Home » , , » Festival Budaya Indonesia

Festival Budaya Indonesia

UT Pokjar Johor dan UT Pokjar Kuala Lumpur
Oleh : Bagaskara M.K

Budaya, apa sih maksudnya? Jika kita merujuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pasti akan menemukan jawabannya dari perspektif bahasa. Lalu bagaimana pengertian budaya secara sederhana sehingga mudah untuk dipahami?

Budaya adalah hasil karya cipta dan akal budi manusia dalam menjalani kehidupan didunia, mulai hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, manusia dengan hewan dan tumbuhan serta hubungan sesama manusia. Sehingga ada sebuah kalimat yang sangat terkenal "Virtus,junxit,mors nor sepharobit" (Tuhan, alam dan manusia tidak terpisahkan).

Kemudian bagaimana budaya itu menjadi penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini? Dalam realitas kehidupan bersama atau bermasyarakat, budaya punya peran yang sangat penting. Dimana budaya adalah media untuk mengatur keseimbangan dan keharmonian kehidupan manusia itu sendiri, Indonesia adalah bangsa yang besar, yang mempunyai berbagai suku, bahasa dan budaya yang beraneka ragam. Indonesia disatukan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika (berbeda beda tetap satu jua).

Sungguh kekayaan budaya yang bisa menjadi kebanggaan, ciri dan jati diri bangsa Indonesia dimata dunia. Pemerintah sebagai institusi resmi yang punya kewenangan diharapkan selalu proaktif di dalam usaha-usaha pelestarian budaya. Dimasa yang sama berusaha memperkenalkan budaya-budaya lokal Indonesia kepada dunia untuk menjadi daya tarik turis mancanegara berkunjung ke Indonesia.

Berbicara tentang Malaysia, khususnya wilayah semenanjung ada KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru dan KJRI Penang sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia. Ketiga istitusi perwakilan pemerintah tersebut selalu proaktif dalam melalukan promosi tentang keragaman budaya Indonesia, salah satunya adalah beberapa minggu yang lalu diselenggarakan di Pulau Pinang, yaitu Festival Budaya Indonesia 2019,
Peserta Dari UT Pokjar Johor

Kegiatan yang diselenggarakan oleh UT Pokjar Penang dan bekerjasama dengan KJRI Penang pada Sabtu 23 Maret 2019.
Ada beberapa perlombaan dalam festival budaya tersebut, seperti lomba tari tradisional, tari modern, fashion show & lomba stand up comedy. Sudah pastinya objektifnya adalah untuk memupuk rasa cinta tanah air dan rasa bangga dengan budaya Indonesia.
Akan tetapi ada fenomena yang cukup ironis,ketika ada segelintir peserta yang menghadiri Festival Budaya tersebut justru mengenakan busana yang tidak merepresentasikan budaya orang Indonesia. Mengutip kearifan lokal orang jawa (the javaneces local wisdom), "Ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono".
Harga diri itu dari lidah kita dan nilai raga kita pada busana yang kita pakai". Mungkin perlu ada upgrading sedikit diera digital seperti sekarang ini, "Ajining diri soko jeriji", dimana apa yang kita tulis di medsos, lalu kita post ataupun repost tulisan orang juga mencerminkan siapa diri kita.

Kembali ke Festival budaya Indonesia, seyogyanya kita harus bangga dengan budaya sendiri. Saya sebagai orang yang berdarah jawa selalu memegang salah satu filosofi orang jawa "Bisoho rumongso, ojo rumongso biso", (Hendaklah bisa merasa, bukanya merasa bisa).

Just for self reminder, we can learn english language, Ananging ampun mbucal jati diri tiyang jawi,ampun ngantos tiyang jawi ical jawinipun.

Mugi kito sedoyo pinaringan berkahing Gusti kang akaryo jagad, Allah SWT. Aamiin.
Share this video :
Comments
0 Comments

0 comments: