Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sabtu, 10 Juni 2017

Kisah Dibalik Prestasi


Eni Zulaikah

By : Eni Zulaikah.
Editor : Endri Mardiansyah.

Kutipan dari kisah nyata beberapa tahun yang silam. Aku seorang anak petani buruh dari sebuah kampung di Jawa Timur, Kabupaten Banyuwangi tepatnya. Aku pernah mengenyam masa kecil di Indonesia bagian timur, tempat itu dikenal sebagai pulau Cenderawasih yang dulu dinamakan Irian Jaya, tepatnya di Katapop 1 Kabupaten Salawati, Sorong. Dari sanalah ceritaku bermula.
Keluargaku bukanlah orang kaya, kami hidup sederhana. Namun demikian, bersyukur aku dapat mengenyam pendidikan sebagaimana kebanyakan teman-temanku pada umumnya yang merupakan anak para pegawai negeri. Orang tuaku mampu membiayaiku untuk sekolah dan mengaji.

Pendidikanku dimulai pada waktu usiaku menginjak 5 tahun. Agak unik juga prosesnya, aku tidak sekolah di Taman Kanak-Kanak, akan tetapi aku ikut sekolah anak-anak yang sudah duduk di bangku kelas 5-6 SD, yaitu adik sepupu ibuku yang aku panggil Kak Yayun. Kejadian itu tidak berlangsung lama, hingga pada suatu hari di kelas kakak ku yaitu kelas 5 SD sedang ada tanya jawab matematika. Guru wali kelas bertanya pada murid, “8 x 8 berapa anak-anak?”. Semua murid terdiam sambil menghitung mencari jawaban itu. Nah, aku yang sudah tiap hari dilatih ibuku menghitung perkalian dengan trik menggunakan jari. Melihat semua murid sedang bingung, lalu aku teriak pada kakakku supaya dia yang jawab, “64 Kak” aku menyebutnya berulang kali, dengan maksud supaya kakakku cepat keluar dari kelas karena aku sudah lapar. Mendengar jawaban itu guru kelas itu melongok ke arahku, bertanya pada kakak ku, “Siapa yang ngajarin?” Kakak pun menjawab “Adik saya, Pak”. Kemudian beliau tersenyum ke arahku, dan mengizinkan kakak keluar kelas.

Beberapa hari kemudian pembagian raport kenaikan kelas, kebetulan ibuku datang ke sekolah untuk mengambil raport kakak. Saat itu Pak Guru menceritakan kejadian itu pada ibuku dan beliau meminta ibu supaya aku didaftarkan sekolah sebagaimana teman-teman lainnya. Karena usiaku blm genap 6 tahun ibu kurang yakin dengan kemampuan belajarku di sekolah, akhirnya ibu minta izin kepada kepala sekolah untuk sekedar mengikutkan aku belajar dikelas. Kepala sekolah menyetujuinya tapi dengan syarat, kalau aku dapat lulus ujian CAWU I maka aku akan terdaftar dan langsung mengikuti proses belajar seperti siswa-siswi yang lain.

Mulai saat itu aku duduk mengikuti pelajaran kelas 1 SD. Pada akhir ujian barulah orang tuaku mendapat kejutan, aku siswi yang belum resmi, usia termuda dikelas berhasil menduduki peringkat 4 dari 32 siswa, sehingga saat itu juga aku resmi menjadi siswi SD Inpres 76 Sorong. CAWU berikutnya aku menduduki peringkat 3, dan pada kenaikan kelas benar-benar memuaskan aku berhasil memperoleh urutan peringkat pertama. Bertahan hingga akhir kelas 2 SD, kami sekeluarga pulang ke Jawa setelah bapak dan ibu sembuh dari sakit malaria yang begitu lama dan tangan bapak yang cidera karena tergilas mesin penggiling batu juga telah pulih semula.

Aku melanjutkan sekolah di Jawa Timur yaitu SD Wringin Agung III. Bermula dari kelas 3 SD, agak sulit bagiku karena kebiasaan di Jawa para guru kebanyakan menerangkan menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa Jawa, sementara keseharianku lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan orang tuaku. Namun dengan usaha keras aku mampu meraih peringkat II, bertahan hingga naik kelas 4, dari situ berangsur aku peroleh kebanggaan dari hasil belajarku aku dapat bertahan dalam peringkat I, hingga lulus kelas 6 SD, aku mendapat nilai NEM tertinggi di sekolahku.

Dengan NEM yang aku peroleh aku bermaksud melanjutkan ke SMP favorit di kampungku, namun orangtua tidak mengizinkan dengan berbagai alasan, akhirnya aku mengikuti kehendak mereka untuk mendaftar di SMP alternatif. Aku masuk sebagai siswi di kelas unggulan SMPN 2 Gambiran, hingga lulus aku bertahan dalam urutan nilai 10 besar dari 43 siswa kelas unggulan juga dengan NEM yang cukup lumayan tinggi pada periode itu.
Pada periode kelulusanku itu banyak sekolah-sekolah yang mulai naik daun dengan berbagai prestasi. Kembali aku minta persetujuan ibu untuk meluluskan keinginanku yaitu bersekolah di sebuah pesantren besar yang dilengkapi sekolah hingga perguruan tinggi. Namun kembali aku kecewa, ibu tidak mengizinkan hanya karena status sekolahnya adalah sekolah swasta. Dengan perasaan mulai galau aku ikuti lagi kehendak orang tua untuk mendaftar di sekolah negeri. Aku terdaftar sebagai siswi di SMAN 1 Gambiran.

Perasaan galau berangsur hilang dengan berbagai kegiatan organisasi yang aku ikuti di sekolahku diantaranya SKI (Studi Kerohanian Islam), PA ANDALAS (Pecinta Alam Anak Didik Daerah Lingkungan Srawet), kemudian terpilih sebagai anggota OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan Organisasi Kepramukaan BANTARA-LAKSANA. Dan kembali aku dapatkan prestasi. Pernah dapat beasiswa GNOTA jalur prestasi. Hingga pada kenaikan kelas 3 SMA ibu menyuruhku untuk masuk jurusan IPA yang bagiku sebenarnya banyak pelajaran yang kurang aku fahami. Walaupun demikian, usahaku tetap membuahkan hasil hingga pada akhir kelulusan aku mendapat urutan nilai 4 besar pararel kelas jurusan IPA yang pada waktu itu ada dua kelas yang jumlah seluruhnya lebih kurang dalam 90 siswa. Aku sangat gembira waktu itu berharap untuk bisa melanjutkan pendidikanku sesuai keinginanku. Kebetulan waktu itu aku mendapatkan beasiswa berupa tabungan Bank dan beasiswa dari salah satu perusahaan perikanan milik salah satu anak mantan Presiden Soeharto (Alm) untuk masuk ke STTN (Sekolah Tinggi Tekhnik Nuklir) Yogyakarta, atas jerih payah bapak ibu guru dalam mendapatkan beasiswa kemitraan tersebut.

Tapi sungguh rezki ditangan Sang Maha Kuasa, serasa terhenti duniaku. Marah, sedih, kecewa dan entah apa saja yang aku rasa saat itu. Ketika aku dapat jawaban dari orang tuaku, “Maafkan bapak-ibu mu anakku, karena sudah tidak mampu lagi membiayai pendidikanmu sesuai harapanmu, kami sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Rumah dan sawah pun sudah terjual. Hanya sampai disini kemampuan kami untuk pendidikanmu, semoga kamu mengerti. Rp25 juta untuk bayar uang muka pendidikanmu bukanlah jumlah yang sedikit, Nak . Dari mana kami dapatkan semua itu, belum lagi uang sakumu disana nanti, karena beasiswa kamu baru akan dicairkan setelah semester 1”. Lemah rasa badanku seakan tak bertulang, aku hanya bisa menangis dan merenungi nasib, berfikir bagaimana aku bisa mendapat kerja sementara aku tidak memiliki ijazah keterampilan sebagai bukti untuk melamar pekerjaan yang baik. Beasiswa yang berupa tabunganpun sudah habis aku bayarkan untuk kursus komputer yang terpaksa aku hentikan karena alasan keselamatan.

Seiring waktu aku berjalan mengikuti arus takdir kehidupan yang telah digariskan untukku. Memang dibalik segala sesuatu yang terjadi semua ada hikmah yang tersembunyi. Di usiaku yang sekarang, aku bukan lagi seorang gadis tapi seorang wanita single bergelar ibu dari dua orang anak lelaki yang sudah duduk di bangku SD. Dengan berbagai liku-liku perjalanan hidup akhirnya langkahku terhenti di Negeri Jiran yaitu Malaysia. Aku mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan elektronik besar yang merupakan cabang dari salah satu perusahaan di Canada.
Karena mengingat prestasi yang pernah aku dapatkan, berkobar kembali semangat belajarku yang sebenarnya dari dulu tidak pernah padam. Aku masih ingin terus maju dengan pendidikan hingga akhirnya aku temukan Universitas Terbuka di Konsulat Jendral Republik Indonesia Johor Bahru, Malaysia.

Dengan berbagai upaya aku berusaha supaya terdaftar di UT. Dengan bantuan ibuku yang mengirimkan dokumen legalisir, aku terdaftar kembali di UT. Kenapa aku katakan terdaftar kembali? Karena sebelum menjadi TKI di Malaysia, aku sudah terdaftar sebagai mahasiswa UT namun sempat terhenti karena waktu ujian semester pertama aku tidak dapat menemukan KJRI untuk menumpang ujian. Dan berlanjut dengan sakitku yang mengharuskan aku check up dengan biaya yang tidak sedikit bagiku di salah satu rumah sakit Kerajaan Malaysia. Sehingga aku terpaksa berhenti kuliah karena tidak cukup biaya.
Sekarang aku masih sebagai mahasiswi di UT Pokjar Johor, Malaysia. Bersyukur pendapatanku cukup untuk keperluan, cukup untuk keluargaku, aku dan biaya kuliahku.

Rapat Program Kerja Bersama Konsul Jenderal RI-JB Dan Pembina UT Pokjar Johor

Paskibra KJRI Johor Bahru 2016
Terima kasih kepada orang tuaku atas pengorbanan dan ketulusan yang diberikan padaku, maafkan karena belum cukup aku membalas semua itu. Terima kasih kepada para Guru yang telah mendidikku, mengusahakan supaya aku mendapat beasiswa. Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena aku tidak dapat menjadi anak didik kebanggaan kalian, tidak mampu mengharumkan nama sekolah. Semua itu bukan karena tidak menghargai jerih payah Bapak serta Ibu sekalian, tapi semua karena keterbatasan ekonomi orang tua.
Hanya itu yang dapat aku sampaikan disamping aku tunjukkan inilah realita diriku di lingkungan pendidikanku yang sekarang

Aku berada di antara mereka. Alhamdulillah, terima kasih UT Pokjar Johor dan KJRI Johor Bahru atas kesempatan yang diberikan kepada ku. Semoga semua itu menjadi celah masa depan yang cemerlang bagiku dalam mewujudkan cita-cita dan harapan yang tertunda.


Sabtu, 20 Mei 2017

Biodata Singkat Pengurus DPM UT Pokjar Johor 2017






 KETUA
Nama : Endri Mardiansyah.
Tanggal Lahir : 15 Maret.
Asal : Palembang, Sumatera Selatan.
Tempat Tinggal : Senai, Johor Bahru.
Program Studi : Ilmu Komunikasi (FISIP).
No Hp : 01116161527.



 WAKIL KETUA

Nama : Ahit Nur Anisafin.
Tanggal Lahir : 9 Agustus.
Asal : Batang, Jawa Tengah.
Tempat Tinggal : Pasir Gudang, Johor Bahru.
Program Studi : Administrasi Negara (FISIP).
No Hp : 0143879740.



 BENDAHARA I
Nama : Ika Yunita Lestari
Tanggal Lahir : 8 Juni.
Asal : Limpung, Jawa Tengah.
Tempat Tinggal : Taman University, Johor Bahru.
Program Studi : Ilmu Komunikasi (FISIP).
No Hp : 01126675646.




 BENDAHARA II
Nama : Dwiana Nararia.
Tanggal Lahir : 14 Mei.
Asal : Banyumas, Jawa Tengah.
Tempat Tinggal : Senai, Johor Bahru.
Program Studi : Ilmu Komunikasi (FISIP).
No Hp : 01135272269.



SEKRETARIS I
Nama : Wely Mareta Anggraeni.
Tanggal Lahir : 25 Maret.
Asal : Cilacap, Jawa Tengah.
Tempat Tinggal : Senai, Johor Bahru.
Program Studi : Manajemen (FEKON).
No Hp : 0189749001.



SEKRETARIS II
Nama : Eni Zulaikah.
Tanggal Lahir : 20 Mei.
Asal : Banyuwangi, Jawa Timur.
Tempat Tinggal : Senai, Johor Bahru.
Program Studi : Manajemen (FEKON).
No Hp : 01142027577.




DIVISI AKADEMIK
Nama : Puji Indah Permata Sari.
Tgl Lahir : 8 Agustus.
Asal : Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tempat Tinggal : Tampoi, Johor Bahru.
Program Studi : Administrasi Negara (FISIP).
No Hp : 01115065471.



DIVISI PERPUSTAKAAN
Nama : Rustini.
Tanggal Lahir : 7 Februari.
Asal : Banjarnegara, Jawa Tengah.
Tempat Tinggal : Senai, Johor Bahru.
Program Studi : Ilmu Komunikasi (FISIP).
No Hp : 0127711645.



DIVISI EKSKUL
Nama : Mira Pujiati Sapitri.
Tanggal Lahir : 4 Maret.
Asal : Majalengka, Jawa Barat.
Tempat Tinggal : Senai, Johor Bahru.
Program Studi : Manajemen (FEKON).
No Hp : 01128645433.




DIVISI LOGISTIK
Nama : Abdul Rohman.
Tanggal Lahir : 6 Juni.
Asal : Subang, Jawa Barat.
Tempat Tinggal : Masai, Johor Bahru.
Program Studi : Manajemen (FEKON).
No Hp : 0122581917.




DIVISI IT DAN INFORMASI
Nama Lengkap : Dessy Fauzica Fristha Towerina Toyibin Andika Adylan.
Tanggal Lahir : 22 Desember.
Asal : Surabaya, Jawa Timur.
Tempat Tinggal : Batu Pahat, Johor Bahru.
Program Studi : Sastra Inggris BMP (FISIP).
No Hp : 0122924893.



 DIVISI HUMAS
Nama : Subki Taufiq Bawazir.
Tgl Lahir : 12 Januari.
Asal : Nusa Tenggara Barat.
Tempat Tinggal : Kulai, Johor Bahru.
Program Studi : Administrasi Negara (FISIP).
No Hp : 0127567807 dan 0165507807.




KETUA PRODI MANAJEMEN
Nama : Arizta Abdillah.
Tanggal Lahir : 25 April.
Asal : Bogor, Jawa Barat.
Tempat Tinggal : Kempas, Johor Bahru.
Jurusan : Manajemen (FEKON).
No Hp : 01115969607.




KETUA PRODI ILMU KOMUNIKASI
Nama : Ade Susilowati.
Tanggal Lahir : 27 Juli.
Asal : Purworejo, Jawa Tengah.
Tempat Tinggal : Senai, Johor Bahru.
Program Studi : Ilmu Komunikasi (FISIP).
No Hp : 01124017175 dan 01131815939.





KETUA PRODI ADMINITRASI NEGARA
Nama : Seli Margareda Rini.
Tanggal lahir : 25 September.
Asal : Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Tempat Tinggal : Bukit Indah, Johor Bahru.
Jurusan : Administrasi Negara (FISIP).
No Hp : 0108871239.









KETUA PRODI SASTRA INGGRIS BMP
Nama : Fatmi Aslikah Setiani.
Tanggal Lahir : 19 Mei.
Asal : Magelang, Jawa Tengah.
Tempat Tinggal : Senai, Johor Bahru.
Program Studi : Sastra Inggris (FISIP).
No Hp : 01125856640.  

Cara Registrasi Mahasiswa Baru Di UT Pokjar Johor


Mahasiswa UT Pokjar Johor 2017.1

Oleh : Endri Mardiansyah

UT Pokjar Johor adalah kelompok belajar Johor Bahru yang merupakan perluasan dari Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Batam.
UT Pokjar Johor bermarkas di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru, Malaysia.

Saat ini lebih dari 300 Mahasiswa yang berstatus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah terdaftar dan mengikuti perkuliahan di UT Pokjar Johor.

Menjabat sebagai Wakil Ketua DPM di UT Pokjar Johor pada tahun 2015 dan 2016 dan sebagai Ketua DPM UT Pokjar Johor pada tahun 2017, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang saya terima dari para teman-teman TKI yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Mulai dari persyaratan, cara mendaftar, status ijazah, sistem belajar, biaya kuliah dan legalitas UT itu sendiri.

Melalui tulisan ini, saya mencoba sedikit memberikan informasi tentang apa saja persyaratan, bagaimana cara mendaftar dan biaya perkuliahan di UT Pokjar Johor.

Oke, kita mulai dari persyaratan.
Apa saja sih persyaratan untuk bisa mendaftar di UT Pokjar Johor?Untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa UT Pokjar Johor kita cukup melengkapi dua persyaratan adminitrasi. Yang pertama adalah:
Fotocopy ijazah SMA/Sederajat yang telah dilegalisir sebanyak 1 lembar dan yang kedua pas foto 4x6 sebanyak 2 lembar dengan latarbelakang bebas.
Simple kan?

Para TKI yang ingin melanjutkan pendidikan di bangku kuliah biasanya mengalami kendala persyaratan ijazah. Karena ijazah mereka ada di kampung, ada juga yang ijazah nya masih di sekolah dan belum cap tiga jari.
Kalau masalah ijazah masih di kampung, menurut saya kendala itu masih bisa diatasi. Karena mayoritas mahasiwa UT Pokjar Johor sebelum terdaftar sebagai mahasiswa ijazah mereka juga ada kampung. Bagaimana solusinya?

Jadi solusinya begini, kalau benar-benar mau kuliah silahkan hubungi orangtua atau keluarga yang ada dikampung, minta mereka mengirimkan fotocopy ijazah yang sudah dilegalisir tersebut melalui pos. Kirimkan ke alamat tempat tinggal teman-teman di Malaysia baik itu hostel (asrama) atau pun kilang (pabrik), kalau fotocopy ijazah itu belum dilegalisir minta keluarga atau orangtua dikampung untuk melegalisirnya ke sekolah asal.
Biasanya dalam waktu satu minggu sudah sampai.

Ada juga pertanyaan seperti ini, "Bang, saya ada fotocopy ijazah tapi ga dilegalisir, tapi saya bawa juga ijazah aslinya, itu gimana Bang?"
Bagi yang sudah ada fotocopy ijazah tapi tidak dilegalisir, legalisir bisa dilakukan di Konsulat Jenderal RI Johor Bahru dengan syarat membawa ijazah asli.

Mengenai persyaratan sudah jelas kan?
Sekarang kita lanjut bagaimana cara mendaftarnya.
Kalau persyaratan adminitrasi sudah lengkap seperti fotocopy ijazah dilegalisir dan pas foto 4x6, untuk pendaftaran teman-teman bisa datang langsung ke alamat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia di Jalan Taat No 46, Off Jalan Tun Abdul Razak, Johor Bahru, Malaysia.

Bagi yang tidak tahu alamat tersebut, sedikit petunjuk arah nih, dari JB Central, City Square atau Terminal Larkin, silahkan kalian naik taxi dan bilang ke sopir taxi nya mau ke "Konsulat Indonesia atau Kedutaan Indonesia" semua sopir taxi pasti tahu.
Tapi sebelum teman-teman pergi untuk mendaftar, pastikan teman-teman terlebih dahulu menghubungi pihak pengurus UT Pokjar Johor untuk mengetahui kapan waktu pendaftaran dilaksanakan.

Tentang persyaratan sudah, cara mendaftar juga sudah, sekarang kita lanjut tentang biaya adminitrasi.

Baiklah, untuk biaya adminitrasi dan pendaftaran di UT Pokjar Johor biayanya sangat terjangkau. Karena tidak banyak biaya yang harus kita bayar.
Apa saja biaya yang harus kita bayar sebagai calon mahasiswa UT Pokjar Johor?
Biaya yang harus kita bayar adalah:
- Satuan Kredit Semeter (SKS) = RM16/sks
- Uang kas = RM50/semester
- Biaya adminitrasi = RM10/semester
- Almamater = RM45
- Uniform = RM80

Untuk semester berikutnya teman-teman hanya membayar uang SKS, uang kas dan uang adminitrasi. Atau disemester berikutnya teman-teman juga bisa melakukan pendaftaran atau registrasi online melalui www.sro.ut.ac.id

Nah mulai dari persyaratan, cara mendaftar dan biaya perkuliahan sudah saya uraikan, jabarkan, dan jelaskan diatas.
Semoga bisa dipahami, dan semoga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ingin ditanyakan namun malu untuk bertanya.

Terakhir, bagi teman-teman yang sudah siap dengan segala persyaratannya, pendaftaran calon mahasiswa baru UT Pokjar Johor akan kembali dibuka pada akhir Mei 2017. 


Rabu, 15 Maret 2017

Antara Kuliah Dan Hepatitis


Oleh : Arizta Abdillah
Penyunting : Ade Susilowati
   
Kisah ini saya mulai dari saat saya duduk dibangku SMK 2 tahun lalu. Bisa dibilang dulu saya murid yang cukup berprestasi, dan saya hobby berolahraga dicabang beladiri karate dan gym, sempat juga aktif sebagai atlit Karate kategori tarung (kumite). Prestasi saya dibidang akademik selalu mendapat ranking 1 dikelas dan saat lulus menjadi lulusan terbaik di sekolah dalam kategori nilai UAS tertinggi. Waktu itu ada 3 kategori yaitu nilai uas tertinggi, nilai raport tertinggi dan nilai ujian nasional tertinggi. Alhamdulillah saya yang jadi salah satunya hehe.

Saat lulus SMK saya sudah keterima di Politeknik Negeri Jakarta atau PNJ dijurusan Teknik Mesin. Kampusnya terletak dilingkungan kampus Universitas lndonesia. Saya masuk PNJ melalui jalur PMDK atau jalur undangan dari nilai raport dan tanpa test. Selagi menunggu untuk mulai orientasi kuliah, saya mengisi waktu luang dengan membantu bisnis orangtua saya dirumah. Orangtua saya punya bisnis rumahan dengan produk minuman sehat susu kedelai. Saat itu saya membantu dibagian distribusinya untuk menyuplai produk keberbagai toko sekitar. Omsetnya lumayan juga selagi menunggu waktu kuliah dimulai hehe.




Setelah beberapa bulan menunggu tibalah masa orientasi mahasiswa. Orientasi berlangsung selama 6 hari, 2 hari dikampus, 2 hari di markas tentara dan 2 harinya lagi di kampus. Waktu itu kebetulan saya orientasi saat hari kemerdekaan RI yang ke 70. Dan paling berkesan itu ya saat diospek sama tentara di markas Rindam Jaya. Ampun DJ lah disana, sangat disiplin dan teratur, dari mulai bangun tidur sampai makan pun sudah terperinci waktunya. Tapi seru disana kena bentak-bentak tentara gimana gitu rasanya ada manis-manisnya hahaha. Yang saya salut itu, dilapangan yang luas seorang tentara memberi aba-aba tanpa pengeras suara dan dapat terdengar oleh seluruh peserta. Mungkin tiap hari nyemilin toa masjid kali yee hahaha.


Setelah 2 hari dimarkas tentara akhirnya saya berpulang ke rahmatullah,, eeh maksudnya berpulang ke rumah hehe. Lumayan terkuras juga semua tenaga, kulitku juga menghitam karena dijemur dibawah terik sinar matahari. Tetapi masih ada 2 hari lagi kegiatan orientasinya jadi harus tetap semangat.



