Home » , » Antara Kuliah Dan Hepatitis

Antara Kuliah Dan Hepatitis


Oleh : Arizta Abdillah
Penyunting : Ade Susilowati
   
Kisah ini saya mulai dari saat saya duduk dibangku SMK 2 tahun lalu. Bisa dibilang dulu saya murid yang cukup berprestasi, dan saya hobby berolahraga dicabang beladiri karate dan gym, sempat juga aktif sebagai atlit Karate kategori tarung (kumite). Prestasi saya dibidang akademik selalu mendapat ranking 1 dikelas dan saat lulus menjadi lulusan terbaik di sekolah dalam kategori nilai UAS tertinggi. Waktu itu ada 3 kategori yaitu nilai uas tertinggi, nilai raport tertinggi dan nilai ujian nasional tertinggi. Alhamdulillah saya yang jadi salah satunya hehe.

Saat lulus SMK saya sudah keterima di Politeknik Negeri Jakarta atau PNJ dijurusan Teknik Mesin. Kampusnya terletak dilingkungan kampus Universitas lndonesia. Saya masuk PNJ melalui jalur PMDK atau jalur undangan dari nilai raport dan tanpa test. Selagi menunggu untuk mulai orientasi kuliah, saya mengisi waktu luang dengan membantu bisnis orangtua saya dirumah. Orangtua saya punya bisnis rumahan dengan produk minuman sehat susu kedelai. Saat itu saya membantu dibagian distribusinya untuk menyuplai produk keberbagai toko sekitar. Omsetnya lumayan juga selagi menunggu waktu kuliah dimulai hehe.




Setelah beberapa bulan menunggu tibalah masa orientasi mahasiswa. Orientasi berlangsung selama 6 hari, 2 hari dikampus, 2 hari di markas tentara dan 2 harinya lagi di kampus. Waktu itu kebetulan saya orientasi saat hari kemerdekaan RI yang ke 70. Dan paling berkesan itu ya saat diospek sama tentara di markas Rindam Jaya. Ampun DJ lah disana, sangat disiplin dan teratur, dari mulai bangun tidur sampai makan pun sudah terperinci waktunya. Tapi seru disana kena bentak-bentak tentara gimana gitu rasanya ada manis-manisnya hahaha. Yang saya salut itu, dilapangan yang luas seorang tentara memberi aba-aba tanpa pengeras suara dan dapat terdengar oleh seluruh peserta. Mungkin tiap hari nyemilin toa masjid kali yee hahaha.


Setelah 2 hari dimarkas tentara akhirnya saya berpulang ke rahmatullah,, eeh maksudnya berpulang ke rumah hehe. Lumayan terkuras juga semua tenaga, kulitku juga menghitam karena dijemur dibawah terik sinar matahari. Tetapi masih ada 2 hari lagi kegiatan orientasinya jadi harus tetap semangat.



Singkat cerita, pada masa akhir kegiatan orientasi saat itu ada kawan saya yang menanyakan sesuatu kepada saya "Riz mata lu kenapa? Ko agak kuning" saat itu saya tidak merasa kaget karena saya tidak tau kalau itu adalah suatu gejala dari penyakit. Lantas dengan polosnya saya hanya bertanya "emang kuning ya?" Teman saya pun mengiyakan saja. Ya sudahlah saya juga ga berpikiran yang aneh-aneh waktu itu. Lalu kegiatan orientasi pun telah usai dan kegiatan belajar mengajar dikampus akan dimulai hari seninnya.

Keesokan harinya saat hari minggu saya pun beristirahat seharian penuh. Ya ada juga sih gangguin ade perempuan saya, kalau dirumah hiburan saya ya gangguin si ade hehe. Saat sore harinya saya ingat perkataan teman saya saat itu, saya pun bertanya kepada ade saya "De, mata abang kuning ga?" Ade saya pun lantas menjawabnya, "ihh iya bang matanya kuning, kenapa itu bang?" Trus saya jawab lagi "meneketehe" hehehe. Akhirnya saya bilang ke ibu saya kalau mata saya agak menguning. Lantas ibu saya pun kaget dan langsung membawa saya ke salah satu Rumah sakit di Kota Bogor bersama ayah saya. Setelah diperiksa, dokter bilang kalau saya harus dirawat saat itu juga karena sudah ada gejala kalau saya terkena penyakit Hepatitis. Penyakit yang menyerang fungsi organ hati yang mengalami peradangan akibat virus Hepatitis, disebabkan juga karena kegiatan fisik yang berlebihan.
   
Saat itu saya langsung menolak untuk dirawat inap. Karena esoknya saya harus kuliah dan itu adalah kuliah pertama saya, masa iya pertama masuk kuliah saya langsung dirawat inap kan ga lucu. Lantas dokter pun menjelaskan kalau saya benar-benar harus istirahat kurang lebih selama 10 hari. Dengan berat hati akhirnya saya merelakan hari pertama kuliah saya gagal karena harus dirawat inap. Jarum infus langsung ditancapkan ke tangan saya dan saya diantar ke kamar saya di RS. Dua hari sudah merasa tidak betah, rasanya ingin pulang dan ingin langsung kuliah.
Karena saya juga tidak merasakan apa-apa pada fisik saya. Makan pun banyak, badan kuat malah kalau disuruh lari juga sanggup, tidak merasa mual atau pun mau muntah. Hanya saja saya merasakan gatal-gatal pada tubuh saya. Yang anehnya ini gatalnya itu tidak terlihat. Tidak ada bentol-bentol seperti digigit serangga, kulit terlihat normal-normal saja tapi entah kenapa terasa sangat gatal. Rasa gatal yang amat hebat dari mulai leher sampai kaki semuanya terasa gatal. Dan rasa gatal itu ada waktunya tertentu, kadang pagi terasa sangat gatal atau siang dan malam menjelang tidur. Sangat tersiksa dengan rasa gatal yang saya alami saat itu.

Tapi saya bertekad kalau saya ingin segera pulang dan mau mengikuti perkuliahan. Awalnya tidak diizinkan tetapi saya mau rawat jalan saja untuk menyembuhkan penyakit saya. Akhirnya saya pun diperbolehkan pulang selama dua hari dirawat. Hari rabu saya istirahat dirumah untuk memulihkan kondisi tubuh, dan keesokan harinya saya mulai mengikuti perkuliahan dengan semangat walaupun bukan lagi hari pertama kuliah. Saat itu saya berangkat dari rumah pukul 4 pagi, naik motor sampai stasiun Bogor dan naik kereta sampai di stasiun Universitas Indonesia. Kenapa saya berangkat pukul 4 pagi karena jika telat sedikit saja maka akan penuh sesak di kereta karena orang berangkat kerja setiap harinya. Bahkan sempat juga saya hampir tidak bisa keluar dari kereta karena terlalu padatnya orang disitu. Kebetulan saat itu saya berdiri disebelah gerbong wanita, lalu saya pun minta izin untuk masuk ke gerbong wanita agar saya bisa keluar saat sudah sampai di stasiun UI. Gerbong wanita pun berdesakan juga tetapi saya masih bisa bergerak keluar walaupun dengan susah payah.

Akhirnya saya bisa keluar dari kereta dan memutuskan berangkat lebih awal setiap harinya agar tidak mengalami hal yang sama. Lalu saya pun bisa merasakan kuliah hari itu. Ketemu dengan teman-teman saya satu jurusan di Teknik Mesin, saya merasakan menjadi mahasiswa seutuhnya. Fisik dan pikiran saya pun harus digembleng, tetapi penyakit saya masih menghinggapi dan belum sembuh sepenuhnya. Pulang kuliah saya bersama orangtua saya pergi ke RS untuk rawat jalan dan mendapatkan obat dari dokter. Hanya hari-hari tertentu saja saya pergi kerumah sakit.

Sudah berjalan hampir satu minggu saya berkuliah dan waktu itu orangtua saya kasihan melihat saya setiap hari bolak balik dari rumah ke kampus. Berangkat gelep pulangnya juga udah gelep lagi, bener-bener perjuangan saat itu. Akhirnya orangtua saya mencarikan tempat kost untuk saya didekat kampus agar saya mudah kalau pulang pergi dan tidak terlalu kelelahan lagi. Waktu itu saya kost bersama teman satu kelas jadi kalau ada tugas atau apapun bisa lebih mudah kerjasamanya. Dan ternyata itu pun bukan jadi solusi, penyakit Hepatitis saya semakin parah. Sempat keluar darah dari hidung saya, seluruh badan saya dari muka sampai kaki menguning dan terasa gatal, berat badan semakin turun, padahal saya sudah makan teratur porsinya pun terbilang normal karena nafsu makan saya tidak mengalami penurunan sedikit pun.
   
Sampai suatu hari saat saya sedang praktek alat perkakas dibengkel kampus tiba-tiba ibu saya kirim sms. Saat saya baca ternyata ibu saya bilang kalau saya harus segera kembali dirawat hari itu juga, karena penyakit ini sudah mengancam jiwa saya dan harus segera ditangani. Ayah saya waktu itu sedang diperjalanan untuk menjeput saya pulang ke rumah. Bagaimana rasanya saat saya sedang bersemangatnya kuliah akhirnya harus kandas juga karena penyakit yang terus menggerogoti tubuh saya. Kenapa kandas, karena tempat kuliah saya saat itu hanya memberi batas waktu cuti selama 14 hari, jika lebih dari itu maka harus mengulang lagi sampai semester depan. Sedangkan saya harus dirawat kembali sampai benar-benar sembuh total.
 
Terhitung saya hanya kuliah selama 13 hari. Selama itu tubuh saya semakin parah dan memang harus istirahat total tanpa melakukan kegiatan apapun. Semua teman saya di SMK merasa tidak percaya, seorang Ariz yang berbadan tinggi, atlit karate, punya tubuh kekar akhirnya bisa sakit juga. Akhirnya saya pun menerima keadaan saya yang seperti ini. Saya harus fokus untuk menjalani penyembuhan. Berat hati rasanya, tapi apa daya semua memang sudah terjadi dan saya harus tetap semangat dan bersabar. Kelak saya harus berjuang kembali agar saya bisa meneruskan sekolah saya.
   
Saya sudah dirawat kembali disalah satu RS di kota Bogor selama 10 hari, tetapi tidak ada tanda-tanda kesembuhan sama sekali. Dokter yang menangani saya juga sudah mengirimi surat rujukan ke RS di Jakarta yang lebih lengkap penanganannya. Akhirnya malam-malam saya dan orangtua saya pulang kerumah. Keesokan harinya saya dan orangtua pergi ke RS rujukan dari dokter yang menangani saya. Sampai disana ternyata Rumah Sakit menolak saya karena tidak ada kejelasan konfirmasi dari Rumah Sakit awal saya dirawat. Akhirnya saya bersama orangtua saya diantar dengan paman saya mencari Rumah Sakit yang lain agar saya bisa segera dirawat. Tapi hasilnya tetap nihil, semua Rumah Sakit menolak untuk merawat saya.
   
Sampai akhirnya kaka sepupu saya yang berprofesi sebagai dokter menyarankan agar saya dirawat di Rumah Sakit tempat ia bekerja. Beliau juga yang memberitahu ibu saya saat saya masih kuliah agar saya segera dirawat kembali. Tanpa penolakan akhirnya saya pun dirawat kembali. Kaka sepupu saya merekomendasikan dokter yang benar-benar ahli dispesialis penyakit dalam untuk menangani penyakit saya. Yang paling ga enaknya itu saya benar-benar tidak boleh banyak bergerak, harus bed rest dan semuanya harus dilayani tanpa harus saya lakukan sendiri. Itu memang harus karena kalau tidak pemulihan organ hati akan semakin lambat. Hampir setiap hari saya diambil sempel darah untuk di cek kadar bilirubin ditubuh saya. Bilirubin itu sendiri adalah zat racun yang tidak bisa terurai oleh organ fungsi hati saya sehingga itu yang membuat badan saya terasa sangat gatal dan terlihat kuning dikulit.

Dokter juga sempat heran sama saya, yang saya rasakan hanyalah rasa gatal. Padahal kebanyakan orang merasakan mual, muntah, sakit kepala, hilangnya nafsu makan dan macam-macam. Kalau saya tidak merasakan semua itu, hanya gatal saja. Dokter bilang fisik saya memang kuat karena olahraga yang dulu selalu saya lakukan.
   
Berbagai cek sudah dilakukan dan pada akhirnya sudah pasti penyakit saya adalah Hepatitis A level akut. Serem juga sih, kalau kanker mungkin bisa disebut stadium akhir kali yaa. Jadi akut yaa karena saya bandel disuruh istirahat ga mau malah maunya kuliah ya jadinya gitu deh makin parah. Dan akhirnya dokter memberikan obat suntik yang mujarab untuk memulihkan fungsi organ hati saya. Pertama suntik dosisnya cukup tinggi, dan setelah kondisi saya membaik dokter memberikan dosis untuk pemulihan. Sampai akhirnya saya diperbolehkan pulang oleh dokter, karena saat itu kadar bilirubin saya sudah terbilang mendekati normal dan sudah boleh rawat jalan. Tetapi saya juga harus tetap menjaga pola makan saya seperti pantang makanan yang berlemak, pedas, asam dan berpenyedap.


   
Terhitung saya dari awal dirawat dirumah sakit itu sampai diperbolehkan pulang selama 25 hari. 2 hari saat awal masuk kuliah, 10 hari saat masuk lagi di RS Bogor dan 13 hari saat dirujuk ke RS di Jakarta tempat kaka sepupu saya bekerja. Dan setelah keluar dari Rumah Sakit juga bukannya dibilang sembuh total, tetapi saya masih harus menjalani pemulihan selama kurang lebih 3 sampai 4 bulan baru boleh dibilang sembuh total dan kesehatan kembali normal.

Selama itu saya berpikir, saya sudah banyak merepotkan orangtua saya. Saat sakit orangtua saya yang sangat sabar merawat saya dengan penuh kasih sayang. Dibantu juga dengan doa dari orang-orang yang menyayangi saya dan akhirnya saya bisa sembuh total seperti sedia kala. Saya juga harus mengulang kembali kuliah saya dan harus menunggu lagi disemester depannya.
 
Sekarang saya harus berpikir mau berbuat apa. Kuliah saya fakum selama 1 semester, dirumah juga cuma bisa bantu-bantu orangtua. Lalu muncul keinginan saya mencari pekerjaan agar saya ada pemasukan dan bisa membantu ekonomi orangtua juga. Awalnya ibu saya khawatir kalau penyakit saya kambuh lagi, tapi saya membujuk ibu saya agar memberi izin untuk saya mencari pekerjaan. Dibantu dengan ayah saya juga untuk meyakinkan ibu saya, dan akhirnya ibu saya pun merestui keputusan saya untuk mencari pekerjaan.
   
Waktu itu terbilang singkat untuk saya mencari pekerjaan. Awalnya saya mengirimkan CV dan surat lamaran ke perusahaan Kawasaki Indonesia. Tetapi sudah 2 minggu tidak ada kabar sama sekali kalau saya akan dipanggil untuk menjalani interview. Dan kebetulan juga disekolah saya membuka lowongan pekerjaan untuk para alumni agar dapat bekerja diluar negeri. Saat itu HR dari perusahaan jam tangan Seiko di Malaysia yang datang langsung untuk menyeleksi para alumni. Saya tertarik dan ingin mencoba ikutan seleksi.
   
Dari sekian banyak yang mengikuti seleksi ternyata yang diterima hanya 2 orang yaitu saya dan senior saya saat sekolah dulu. Tentunya muncul harapan baru karena saya sudah pasti mendapatkan pekerjaan. Kesempatan itu lantas tidak saya sia-siakan. Semua surat-surat segera diurus mulai dari pembuatan passport, visa, medical check up dan semuanya sudah diurus tinggal menunggu calling visanya saja. Selama menunggu calling visanya turun ternyata saya dipanggil untuk interview di perusahaan Kawasaki yang dulu saya kirim lamarannya kesana. Yaelah giliran saya udah dapet kerja baru kepanggil, lantas saya menolaknya saja.
   
Selama menunggu keberangkatannya itu saya juga mencari segala informasi yang ada ditempat saya bekerja nantinya. Waktu itu saya sudah tau akan bekerja di Negeri Johor Bahru dan saya segera mencari informasi tentang Johor melalui internet. Terpikir juga untuk meneruskan kuliah saya karena sudah tidak mungkin saya kuliah lagi ditempat saya kuliah dulu. Akhirnya saya terpikir untuk mencari Universitas Terbuka yang ada ditempat saya bekerja nanti.
   
Dan akhirnya saya menemukan video di youtube yang isi tentang seorang tenaga kerja wanita yang bekerja sambil kuliah di Malaysia. Itu pertama kalinya saya mengetahui ternyata memang ada UT di Malaysia. Saat itu yang mengisi video adalah bapak Taufik sebagai koordinator UT di Malaysia dan salah satu mahasiswi UT di Kuala Lumpur. Sedangkan saya kan di Johor memang ada UT juga yaa?? Pertanyaan saya dalam hati saat itu. Saat saya menonton sampai habis ternyata dibagian akhir video tertulis bahwa selain di KL ada cabang UT juga di Johor. Langsung saya buka websitenya dan mencari tau semua informasi yang ada.
   
Karena tekad saya kuat untuk melanjutkan kuliah lagi saya  mempersiapkan semua persyaratan untuk dapat daftar di UT, mulai dari foto copy ijazah legalisir sampai pas foto sudah saya siapkan, pokoknya semua udah settle tinggal daftar aja. Sebelum berangkat ke Malaysia saya sudah mempersiapkan semuanya jadi ga perlu repot-repot lagi kalau ada persyaratan yang kurang.


Pada akhirnya tibalah saatnya saya berangkat ke Malaysia. Singkat cerita saat saya baru satu minggu di Malaysia saya lantas langsung mencari Kedutaan besar Indonesia di Johor. Waktu itu saya belum tau kalau namanya Konsulat Jendral Republik Indonesia atau KJRI. Dengan modal nekad dan google maps saya ditemani satu orang teman saya waktu itu mencoba mencari dimana KJRI itu berada. Mulai naik bus sampai turunnya pun masih terlalu jauh. Akhirnya kita jalan kaki sambil membuka google maps itu untuk sampai ke tujuan. Sempat bingung juga karena jalannya agak berbelit. Panas terik matahari tidak menyurutkan semangat.
 
Dan pada akhirnya sampai juga ditujuan, kami mencoba masuk dan mencari apakah ada mahasiswa disana. Dan kebetulan sekali saat itu sedang ada pertemuan belajar Tuton (Tutorial Online) bersama. Pertama kali saya berkenalan dengan bang Reydhi. Dulu beliau dikepungurusan DPM dibagian akademik, kebetulan sekali kan. Saya menanyakan bagaimana caranya daftar untuk masuk UT, tapi sayangnya saat itu pendaftaran sudah ditutup.


Akhirnya saya harus menunggu sampai pendaftaran mahasiswa baru dibuka kembali. Selama menunggu itu saya selalu aktif diberbagai kegiatan yang diadakan UT. Sehingga saya cepat akrab dengan senior-senior saya dan saling sharing tentang cara belajar di UT. Kesiapan sudah ditangan, saya sudah tau sedikit seluk beluk UT walaupun belum resmi menjadi mahasiswa. Dan akhirnya masa pendaftaran sudah dibuka lagi, dan tanpa ada kesulitan apapun saya dengan mudah mendaftar di UT karena semua persiapan yang sudah saya lakukan jauh-jauh hari.

