Home » » Wajah-Wajah Pejuang

Wajah-Wajah Pejuang

Aim Matul Khana

Oleh : Aim Matul Khana
Penyunting : Endri Mardiansyah

Entah sudah berapa cangkir kopi yang ku habiskan bersama sang waktu. Entah berapa mangkuk maggi yang biasa ku santap disaat kemalasan menyapa.
Entah berapa judul buku yang kadang hanya ku bolak balik lembarannya.
Entah berapa bait puisi palsu, puisi rahasian dan puisi yang ku buat kemudian ku koyak lalu ku buang.

Aaahhh, entahlah kenapa seperti ini. Terkadang memang tak masuk akal, kenapa seseorang bisa menghabiskan waktu hanya dengan memegang buku tanpa membuka lembarannya, duduk termangu didepan tv berlama-lama, tapi tak tahu apa yang ditontonnya.

Duduk di toilet berjam-jam pun juga ada. Terpaku menatap layar monitor dengan jari-jari siap menari diatas keyboard. Tapi apa?, tak ada satu huruf pun yang tertera dilayar. Kenapa? adakah seseorang yang mampu menjabarkannya.

Aku sendiri pun seperti sudah kehabisan cara untuk bisa menolak yang tidak ku suka. Karena semakin ia ku tolak serasa semakin dekat dan tidak nyaman dengan ku. Ahhhh, entahlah.
Ku coba meresapi bersama sang waktu yang membawaku ke berbagai penjuru. Tak ingin ku berdiri mematung, hanya bisa menyimpan mimpi tanpa ada usaha mewujudkannya. Atau sekedar membaca buku tentang perjuangan, sekedar melihat mereka yang bergegas bersama ransel keyakinan yang kuat bahwa mereka mampu mewujudkan angannya.

Tidaaak, aku tak ingin hanya bermimpi.
Aku ingin mewujudkan mimpi  yang sederhana ini. Mimpi yang tiada seorangpun yang tahu, Ya Rabb mudahkanlah jangan sulitkan. Sekecil apapun mimpi itu apabila sudah pernah ada usaha mewujudkannya, namun tak berhasil jua, tak mengapa, yang terpenting kita sudah berusaha berjuang. Mungkin hari ini GAGAL, tapi tidak untuk besok. Keep on doing your best sampai tiba waktunya untuk pulang.

Semangat yang sesungguhnya itu adalah semangat yang kian membakar jiwa yang istiqomah dengan usaha. Bukan semangat yang muncul ketika atau saat dilihat orang-orang tanpa adanya usaha yang berkesinambungan. Lindungi SEMANGATMU dengan do'a. Minta kepadaNya dengan kerendahan hati, bahwa tanpaNya, aku, kamu dan kita bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa- siapa.

Tak perlu memelihara kotak congkak didalam diri. Tak perlu memelihara koper yang isinya hanya kata ''benci" dan saling ''mencaci'', karna semua itu hanya akan membawamu kepada kehancuran yang nyata. Peliharalah jiwa yang pengasih dan hati yang tulus walaupun itu susah. Tetaplah berusaha, jangan menyerah hanya karna mendengar ocehan yang tak memotivasi.

Bagiku, sebuah perjuangan tanpa ketulusan itu ibarat makan mendoan tanpa balutan tepung (berarti bukan mendoan, ya kan).

Kawan, dimanapun aku, kamu dan kita berada, tetaplah berjuang, tetap semangat tanpa ada kata berhenti atau menyerah sebelum berjuang. Jalan terjal telahpun siap menyambut kaki para pejuang sejati. Jurang yang curam siap menjadi penonton yang menyaksikan kaki yang menari diatas kerikil tajam. Hingga akhirnya benar-benar bisa menyuguhkan tarian yang indah.

Sakit, sedih, perih, lelah, senyum dan tawa hanya benar-benar bisa diresapi oleh seseorang yang berhati tulus. Mereka paham kapan dan dimana ia harus benar-benar meletakkan itu semua.
Tanpa adanya bumbu kepura-puraan, jujur dan apa adanya adalah modal pelajar dan pejuang selain dari pada ''SEMANGAT".

Tak perlu malu bila papa, dan tak perlu minder bila memang belom tahu. Don't be shy to ask and keep on doing it everyone has flaws.

So, jangan takut, yang terpenting adalah tetap bergerak, berusaha dan menghindar dari kata monoton. (A.M.K)

Selamat Berjuang kawan.

Salam semangat, ''Bersatu kita teguh bercerai kita bersatu Lagi"


Untuk mu Indonesia.
kami pejuang di negeri jiran.
Untuk mu Indonesia.
Kami Tulus belajar.
Demi masa depan.
Demi generasi cemerlang.
Demi Indonesia.
Demi cinta ibu pertiwi.

Share this video :
Comments
0 Comments

0 comments: