Sabtu, 07 September 2019

Sajak Jiwa Merdeka



Karya : Bagaskara M.K

17 Agustus 1945.
Hari proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Menjadi penanda babak baru.
Indonesia terlepas dari belenggu.
Para pendiri bangsa merumuskan dasar ideologi negara telah ditetapkan.
Pancasila menjadi dasar negara.
Dan juga undang-undang dasar 1945.
Pancasila menjadi pedoman.
Pancasila adalah konstruksi ideologi dan pemahamana dasar pemikiran untuk diamalkan.
Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan untuk mencipta negara bangsa yang harmoni dan aman.

Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menjadi sebuah kewajiban untuk setiap warga negara.
Bertuhan dan beragama sesuai dengan keyakinannya.
Menganut agama yang diakui oleh negara.

Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Hanya orang-orang yang bertuhan mempunyai adab.
Bisa memanusiakan manusia.
Dan hidup rukun antara sesama.

Persatuan Indonesia.
Ketika sudah bertuhan, beradab, dan mampu memanusiakan manusia.
Menjadi sebuah keniscayaan.
Mempunyai kesadaran akan pentingnya persatuan.
Bersatu dan berjuang demi meraih tujuan.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Kepimimpinan yang luhur berlandaskan kebijaksanaan.
Hanya orang-orang yang mempunyai kebijaksaan.
Mampu bermusyawarah untuk mencapai mufakat.
Dengan mengutamakan asas manfaat dan maslahat.
Untuk kepentingan seluruh rakyat.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ketika empat tahap telah sempurna.
Maka keadilan sosial adalah kulminasinya.
Cita-cita mulia akan terlaksana.
Rakyat adil, makmur dan sejahtera.
Itulah potret jiwa merdeka.
Memahami pancasila dengan seksama.

Saya bangga menjadi warga negara Indonesia.
Saya bangga memahami esensi jiwa merdeka.
Enggan mengeluh, mengalah, apalagi sekedar mencela.
Bahwa memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan upacara bendera.
Tapi berkarya dan berkontribusi untuk negara dengan nyata.
Saya bangga menjadi bagian dari Anda semua.
Saya bangga menjadi pahlawan devisa.

0 comments: