Permana

"You will never know till you try," by anonim.
Kata mutiara yang sudah sering didengar dan dibaca. Tanpa sadar ada yang termotivasi tanpa sadar ada yang menyangkal. Ada mereka yang tetap setia dijalannya. Ada juga yang melepas zona nyamannya. Itu semua pilihanmu, hidup-hidupmu, dan semua terserah padamu.

Bicara soal kehidupan rasanya sudah umum. Apalagi seperti saya, kamu, dan orang-orang yang berada di sini. Iya, di sini, di tanah rantau, negeri jiran. Untuk sekedar memenuhi kebutuhan ekonomi dan mempersiapkan masa depan. Itulah alasan umum kita. Ya kalau saya sendiri rasanya kok sepi, makanya kita aja.

Memang bukan mudah, apalagi sebagai makhluk sosial kita selalu dibenturkan dengan kehidupan orang lain. Baik itu berdampak positif dan negatif. Dipuji, dibanggakan, dicaci, dihina, disakiti, dibahagiakan, dan apalah itu pasti banyak sekali respon yang sudah kita alami. Apa lagi dengan kondisi saya, kamu dan sebagian orang yang bekerja sekaligus menimba ilmu, meski gak seger-seger amat seperti nimba air. Tapi, rasa puas ada terbesit. Wah saya mahasiswa lo, wah saya juga pekerja lo. Terus, gitu aja? Terus, gak ada kesan lain gitu?

Hidup adalah sebuah seni nyata yang terus berkembang. Dinamis, kalau hanya wah saya ini, wah saya itu. Anak TK atau tadika pun bisa. Banyak mereka yang bekerja dan belajar tapi tidak dengan motivasi yang kuat. Awalnya sih ombak besar, lama-lama, ah bosan, kok hasilnya gini, kok susah. Karena kalian salah menikmatinya, menurut saya. Saya, kamu, dan kebanyakan orang salah menjalin hubungan dengan rutinitas, dengan kenyataan dan dengan apapun yang kita lakukan. Kita mencoba terbiasa tapi pada akhirnya kita menghindari sesuatu dan menjadi biasa-biasa saja.

Pada akhirnya kita berkali-kali menyesal, meski tanpa sadar. Dan tidak jarang berhenti bejuang dan tetap dengan yang itu-itu saja. Saya tidak bermaksud membandingkan atau mencoba mengejek ataupun menampakkan ketidakwajaran. Tapi, apakah salah jika kita berbenah dan terus berusaha. Memberikan usaha terkuat dan terbaik kita.

Setelah hal yang kita coba lakukan menunjukkan hasilnya. Alangkah baiknya jika kita merubah pola pikir yang kolot. Jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain. Kita sedang berlomba dijalur kita masing-masing, dikapasitas kita, dan dikehidupan kita. Biarkan orang mengejek, menjatuhkan, mengkritik dan apapun hasil dari usahamu. Jangan hiraukan, evaluasi mana yang perlu, kita berhak atas apa yang sudah kita usahakan. Gaji RM1000, RM2000, atau pun lebih. Kuliah tiga tahun empat tahun atau lebih. Enam semester, tujuh semester atau lebih. Memberi atau meminta. Menyanyangi atau membenci. Apapun itu. Ingatlah satu hal disetiap rutinitasmu. Jadilah versi terbaik dari dirimu untuk saat ini dan seterusnya. Lakukan yang baik dan terbaik. Dan jangan pernah lepaskan rahmat Tuhan, ridho orang tua dan orang terdekatmu disetiap sudut kehidupanmu. Tetap semangat.

"Jadilah versi terbaik dari dirimu."

Kamis, 14 November 2019

Ibu Rumah Tangga Raih Gelar Sarjana Dalam Waktu Tiga Setengah Tahun


Bu Lasmi Wisuda Di UT Pusat
Perempuan berusia 50 tahun ini salah satu mahasiswi UT Pokjar Johor jurusan Sastra Inggris. Lasmi, namanya. Ibu tiga orang anak ini terdaftar sebagai mahasiswi di UT Pokjar Johor pada tahun akademik 2016.1.

Bu Lasmi, begitu orang-orang memanggilnya. Beliau mampu menyelesaikan program sarjana dalam jangka waktu 3,5 tahun, di usia yang tidak lagi muda tidak membuat beliau berhenti untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi. Sedari dulu perempuan kelahiran 1969 ini ingin menempuh pendidikan di universitas, ingin terus belajar tanpa ada batasan dan meningkatkan kualitas hidup namun belum ada kesempatan. Berkelana kesana kemari mencari informasi melalui internet tentang perkuliahan, akhirnya beliau mendapatkan informasi tentang UT melalui KJRI Johor Bahru. Setelah itu, pada tahun 2016 beliau mendaftar di UT dan resmi menjadi mahasiswi UT Pokjar Johor angkatan 2016.1 dan beliaupun perlahan mulai mewujudkan keinginannya yang sejak muda yang belum terwujud, yaitu meraih gelar sarjana.

Selama menempuh pendidikan di UT Pokjar Johor, tidak sedikit kendala belajar yang dialami oleh Bu Lasmi. Mulai dari kesibukan sebagai ibu rumah tangga sampai kesibukan sebagai tenaga pengajar di Indonesian Community Center (ICC) Muar. Kesibukan demi kesibukan yang menjadi kendala tak menyurutkan beliau untuk terus belajar dan membagi waktu antara kewajiban sebagai ibu rumah tangga, tenaga pengajar dan sekaligus mahasiswi UT. 

Semester demi semester mampu dilewati dengan baik, sampai dengan semeter 6 (enam), beliau telah meraih IP di atas 2,0 yang merupakan syarat kelulusan di UT dan beliau berhasil lulus Tugas Akhir Program (TAP) dan Karya Ilmiah (Karil) pada semester 7 (tujuh) dan beradasarkan SK Yudisium, Bu Lasmi dinyatakan resmi lulus dari Universitas Terbuka dengan meraih IPK 3,xx. Bu Lasmi mengikuti Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) atau wisuda di UT Pusat bersama 2 (dua) mahasiswi UT Pokjar Johor lainya, Wely Mareta Anggraeni dan Suwarsih. Dan mereka bertiga telah resmi mendapat gelar akademik Sarjana Sastra dan Sarjana Manajemen.

Finally, Bu Lasmi bangga dan berpuas hati kepada Pengurus DPM UT Pokjar Johor karena telah banyak membantu dan berkorban juga banyak memberikan kontribusi terhadap apa yang beliau jalani selama menempuh pendidikan di UT Pokjar Johor. Beliau berharap, dengan gelar sarjana yang ia raih di UT dapat bermanfaat bagi kehidupan yang akan datang dan juga dapat memberikan manfaat untuk ICC Muar tempat dimana ia mengabdi.

Tak lupa, perempuan asal Blitar ini berpesan kepada para senior dan juniornya yang masih berjuang di UT untuk terus belajar dimana saja dan kapan saja. "Belajarlah dimana saja, rajinlah membaca modul dan berbagai macam jenis buku. Manfaatkan waktu yang ada sebaik-baiknya" katanya sesaat sebelum berangkat ke Jakarta.
 
Ibu dari tiga anak ini juga memberikan pesan bijak, "Belajar unlimited tanpa memandang usia. Maju tatu, mundur ajur. Kalau kamu teruskan kamu akan terluka, kalau mundur maka akan hancur" begitu pesannya sambil menutup perbincangan.

Selamat Bu Lasmi, terima kasih karena menjadi motivasi. Terima kasih karena telah membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Usia bukan suatu penghalang untuk meraih gelar sarjana selagi ada niat, usaha, doa dan tawakal.

Rabu, 13 November 2019

Pembina Pertama


Dokumen KJRI Johor Bahru
Ibu Woro S.D

Seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun, UT Pokjar Johor yang merupakan UT pertama di Malaysia tahun ini sudah berdiri selama 9 tahun di Johor Bahru. Ada lebih dari 600 (enam ratus) PMI/WNI di Johor Bahru dan sekitarnya telah terdaftar sebagai mahasiswa di UT Pokjar Johor. 

Namun terlepas dari jumlah dan usia UT Pokjar Johor, mungkin sebagian besar dari kita bertanya, siapakah pembina pertamanya? beliau adalah Ibu Woro Sawitri Sudharmanto. Beliaulah pembina pertama UT Pokjar Johor, menjabat sebagai P.F Pensosbud KJRI Johor Bahru sekaligus Acting Konsul Jenderal RI Johor Bahru, beliau yang menandatangani MoU antara KJRI Johor Bahru dan UPBJJ-UT Batam pada 11 April 2010. Namun sebelum adanya MoU, UT sudah ada di Johor Bahru pada tahun 2009 dengan jumlah mahasiswa angkatan pertama sebanyak 9 orang.

Bu Woro menjadi pembina pertama UT Pokjar Johor dalam kurun waktu 1 tahun sebelum beliau purna tugas dan kembali ke Indonesia. Beliau juga menjadi saksi awal perjalanan UT Pokjar Johor dimana dulu jumlah mahasiswa masih sedikit, belum banyak kegiatan dan belum banyak PMI/WNI mengetahui tentang UT. Dan saat ini seperti yang kita ketahui jumlah mahasiswa sudah mecapai ribuan yang tersebar di Semenanjung Malaysia, banyak kegiatan-kegiatan positif serta informasi UT juga sudah menyebarluas hampir ke seluruh pelosok Malaysia.

Senin, 11 November 2019

Usia Bukan Penghalang Untuk Meraih Gelar Sarjana

Dokumentasi UT Pokjar Johor

Semenjak KJRI Johor Bahru dan UPBJJ-UT Batam menjalin kerjasama pada tahun 2009 untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi PMI/WNI di Johor Bahru dan sekitarnya seakan membawa angin segar bagi mereka yang dulu punya hasrat dan keinginan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi namun terkendala masalah ekonomi.

Salah satunya sebut saja Pak Marsam, lelaki kelahiran 1972 ini menjadi satu-satunya mahasiswa paling senior dalam segi usia di angkatan 2019.2. Di usia 47 tahun beliau terdaftar sebagai mahasiswa UT Pokjar Johor bersama 48 (empat puluh delapan) mahasiswa lainnya,  dan Ilmu Komunikasi menjadi jurusan pilihan beliau.

Sebelum terdaftar sebagai mahasiswa UT, Pak Marsam datang langsung ke KJRI Johor Bahru untuk mencari informasi tentang UT Pokjar Johor. Lelaki asal Madiun, Jawa Timur ini mempunyai motivasi tersendiri untuk memutuskan kuliah di usia yang tidak muda lagi, lingkungan yang berlatar pendidikan dan punya  target untuk menjadi tenaga pengajar di sebuah Yayasan Pesantren di Jawa Timur salah satu motivasi beliau.

Setelah resmi terdaftar menjadi mahasiswa UT, Pak Marsam merasakan banyak hal positif, bertambah pengetahuan dan wawasan yang ia dapat. Ia merasa ternyata yang ia lakukan selama ini masih jauh dari kekerdilan ilmu. "Artinya ilmu yang kita miliki masih minim, dan kedepan pola pikir perlu diperluas melalui pendidikan untuk menata masa depan yang lebih baik" ujar pria kelahiran Jambi ini.

Namun tak sedikit kendala yang ia hadapi, lelaki yang berprofesi sebagai pekerja kontruksi di Pontian, Johor ini. Untuk sampai ke KJRI Johor Bahru mengikuti kelas Tutorial Tata Muka (TTM), ia harus menempuh perjalanan selama 2 sampai 3 jam dengan mengendarai sepeda motor, belum lagi beberapa masalah kesehatan yang di alami. Tapi kendala itu tidak membuat beliau putus asa, malah beliau lebih semangat dan ingin membuktikan bahwa orangtua juga punya semangat yang tinggi untuk meraih gelar sarjana dibalik kesibukan dan kendala yang ada.

Di akhir perbincangan, Pak Marsam berpesan untuk anak-anak muda. Bahwa anak muda harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mencari dan menambah ilmu. "Untuk anak muda, mumpung masih ada kesempatan untuk mencari dan menambah ilmu, maka manfaatkanlah waktu yang ada sebaik-baiknya, karena batas untuk menuntut ilmu adalah sampai liang lahat. Dan jangan pernah lupa dengan apa yang menjadi tujuan kita kesini". ucap Pak Marsam sambil menutup perbincangan di pagi hari itu.


Minggu, 10 November 2019

Mahasiswa UT Pokjar Johor Ikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan Di Johor Bahru

Dokumentasi KJRI Johor Bahru

Konsulat Jenderal RI Johor Bahru menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan. Dalam upacara tersebut, mahasiswa UT Pokjar Johor ikut berpartisipasi sebagai peserta upacara. Selain staf KJRI Johor Bahru dan mahasiswa UT, ada juga guru-guru dan siswa-siswa SIJB serta DWP KJRI Johor Bahru.

Konsul Jenderal RI Johor Bahru bertindak sebagai inspektur upacara dalam amanatnya menyampaikan bahwa tema Hari Pahlawan tahun ini adalah "Aku Pahlawan Masa Kini". Saat ini pahlawan bukan hanya tentang berperang melawan dan mengusir para penjajah, memberikan pelayanan terbaik bagi WNI diluar negeri oleh perwakilan juga dapat dimaknai sebagai pahlawan masa kini.

Tidak hanya sampai disitu, menurut Konsul Jenderal RI Johor Bahru, para mahasiswa UT dan siswa-siswi SIJB juga dapat menjadi pahlawan masa kini dengan cara mengukir prestasi ditingkat nasional dan tingkat internasional. Karena melalui prestasi itu kita bisa mengharumkan nama bangsa dan negara ditingkat internasional dan menjadi pahlawan masa kini. "Teruslah mengukir prestasi, tingkatkan kegiatan-kegiatan positif agar dapat membawa nama harum bangsa", ujar orang nomor satu di KJRI Johor Bahru itu.

Kemudian acara Upacara Peringatan Hari Pahlawan dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh inspektur upacara, pembacaan pembukaan UUD 1945, pembacaan pesan-pesan pahlawan nasional dan pembacaan doa oleh petugas upacara.

Kegiatan upacara yang dilaksanakan Aula KJRI Johor Bahru ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Ibu Lasmi karena telah banyak berjasa untuk dunia pendidikan anak TKI melalui Indonesian Community Center (ICC) yang beliau buka di Muar, Johor.

Rabu, 06 November 2019

Filosofi Logo DPM UT Pokjar Johor

Dewan Presidium Mahasiswa Universitas Terbuka Kelompok Belajar Johor atau biasa dikenal dengan sebutan DPM UT Pokjar Johor adalah sebuah organisasi yang berfungsi untuk mengkoordinir seluruh kegiatan yang ada di UT Pokjar Johor baik itu kegiatan akademik maupun non akademik, pengurus DPM berasal dari mahasiswa UT Pokjar Johor itu sendiri. Dalam sebuah organisasi logo menjadi salah satu indentitas utama dan setiap logo tentu mempunyai arti atau filosofi tersendiri, begitu juga dengan logo DPM UT Pokjar Johor. Apa sih arti dari logo tersebut? berikut ulasan singkatnya.

Logo DPM UT Pokjar Johor terdiri dari beberapa unsur di antaranya nama organisasi terletak dibawah logo, rantai melingkar dan ikon lima orang bergandengan dengan berbeda warna.
1. Nama organisasi dibawah logo sebagai pengenal atau identitas logo.
2. Rantai melingkar memiliki arti sebagai pengikat yang berarti anggota organisasi terikat dengan undang-undang (AD/ART) dan peraturan yang berlaku di dalam organisasi.
3. Lima orang bergandengan dengan berbeda warna melambangkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Mahasiswa UT Pokjar Johor terdiri dari berbagai macam suku, daerah, budaya dan latar belakang pekerjaan.

Itulah filosofi logo DPM UT Pokjar Johor. Sebuah logo yang sederhana namun mempunyai banyak makna dan melambangkan bangsa Indonesia.

Jumat, 01 November 2019

Outbound 2019 UT Pokjar Johor

Dokumen UT Pokjar Johor
Pada 27-28 Oktober 2019 UT Pokjar Johor menyelenggarakan kegiatan outbound yang mengusung tema 'Bersatu Dalam Keberagaman'. Kegiatan tahunan ini bertujuan mempererat silaturahmi sesama mahasiswa UT se-Malaysia dan juga sesama Warga Negara Indonesia di Johor Bahru dan sekitarnya serta memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-91.

Kegiatan yang berlangsung di Sari Mawar Chalet, Mersing, Johor ini diikuti 77 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa UT Pokjar Johor, UT Pokjar Kuala Lumpur, UT Pokjar Penang dan non mahasiswa.
Rangkaian kegiatan yang dilakukakan yakni berbagai macam game outbound, tes psikologi, BBQ, api unggun dan jungle tracking. 

Acara yang didukung oleh Konsulat Jenderal RI Johor Bahru dan Mandiri Remittance ini menghadirkan anggota Dewan Kehormatan DPM UT Pokjar Johor, Bapak Andriyanto Wahyu Wibowo sebagai Pemateri Psikologi.

Peserta outbound dibagi menjadi 5 team yang masing-masing team diberi nama kerajaan di Indonesia seperti, Sriwijaya, Sisingamangaraja, Samudera Pasai, Demak dan Padjajaran. Kelima kelompok ini yang notabene belum saling mengenal dituntut untuk membentuk sebuah kekompakan tim agar dapat memainkan game outbound dengan baik sehingga tujuan dari game tersebut dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut peserta, kegiatan ini sangat memberikan manfaat yang luar biasa bagi masing-masing. Selain mendapat pengalaman baru, teman baru, juga banyak memberi pelajaran tentang pembentukan karakter dan mengenal jati diri serta mengajarkan arti sebuah kebersamaan dibalik keberagaman yang ada. Peserta berharap kegiatan outbound ini dapat terus terlaksana ditahun-tahun yang akan datang tentunya harus dengan tempat-tempat yang lebih menantang.