 Sekarang saya aktif sebagai salah satu pengurus di DPM. Alhamdulillah saya sudah mendapatkan banyak pengalaman dan mengenal banyak orang yang luar biasa. Salah satunya pengalaman saya ialah terpilih menjadi salah satu anggota PASKIBRA di KJRI saat hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Bertepatan 1 tahun setelah saya dulu awal masuk orientasi kuliah di PNJ. Mata dan pemikiran saya lebih terbuka. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan sehingga bisa meningkatkan kualitas diri saya agar lebih baik lagi.
   
Inti dari semua yang pernah daya alami adalah, suatu musibah yang kita alami bukan berarti itu selalu buruk. Insyaallah semuanya ada hikmahnya yang lebih baik. Allah tahu mana yang terbaik untuk hambaNya, memang kelihatannya diberi musibah itu buruk, tetapi jika kita ikhlas dan terus berusaha tanpa menyerah insya Allah akan menemukan jalan yang terbaik dari sebelumnya. Jika saja saya tidak diberi sakit mungkin saya tidak akan sampai disini dan tidak akan pernah ada kisah seperti ini, Alhamdulillah. Mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi motifasi untuk teman-teman agar pantang menyerah dalam menghadapi musibah, Amin. Terimabkasih.
Wasallamualaikum wr.wb


Share this video :
Comments
2 Comments

2 comments:

IBU,FITRI SULISTIAWATI mengatakan...

Perkenalkan nama sy ibu fitri. sebelumnya sy ingin berbagi cerita kpd anda semua bahwa dulunya sy orang susah alias miskin kerja cuman sebagai tukan cuci waktu itu sy sempat putus asa tapi kebetulan ada teman sy menyarankan untuk mencoba menghubungi aki mupeng dan sy langsung hubungi alhasil dia mau membantu sy untuk merubah nasib dgn jalan togel. angka yg diberikan benar benar tembus sekali lagi makasih aki atas apa yg kau berikan kepada sy dan kini sy udah bangkit lagi dan buka usaha sembakau dirumah dan suami sy buka benkel. jika anda mau bukti bukan rekayasa silahkan hubungi/sms AKI MUPENG di 085294450976 atau KLIK DISINI insya allah angka beliau di jamin tembus dan beliau akan menbantu anda selama 3x putaran berturut-turut akan memenangkan angka togel dan ingat kesempatan tidak datang 2x,trima kasih.

ibu siti aisya mengatakan...

Saya Atas Nama IBU SITI AISYA posisi sekarang DI HONGKONG
bekerja sebagai pembantu gaji tidak seberapa
setiap gajian selalu mengirimkan orang tua
sebenarnya pengen pulang tapi gak punya uang
sempat saya putus asah dan secara kebetulan
saya buka internet ada seseorng berkomentar
tentang AKI SOLEH katanya perna di bantu
melalui jalan togel saya coba2 menghubungi
karna Saya Ada DI HONGKONG ada pemasangan
jadi saya memberanikan diri karna sudah bingun
saya minta angka sama AKI SOLEH
angka yang di berikan 4D Yaitu ((( 0474 ))) insya allah anda bisa seperti Saya menang togel 175
juta, wassalam.
terima kasih banyak AKI
kemarin saya bingun, syukur alhamdullillah sekarang sudah senang
dan rencana mau pulang ke indo untuk buka usaha
bagi penggemar togel ingin merasakan kemenangan
terutama yang punya masalah hutang lama belum lunas
jangan putus asah HUBUNGI AKI SOLEH
DI NO: ((( 082~313~336~747 )))
tak ada salahnya anda coba
karna angka ritual AKI tidak perna meleset
saya jamin 100% tembus AKI SOLEH tidak akan mengecewakan...
angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/
angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/
angka GHOIB; malaysia
angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/
angka GHOIB; laos 4D/


KLIK DISINI *** ANGKA ** TOGEL ** GAIB ** HARI ** INI ***