Singkat cerita, pada masa akhir kegiatan orientasi saat itu ada kawan saya yang menanyakan sesuatu kepada saya "Riz mata lu kenapa? Ko agak kuning" saat itu saya tidak merasa kaget karena saya tidak tau kalau itu adalah suatu gejala dari penyakit. Lantas dengan polosnya saya hanya bertanya "emang kuning ya?" Teman saya pun mengiyakan saja. Ya sudahlah saya juga ga berpikiran yang aneh-aneh waktu itu. Lalu kegiatan orientasi pun telah usai dan kegiatan belajar mengajar dikampus akan dimulai hari seninnya.

Keesokan harinya saat hari minggu saya pun beristirahat seharian penuh. Ya ada juga sih gangguin ade perempuan saya, kalau dirumah hiburan saya ya gangguin si ade hehe. Saat sore harinya saya ingat perkataan teman saya saat itu, saya pun bertanya kepada ade saya "De, mata abang kuning ga?" Ade saya pun lantas menjawabnya, "ihh iya bang matanya kuning, kenapa itu bang?" Trus saya jawab lagi "meneketehe" hehehe. Akhirnya saya bilang ke ibu saya kalau mata saya agak menguning. Lantas ibu saya pun kaget dan langsung membawa saya ke salah satu Rumah sakit di Kota Bogor bersama ayah saya. Setelah diperiksa, dokter bilang kalau saya harus dirawat saat itu juga karena sudah ada gejala kalau saya terkena penyakit Hepatitis. Penyakit yang menyerang fungsi organ hati yang mengalami peradangan akibat virus Hepatitis, disebabkan juga karena kegiatan fisik yang berlebihan.
   
Saat itu saya langsung menolak untuk dirawat inap. Karena esoknya saya harus kuliah dan itu adalah kuliah pertama saya, masa iya pertama masuk kuliah saya langsung dirawat inap kan ga lucu. Lantas dokter pun menjelaskan kalau saya benar-benar harus istirahat kurang lebih selama 10 hari. Dengan berat hati akhirnya saya merelakan hari pertama kuliah saya gagal karena harus dirawat inap. Jarum infus langsung ditancapkan ke tangan saya dan saya diantar ke kamar saya di RS. Dua hari sudah merasa tidak betah, rasanya ingin pulang dan ingin langsung kuliah.
Karena saya juga tidak merasakan apa-apa pada fisik saya. Makan pun banyak, badan kuat malah kalau disuruh lari juga sanggup, tidak merasa mual atau pun mau muntah. Hanya saja saya merasakan gatal-gatal pada tubuh saya. Yang anehnya ini gatalnya itu tidak terlihat. Tidak ada bentol-bentol seperti digigit serangga, kulit terlihat normal-normal saja tapi entah kenapa terasa sangat gatal. Rasa gatal yang amat hebat dari mulai leher sampai kaki semuanya terasa gatal. Dan rasa gatal itu ada waktunya tertentu, kadang pagi terasa sangat gatal atau siang dan malam menjelang tidur. Sangat tersiksa dengan rasa gatal yang saya alami saat itu.

Tapi saya bertekad kalau saya ingin segera pulang dan mau mengikuti perkuliahan. Awalnya tidak diizinkan tetapi saya mau rawat jalan saja untuk menyembuhkan penyakit saya. Akhirnya saya pun diperbolehkan pulang selama dua hari dirawat. Hari rabu saya istirahat dirumah untuk memulihkan kondisi tubuh, dan keesokan harinya saya mulai mengikuti perkuliahan dengan semangat walaupun bukan lagi hari pertama kuliah. Saat itu saya berangkat dari rumah pukul 4 pagi, naik motor sampai stasiun Bogor dan naik kereta sampai di stasiun Universitas Indonesia. Kenapa saya berangkat pukul 4 pagi karena jika telat sedikit saja maka akan penuh sesak di kereta karena orang berangkat kerja setiap harinya. Bahkan sempat juga saya hampir tidak bisa keluar dari kereta karena terlalu padatnya orang disitu. Kebetulan saat itu saya berdiri disebelah gerbong wanita, lalu saya pun minta izin untuk masuk ke gerbong wanita agar saya bisa keluar saat sudah sampai di stasiun UI. Gerbong wanita pun berdesakan juga tetapi saya masih bisa bergerak keluar walaupun dengan susah payah.

Akhirnya saya bisa keluar dari kereta dan memutuskan berangkat lebih awal setiap harinya agar tidak mengalami hal yang sama. Lalu saya pun bisa merasakan kuliah hari itu. Ketemu dengan teman-teman saya satu jurusan di Teknik Mesin, saya merasakan menjadi mahasiswa seutuhnya. Fisik dan pikiran saya pun harus digembleng, tetapi penyakit saya masih menghinggapi dan belum sembuh sepenuhnya. Pulang kuliah saya bersama orangtua saya pergi ke RS untuk rawat jalan dan mendapatkan obat dari dokter. Hanya hari-hari tertentu saja saya pergi kerumah sakit.

Sudah berjalan hampir satu minggu saya berkuliah dan waktu itu orangtua saya kasihan melihat saya setiap hari bolak balik dari rumah ke kampus. Berangkat gelep pulangnya juga udah gelep lagi, bener-bener perjuangan saat itu. Akhirnya orangtua saya mencarikan tempat kost untuk saya didekat kampus agar saya mudah kalau pulang pergi dan tidak terlalu kelelahan lagi. Waktu itu saya kost bersama teman satu kelas jadi kalau ada tugas atau apapun bisa lebih mudah kerjasamanya. Dan ternyata itu pun bukan jadi solusi, penyakit Hepatitis saya semakin parah. Sempat keluar darah dari hidung saya, seluruh badan saya dari muka sampai kaki menguning dan terasa gatal, berat badan semakin turun, padahal saya sudah makan teratur porsinya pun terbilang normal karena nafsu makan saya tidak mengalami penurunan sedikit pun.
   
Sampai suatu hari saat saya sedang praktek alat perkakas dibengkel kampus tiba-tiba ibu saya kirim sms. Saat saya baca ternyata ibu saya bilang kalau saya harus segera kembali dirawat hari itu juga, karena penyakit ini sudah mengancam jiwa saya dan harus segera ditangani. Ayah saya waktu itu sedang diperjalanan untuk menjeput saya pulang ke rumah. Bagaimana rasanya saat saya sedang bersemangatnya kuliah akhirnya harus kandas juga karena penyakit yang terus menggerogoti tubuh saya. Kenapa kandas, karena tempat kuliah saya saat itu hanya memberi batas waktu cuti selama 14 hari, jika lebih dari itu maka harus mengulang lagi sampai semester depan. Sedangkan saya harus dirawat kembali sampai benar-benar sembuh total.
 
Terhitung saya hanya kuliah selama 13 hari. Selama itu tubuh saya semakin parah dan memang harus istirahat total tanpa melakukan kegiatan apapun. Semua teman saya di SMK merasa tidak percaya, seorang Ariz yang berbadan tinggi, atlit karate, punya tubuh kekar akhirnya bisa sakit juga. Akhirnya saya pun menerima keadaan saya yang seperti ini. Saya harus fokus untuk menjalani penyembuhan. Berat hati rasanya, tapi apa daya semua memang sudah terjadi dan saya harus tetap semangat dan bersabar. Kelak saya harus berjuang kembali agar saya bisa meneruskan sekolah saya.
   
Saya sudah dirawat kembali disalah satu RS di kota Bogor selama 10 hari, tetapi tidak ada tanda-tanda kesembuhan sama sekali. Dokter yang menangani saya juga sudah mengirimi surat rujukan ke RS di Jakarta yang lebih lengkap penanganannya. Akhirnya malam-malam saya dan orangtua saya pulang kerumah. Keesokan harinya saya dan orangtua pergi ke RS rujukan dari dokter yang menangani saya. Sampai disana ternyata Rumah Sakit menolak saya karena tidak ada kejelasan konfirmasi dari Rumah Sakit awal saya dirawat. Akhirnya saya bersama orangtua saya diantar dengan paman saya mencari Rumah Sakit yang lain agar saya bisa segera dirawat. Tapi hasilnya tetap nihil, semua Rumah Sakit menolak untuk merawat saya.
   
Sampai akhirnya kaka sepupu saya yang berprofesi sebagai dokter menyarankan agar saya dirawat di Rumah Sakit tempat ia bekerja. Beliau juga yang memberitahu ibu saya saat saya masih kuliah agar saya segera dirawat kembali. Tanpa penolakan akhirnya saya pun dirawat kembali. Kaka sepupu saya merekomendasikan dokter yang benar-benar ahli dispesialis penyakit dalam untuk menangani penyakit saya. Yang paling ga enaknya itu saya benar-benar tidak boleh banyak bergerak, harus bed rest dan semuanya harus dilayani tanpa harus saya lakukan sendiri. Itu memang harus karena kalau tidak pemulihan organ hati akan semakin lambat. Hampir setiap hari saya diambil sempel darah untuk di cek kadar bilirubin ditubuh saya. Bilirubin itu sendiri adalah zat racun yang tidak bisa terurai oleh organ fungsi hati saya sehingga itu yang membuat badan saya terasa sangat gatal dan terlihat kuning dikulit.

Dokter juga sempat heran sama saya, yang saya rasakan hanyalah rasa gatal. Padahal kebanyakan orang merasakan mual, muntah, sakit kepala, hilangnya nafsu makan dan macam-macam. Kalau saya tidak merasakan semua itu, hanya gatal saja. Dokter bilang fisik saya memang kuat karena olahraga yang dulu selalu saya lakukan.
   
Berbagai cek sudah dilakukan dan pada akhirnya sudah pasti penyakit saya adalah Hepatitis A level akut. Serem juga sih, kalau kanker mungkin bisa disebut stadium akhir kali yaa. Jadi akut yaa karena saya bandel disuruh istirahat ga mau malah maunya kuliah ya jadinya gitu deh makin parah. Dan akhirnya dokter memberikan obat suntik yang mujarab untuk memulihkan fungsi organ hati saya. Pertama suntik dosisnya cukup tinggi, dan setelah kondisi saya membaik dokter memberikan dosis untuk pemulihan. Sampai akhirnya saya diperbolehkan pulang oleh dokter, karena saat itu kadar bilirubin saya sudah terbilang mendekati normal dan sudah boleh rawat jalan. Tetapi saya juga harus tetap menjaga pola makan saya seperti pantang makanan yang berlemak, pedas, asam dan berpenyedap.


   
Terhitung saya dari awal dirawat dirumah sakit itu sampai diperbolehkan pulang selama 25 hari. 2 hari saat awal masuk kuliah, 10 hari saat masuk lagi di RS Bogor dan 13 hari saat dirujuk ke RS di Jakarta tempat kaka sepupu saya bekerja. Dan setelah keluar dari Rumah Sakit juga bukannya dibilang sembuh total, tetapi saya masih harus menjalani pemulihan selama kurang lebih 3 sampai 4 bulan baru boleh dibilang sembuh total dan kesehatan kembali normal.

Selama itu saya berpikir, saya sudah banyak merepotkan orangtua saya. Saat sakit orangtua saya yang sangat sabar merawat saya dengan penuh kasih sayang. Dibantu juga dengan doa dari orang-orang yang menyayangi saya dan akhirnya saya bisa sembuh total seperti sedia kala. Saya juga harus mengulang kembali kuliah saya dan harus menunggu lagi disemester depannya.
 
Sekarang saya harus berpikir mau berbuat apa. Kuliah saya fakum selama 1 semester, dirumah juga cuma bisa bantu-bantu orangtua. Lalu muncul keinginan saya mencari pekerjaan agar saya ada pemasukan dan bisa membantu ekonomi orangtua juga. Awalnya ibu saya khawatir kalau penyakit saya kambuh lagi, tapi saya membujuk ibu saya agar memberi izin untuk saya mencari pekerjaan. Dibantu dengan ayah saya juga untuk meyakinkan ibu saya, dan akhirnya ibu saya pun merestui keputusan saya untuk mencari pekerjaan.
   
Waktu itu terbilang singkat untuk saya mencari pekerjaan. Awalnya saya mengirimkan CV dan surat lamaran ke perusahaan Kawasaki Indonesia. Tetapi sudah 2 minggu tidak ada kabar sama sekali kalau saya akan dipanggil untuk menjalani interview. Dan kebetulan juga disekolah saya membuka lowongan pekerjaan untuk para alumni agar dapat bekerja diluar negeri. Saat itu HR dari perusahaan jam tangan Seiko di Malaysia yang datang langsung untuk menyeleksi para alumni. Saya tertarik dan ingin mencoba ikutan seleksi.
   
Dari sekian banyak yang mengikuti seleksi ternyata yang diterima hanya 2 orang yaitu saya dan senior saya saat sekolah dulu. Tentunya muncul harapan baru karena saya sudah pasti mendapatkan pekerjaan. Kesempatan itu lantas tidak saya sia-siakan. Semua surat-surat segera diurus mulai dari pembuatan passport, visa, medical check up dan semuanya sudah diurus tinggal menunggu calling visanya saja. Selama menunggu calling visanya turun ternyata saya dipanggil untuk interview di perusahaan Kawasaki yang dulu saya kirim lamarannya kesana. Yaelah giliran saya udah dapet kerja baru kepanggil, lantas saya menolaknya saja.
   
Selama menunggu keberangkatannya itu saya juga mencari segala informasi yang ada ditempat saya bekerja nantinya. Waktu itu saya sudah tau akan bekerja di Negeri Johor Bahru dan saya segera mencari informasi tentang Johor melalui internet. Terpikir juga untuk meneruskan kuliah saya karena sudah tidak mungkin saya kuliah lagi ditempat saya kuliah dulu. Akhirnya saya terpikir untuk mencari Universitas Terbuka yang ada ditempat saya bekerja nanti.
   
Dan akhirnya saya menemukan video di youtube yang isi tentang seorang tenaga kerja wanita yang bekerja sambil kuliah di Malaysia. Itu pertama kalinya saya mengetahui ternyata memang ada UT di Malaysia. Saat itu yang mengisi video adalah bapak Taufik sebagai koordinator UT di Malaysia dan salah satu mahasiswi UT di Kuala Lumpur. Sedangkan saya kan di Johor memang ada UT juga yaa?? Pertanyaan saya dalam hati saat itu. Saat saya menonton sampai habis ternyata dibagian akhir video tertulis bahwa selain di KL ada cabang UT juga di Johor. Langsung saya buka websitenya dan mencari tau semua informasi yang ada.
   
Karena tekad saya kuat untuk melanjutkan kuliah lagi saya  mempersiapkan semua persyaratan untuk dapat daftar di UT, mulai dari foto copy ijazah legalisir sampai pas foto sudah saya siapkan, pokoknya semua udah settle tinggal daftar aja. Sebelum berangkat ke Malaysia saya sudah mempersiapkan semuanya jadi ga perlu repot-repot lagi kalau ada persyaratan yang kurang.


Pada akhirnya tibalah saatnya saya berangkat ke Malaysia. Singkat cerita saat saya baru satu minggu di Malaysia saya lantas langsung mencari Kedutaan besar Indonesia di Johor. Waktu itu saya belum tau kalau namanya Konsulat Jendral Republik Indonesia atau KJRI. Dengan modal nekad dan google maps saya ditemani satu orang teman saya waktu itu mencoba mencari dimana KJRI itu berada. Mulai naik bus sampai turunnya pun masih terlalu jauh. Akhirnya kita jalan kaki sambil membuka google maps itu untuk sampai ke tujuan. Sempat bingung juga karena jalannya agak berbelit. Panas terik matahari tidak menyurutkan semangat.
 
Dan pada akhirnya sampai juga ditujuan, kami mencoba masuk dan mencari apakah ada mahasiswa disana. Dan kebetulan sekali saat itu sedang ada pertemuan belajar Tuton (Tutorial Online) bersama. Pertama kali saya berkenalan dengan bang Reydhi. Dulu beliau dikepungurusan DPM dibagian akademik, kebetulan sekali kan. Saya menanyakan bagaimana caranya daftar untuk masuk UT, tapi sayangnya saat itu pendaftaran sudah ditutup.


Akhirnya saya harus menunggu sampai pendaftaran mahasiswa baru dibuka kembali. Selama menunggu itu saya selalu aktif diberbagai kegiatan yang diadakan UT. Sehingga saya cepat akrab dengan senior-senior saya dan saling sharing tentang cara belajar di UT. Kesiapan sudah ditangan, saya sudah tau sedikit seluk beluk UT walaupun belum resmi menjadi mahasiswa. Dan akhirnya masa pendaftaran sudah dibuka lagi, dan tanpa ada kesulitan apapun saya dengan mudah mendaftar di UT karena semua persiapan yang sudah saya lakukan jauh-jauh hari.

 Sekarang saya aktif sebagai salah satu pengurus di DPM. Alhamdulillah saya sudah mendapatkan banyak pengalaman dan mengenal banyak orang yang luar biasa. Salah satunya pengalaman saya ialah terpilih menjadi salah satu anggota PASKIBRA di KJRI saat hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 71. Bertepatan 1 tahun setelah saya dulu awal masuk orientasi kuliah di PNJ. Mata dan pemikiran saya lebih terbuka. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan sehingga bisa meningkatkan kualitas diri saya agar lebih baik lagi.
   
Inti dari semua yang pernah daya alami adalah, suatu musibah yang kita alami bukan berarti itu selalu buruk. Insyaallah semuanya ada hikmahnya yang lebih baik. Allah tahu mana yang terbaik untuk hambaNya, memang kelihatannya diberi musibah itu buruk, tetapi jika kita ikhlas dan terus berusaha tanpa menyerah insya Allah akan menemukan jalan yang terbaik dari sebelumnya. Jika saja saya tidak diberi sakit mungkin saya tidak akan sampai disini dan tidak akan pernah ada kisah seperti ini, Alhamdulillah. Mudah-mudahan bermanfaat dan menjadi motifasi untuk teman-teman agar pantang menyerah dalam menghadapi musibah, Amin. Terimabkasih.
Wasallamualaikum wr.wb


Selasa, 14 Maret 2017

Sejarah Singkat UT Pokjar Johor

Mahasiswa UT Pokjar Johor Tahun 2011 (Dokumentasi DPM)

Oleh : Endri Mardiansyah

Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berprestasi dengan pendidikan untuk Warga Negara Indonesia di Malaysia.

Berawal dari keinginan para TKI yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang Pendidikan Tinggi, maka pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Malaysia yang dirintis oleh Bapak Taufiq Hasyim Salengke yang pada waktu itu menjabat sebagai Staff Pensosbud KJRI Johor Bahru mencoba bekerjasama dengan salah satu Universitas Negeri di Indonesia, yaitu Universitas Terbuka (UT) Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Batam, dengan menggunakan konsep belajar jarak jauh baik secara online ataupun dengan penggunaan modul.

Dengan besarnya respon WNI yang ada di Johor Bahru, dari situ beliau mendapatkan jawabannya bahwa WNI yang berstatus sebagai TKI sebenarnya ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi tetapi tidak mampu dikarenakan beberapa faktor.

Pada tahun 2008 KJRI Johor Bahru mulai menjajaki terobosan pembinaan masyarakat, khususnya para pekerja Indonesia di wilayah kerja KJRI Johor Bahru yang meliputi kawasan Johor, Melaka, Negeri Sembilan dan Pahang melalui Universitas Terbuka. Dimulailah perjalanan untuk merealisasikan keberadaan UT di Johor Bahru yang diawali oleh pihak UPBJJ-UT Batam yang datang berkunjung ke KJRI Johor Bahru dipimpin oleh Kepala UPBJJ-UT Batam pada waktu itu di jabat oleh Bapak Abdurrahman.

Dokumentasi DPM
Rencana kerjasama pendidikan untuk TKI sempat terkendala karena Bapak Abdurrahman pindah tugas dan digantikan oleh Bapak Paken Pandiangan. Namun masalah ini dapat diatasi dengan kunjungan balasan dari pihak KJRI Johor Bahru ke UPBJJ-UT Batam.
Pada tanggal 13 Juni 2008 Staff KJRI Johor Bahru, Taufiq Hasyim Salengke, Prihanto Budi Prakoso dan Didik Trimardjono berkunjung ke kantor UPBJJ-UT Batam untuk bertemu Bapak Paken Pandiangan. Dalam pertemuan tersebut dikonsepkanlah rencana kerjasama untuk membuka Kelompok Belajar (Pokjar) di Johor Bahru.

Diawal tahun 2009 (registrasi 2009.1) Universitas Terbuka Pokjar Johor mulai merekrut mahasiswa yang terdiri dari pekerja kilang/pabrik, konstruksi/bangunan dan ladang/perkebunan. Untuk gelombang pertama sebanyak 10 orang TKI menjadi mahasiswa UT Pokjar Johor. Selanjutnya pendaftaran mahasiswa untuk gelombang kedua dilakukan pada pertengahan tahun 2009 (registrasi 2009.2) dan hasilnya 14 orang menjadi mahasiswa UT Pokjar Johor.
Tahun 2010 (registrasi 2010.1) UT Pokjar Johor mendapat tambahan sebanyak 46 orang mahasiswa untuk gelombang ketiga.

Dokumentasi DPM 2011

Pada tanggal 11 April 2010 KJRI Johor Bahru telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan surat perjanjian kerjasama pelaksanaan Universitas Terbuka di Johor Bahru, yang ditandatangani oleh Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Bapak Jonas L. Tobing, Pejabat Fungsi Pensosbud, Ibu Woro Sawitri Sudharmanto dan Kepala UPBJJ UT Batam, Bapak Paken Pandiangan.
Dan untuk pertama kalinya, pada tanggal 11 April 2010 ini juga UT Pokjar Johor mengadakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) yang di ikuti oleh seluruh mahasiswa UT Pokjar johor mulai dari gelombang 1 s/d gelombang 3.

OSMB 2011

OSMB 2011
Pertengahan tahun 2010 (registrasi 2010.2), UT Pokjar Johor kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk gelombang keempat dan hasilnya 56 orang menjadi mahasiswa baru.
Keinginan para TKI untuk dapat melanjutkan kuliah cukup besar, ini terlihat dari pendaftaran mahasiswa baru dilakukan setahun 2 kali.
Sejak tahun 2009 hingga saat ini ada lebih dari 400 mahasiswa yang terdaftar di UT Pokjar Johor. Mengingat perkembangan UT Pokjar Johor semakin pesat dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Indonesia, maka untuk kelancaran proses administrasi dibentuklah sebuah badan kepengurusan yang diberi nama Dewan Presidium Mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Johor (DPM UT Pokjar Johor).

Dokumentasi DPM 2010
Dewan Presidium Mahasiswa atau yang sekarang lebih dikenal dengan DPM UT Pokjar Johor merupakan organisasi mahasiswa untuk mempermudah kelancaran adminitrasi mahasiswa dan melaksanakan program akademik maupun program non akademik.

Adapun Ketua DPM UT Pokjar Johor diantaranya :
1. Subana (2010)
2. Arief Ihsan (2011-2012)
3. Juni Fitriyadi (2013-2014)
4. Muhammad Rusli (2015)
5. Gupran (2016)
6. Endri Mardiansyah (2017)
7. Komala Yasni (2018)
8. Endri Mardiansyah (2019)

Pelaksanaan pemilihan ketua DPM dilaksanakan satu kali dalam satu tahun atau dua semester.
Apapun yang kita ciptakan sekarang adalah proses untuk masa depan.

Bergabunglah bersama UT Pokjar Johor.

Senin, 13 Maret 2017

Sosialisasi Pendidikan Dan Ketenagakerjaan Ketiga


Oleh : Ade S dan Fatmi A.S

Senai, 5 Maret 2017, Universitas Terbuka Pokjar Johor bersama KJRI Johor Bahru kembali menggelar acara Sosialisasi Pendidikan Dan Ketanagakerjaan.
Acara yang diadakan di Hostel Perindu 7, Senai, ini terselenggara atas kerjasama antara UT Pokjar Johor, KJRI Johor Bahru dan Perusahaan V.S Industry. Dwiana Nararia selaku pembawa acara mengawali acara dengan bacaan basmallah.

Seperti biasa, sebelum memasuki acara inti diawali dengan sambutan-sambutan. Sambutan dari Ketua Panitia Arizta Abdillah, sambutan dari Puan Aeliya selaku HR V.S Industry, sambutan dari Endri Mardiansyah Ketua DPM UT Pokjar Johor dan sambutan dari AKBP Wino Sumarno staff teknis POLRI KJRI Johor Bahru.

Arizta Abdillah - Ketua Panitia
Puan Aeliya - HR V.S Industry

Endri Mardiansyah - Ketua DPM UT Pokjar Johor

AKBP Wino Sumarno - Staff Teknis Polri KJRI Johor Bahru

AKBP Wino Sumarno dalam sambutan juga menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir agar mematuhi peraturan dan undang-undang yang ada, sehingga tidak menimbulkan masalah yang tidak diinginkan. Beliau juga sedikit menjelaskan tentang ketenagakerjaan yang berkaitan dengan undang-undang tenaga kerja dari kerajaan Malaysia dan juga pemerintah Indonesia.

Memasuki acara inti, peserta yang berasal dari pekerja V.S Industry tampak antusias mengikuti jalannya presentasi yang diisi langsung oleh ketua DPM UT Pokjar Johor, Endri Mardiansyah sebagai pembicara dalam kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan seputar UT yang dilontarkan oleh para peserta dalam sesi tanya jawab.


Dalam sela-sela acara, Endri memperkenalkan mahasiswa yang hadir saat itu dan juga memperkenalkan mahasiswa yang berasal dari kilang V.S untuk lebih menarik minat para peserta agar lebih tergerak untuk ikut serta mengenyam pendidikan di UT Pokjar Johor.
Selain dari 100 lebih peserta yang hadir, acara ini juga dihadiri oleh 26 mahasiswa UT Pokjar Johor dan 3 staff KJRI Johor Bahru.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan minat belajar para pekerja Indonesia agar lebih memanfaatkan waktu luang (cuti) mereka dengan mengenyam pendidikan lanjutan seperti yang dituturkan oleh Bapak Ridwan Prawira Kusumah, “Sambil menyelam minum air. Maksudnya kita disini bukan saja bekerja untuk mencari uang semata tapi kita juga sambil mencari ilmu” tutur beliau saat memberikan wejangan kepada para peserta yang hadir.

Ridwan P Kusumah - Staff Pensosbud KJRI Johor Bahru
Selain sambutan-sambutan tersebut, acara juga diisi dengan pengenalan UT dan apa saja yang ada didalam UT, seperti kegiatan belajar-mengajar, penerimaan mahasiswa baru, fasilitas UT, kegiatan Ekskul dan yang paling penting tentang persyaratan. Bagaimana sih cara registrasi untuk menjadi mahasiswa UT?
Tentu semua itu sudah dijelaskan, tetapi untuk lebih jelasnya kami mempostingkan kembali syarat-syarat untuk menjadi mahasiswa UT.

Persyaratannya mudah, cukup meyerahkan fotocopy ijazah SMA/sederajat yang sudah dilegalisir 1 lembar, pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar dan uang registrasi sebesar kurang lebihnya RM494, itu semua sudah termasuk almamater, uniform, uang kas, uang sks juga.

Bagaimana? Mudahkan persyaratan untuk masuk UT? Jadi, tunggu apalagi?.
Berkerja tanpa belajar diibaratkan seperti sayur tanpa garam, kok bisa? Karena keduanya saling melengkapi satu sama lain, kita bisa bekerja karena dimulai dari proses belajar juga, dan untuk mewujudkan cita-cita kita dalam meraih masa depan kita juga harus bekerja. Nah, sekarang sudah tahu kan betapa pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi?

Dengan adanya kegiatan sosialisai tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan semangat para pekerja untuk lebih melangkah maju dalam mewujudkan cita-cita bersama.
Dan akhirnya, acara sosialisasi ditutup dengan pembacaan do’a dari saudara Abdull Rohman dan sesi foto bersama.


Selasa, 28 Februari 2017

Cerita Gagak Ditengah Malam

boombastis.com

 Oleh : V.V.L

Cerita gagak ditengah malam, penyampai rasa kegundahan.
Adakah kabar membawa kematian?
24 jam ia mengintai.
24 jam tanpa disadar.

Cerita gagak malam, ditengah malam.
Serigala galak menggungggung dibalik gunung yang gelap.
24 jam napas terengah-engah.
24 jam seakan panjang.

Bumi panas seakan tak nyaman, katanya kiamat kian dekat.
Perubahan global membuat takut.
Takut mati, takut miskin dan takut untuk semua hal.

Ricuh, porak poranda diberbagai negeri dibelahan dunia.
Mungkin sudah kehendak Tuhan.
Tapi manusia berkedok kebohongan mengatas namakan kemiskinan.
Namun hanya menyenangkan dirinya saja.

Oh, gagak ditengah malam, janganlah lagi
menyampaikan kegundahan.
Selalu bertanya pada manusia lain
Sudakah memperlakukan orang lain layaknya manusia?
Tapi pernahkah bercermin pada diri?
Pernahkah meringankan beban sesama saudara?
Karna seteguk air putih saja pun sudah bisa melegakan kerongkongan yang haus.

Lalu, haruskah menunggu kaya?
Haruskah menunggu lapang?
Sampai pada akhirnya merasakan sempit rezeki, Tuhan.

Untuk seorang yang pelit. (V . V . L)

Wajah-Wajah Pejuang

Aim Matul Khana

Oleh : Aim Matul Khana
Penyunting : Endri Mardiansyah

Entah sudah berapa cangkir kopi yang ku habiskan bersama sang waktu. Entah berapa mangkuk maggi yang biasa ku santap disaat kemalasan menyapa.
Entah berapa judul buku yang kadang hanya ku bolak balik lembarannya.
Entah berapa bait puisi palsu, puisi rahasian dan puisi yang ku buat kemudian ku koyak lalu ku buang.

Aaahhh, entahlah kenapa seperti ini. Terkadang memang tak masuk akal, kenapa seseorang bisa menghabiskan waktu hanya dengan memegang buku tanpa membuka lembarannya, duduk termangu didepan tv berlama-lama, tapi tak tahu apa yang ditontonnya.

Duduk di toilet berjam-jam pun juga ada. Terpaku menatap layar monitor dengan jari-jari siap menari diatas keyboard. Tapi apa?, tak ada satu huruf pun yang tertera dilayar. Kenapa? adakah seseorang yang mampu menjabarkannya.

Aku sendiri pun seperti sudah kehabisan cara untuk bisa menolak yang tidak ku suka. Karena semakin ia ku tolak serasa semakin dekat dan tidak nyaman dengan ku. Ahhhh, entahlah.
Ku coba meresapi bersama sang waktu yang membawaku ke berbagai penjuru. Tak ingin ku berdiri mematung, hanya bisa menyimpan mimpi tanpa ada usaha mewujudkannya. Atau sekedar membaca buku tentang perjuangan, sekedar melihat mereka yang bergegas bersama ransel keyakinan yang kuat bahwa mereka mampu mewujudkan angannya.

Tidaaak, aku tak ingin hanya bermimpi.
Aku ingin mewujudkan mimpi  yang sederhana ini. Mimpi yang tiada seorangpun yang tahu, Ya Rabb mudahkanlah jangan sulitkan. Sekecil apapun mimpi itu apabila sudah pernah ada usaha mewujudkannya, namun tak berhasil jua, tak mengapa, yang terpenting kita sudah berusaha berjuang. Mungkin hari ini GAGAL, tapi tidak untuk besok. Keep on doing your best sampai tiba waktunya untuk pulang.

Semangat yang sesungguhnya itu adalah semangat yang kian membakar jiwa yang istiqomah dengan usaha. Bukan semangat yang muncul ketika atau saat dilihat orang-orang tanpa adanya usaha yang berkesinambungan. Lindungi SEMANGATMU dengan do'a. Minta kepadaNya dengan kerendahan hati, bahwa tanpaNya, aku, kamu dan kita bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa- siapa.

Tak perlu memelihara kotak congkak didalam diri. Tak perlu memelihara koper yang isinya hanya kata ''benci" dan saling ''mencaci'', karna semua itu hanya akan membawamu kepada kehancuran yang nyata. Peliharalah jiwa yang pengasih dan hati yang tulus walaupun itu susah. Tetaplah berusaha, jangan menyerah hanya karna mendengar ocehan yang tak memotivasi.

Bagiku, sebuah perjuangan tanpa ketulusan itu ibarat makan mendoan tanpa balutan tepung (berarti bukan mendoan, ya kan).

Kawan, dimanapun aku, kamu dan kita berada, tetaplah berjuang, tetap semangat tanpa ada kata berhenti atau menyerah sebelum berjuang. Jalan terjal telahpun siap menyambut kaki para pejuang sejati. Jurang yang curam siap menjadi penonton yang menyaksikan kaki yang menari diatas kerikil tajam. Hingga akhirnya benar-benar bisa menyuguhkan tarian yang indah.

Sakit, sedih, perih, lelah, senyum dan tawa hanya benar-benar bisa diresapi oleh seseorang yang berhati tulus. Mereka paham kapan dan dimana ia harus benar-benar meletakkan itu semua.
Tanpa adanya bumbu kepura-puraan, jujur dan apa adanya adalah modal pelajar dan pejuang selain dari pada ''SEMANGAT".

Tak perlu malu bila papa, dan tak perlu minder bila memang belom tahu. Don't be shy to ask and keep on doing it everyone has flaws.

So, jangan takut, yang terpenting adalah tetap bergerak, berusaha dan menghindar dari kata monoton. (A.M.K)

Selamat Berjuang kawan.

Salam semangat, ''Bersatu kita teguh bercerai kita bersatu Lagi"


Untuk mu Indonesia.
kami pejuang di negeri jiran.
Untuk mu Indonesia.
Kami Tulus belajar.
Demi masa depan.
Demi generasi cemerlang.
Demi Indonesia.
Demi cinta ibu pertiwi.

Internet Gratis Untuk Mahasiswa UT

Oleh : Endri Mardiansyah

Universitas Terbuka (UT) sejak beberapa tahun terakhir telah memberikan jaringan internet nirkabel secara gratis bagi mahasiwa UT yang berada di Indonesia guna memudahkan mahasiswa dalam mengakses materi pembelajaran melalui situs-situs UT seperti Tutorial Online (TUTON), Ruang Baca Virtual (RBV) dan lain sebagainya.

Dalam pemberian jaringan internet gratis bagi mahasiswa ini, UT bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia selaku penyedia layanan @wifi.id, jadi hanya mahasiswa UT yang berada Indonesia saja yang dapat mengakses @wifi.id ini.

Berikut langkah-langkah untuk mengakses wifi.id secara gratis bagi mahasiswa UT.


1. Pastikan mendapatkan jaringan @wifi.id yang benar dan statusnya connected/terhubung.
Jaringan nirkabel wifi.id biasanya terdapat di @wifi.id Corner yang disediakan oleh PT. Telkom
Indonesia dan di pusat keramaian, seperti mall, bandara, stasiun, dll. Berhati-hatilah terhadap
jaringan nirkabel yang memakai nama @wifi.id, yang tidak terhubung dengan internet. Setelah muncul halaman depan, Anda klik "KLIK DISINI" (bagian kanan atas).


2. Setelah terhubung/connected dengan jaringan nirkabel @wifi.id, bukalah browser (chrome,
firefox, dll.). Untuk pertama kali anda akan mendapatkan tampilan halaman seperti diatas, lalu klik tautan Komunitas, kemudian klik pada tautan komunitas kampus.



3. Setelah memilih komunitas kampus, maka akan tampil halaman User Login. Mahasiswa aktif
UT, masukkan NIM Anda, ditambahkan “@ut.ac.id” (contoh: 123456789@ut.ac.id) pada
kolom Username.
Pada kolom Password, masukkan masa registrasi awal Anda di UT
ditambahkan tanggal lahir Anda, contohnya; jika Anda registrasi awal di UT pada 2011.2 dan
tanggal lahir Anda 4 September 1984, maka password-nya 2011204091984.
Lalu klik LOGIN
untuk melanjutkan.

4. Jika proses User Login berhasil, selanjutnya Anda tinggal menikmati jaringan internet gratis melalui @wifi.id.

Jika tidak ada kendala dari tahap awal, maka Anda telah dapat menggunakan fasilitas jaringan internet nirkabel @wifi.id untuk mengakses informasi dan materi belajar dari www.ut.ac.id ataupun sumber lainnya di internet. (E.M)

 Selamat belajar..!!!!

Senin, 27 Februari 2017

Aku Ingin Itu, Tapi Tuhan Beri ini


Oleh : Sheila Febriyanti
Penyunting : Endri Mardiansyah

Dulu, aku pernah bercita-cita menjadi seorang dokter. Bukan dokter yang mengobati orang-orang dengan keluhan sakit panas, sakit gigi atau semacam dokter umum, melainkan dokter spesialis kejiwaan. Ya, aku selalu memimpikan suatu hari aku bisa mengobati mereka para penderita gangguan kejiwaan, yang kadang-kadang ku temukan mereka terlantar di jalan-jalan raya. Entah apa yang membuatku sangat berambisi menjadi dokter spesialis kejiwaan, ingin sekali aku menyembuhkan mereka atau setidaknya tidak ada lagi diantara mereka para penderita gangguan kejiwaan yang berkeliaran terlantar di jalan raya. Betapa sakitnya tak pernah mereka rasa.

Setiap hari selalu aku berdoa, semoga setelah SMA aku lulus dengan nilai yang cukup untuk masuk disalah satu perguruan tinggi negeri yang sudah ku targetkan sebelumnya. Aku memilih Universitas Indonesia (UI) Fakultas FMIPA jurusan Psikologi dan pilihan kedua Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Fakultas FMIPA jurusan Psikologi.

Sampai pada hari dimana jalur masuk perguruan tinggi negeri dibuka melalui SNMPTN. Aku langsung mendaftarkan diri melalui jalur tersebut dan dengan tujuan PTN yang sudah ku pilih.
Tapi, ketika pengumuman hasilnya keluar aku kaget karena pasword SNMPTN milikku salah dan tidak bisa dibuka.
Aku menangis seharian karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Aku tidak menyerah sampai disini, aku mencoba jalur kedua yaitu SBMPTN lewat tes tulis. Hari itu juga aku minta izin ibuku dan pulang ke rumah sebab mendaftar SBMPTN membutuhkan biaya. Aku bergegas pulang dari pondok pesantren. Yaa aku salah satu santri dari Assalafiat Babakan-Ciwaringin Cirebon, hari itu juga aku izin pulang kepada Nyai ku.

Setibanya di rumah aku memberi kabar kepada ibuku bahwa aku ingin mengikuti SBMPTN jalur tes. Tapi jawaban yang ku dapat dari ibuku membuat aku patah, semangat sebab ibuku tidak mengizinkanku kuliah di luar kota. Aku menangis sejadi-jadinya waktu itu tanpa ibuku mau perduli, aku menelefon salah satu sahabatku yang kini dia menjadi suamiku sendiri. Aku menelfon meminta bantuannya untuk menjemputku pergi ke warnet, karena saat itu aku belum punya android ataupun laptop. Lalu sahabatku datang menjemput dan mengantarkanku pergi ke warnet. Akhirnya langkah pertama selesai, yaitu mencetak nomor urut yang ku punya di SBMPTN dan membayar insurannya.
Tinggal menunggu hari dimana tes tulis dilakukan, aku mendapat lokasi yg lumayan jauh dari tempat tinggalku dan untuk mencapai daerah itu aku membutuhkan ongkos ekstra karena pasti disana aku juga butuh makan.

H-1 tes tulis tiba, aku bingung tidak punya uang simpanan sama sekali. Spontan saja aku menelfon sahabatku (suamiku) untuk memberiku solusi agar bisa pergi kesana. Kita berdiskusi dan memutuskan untuk "ngamen" karena diantara kedua sahabatku tidak ada yang punya simpanan uang. Malam harinya aku dan kedua sahabatku pergi "ngamen" di tempat wisata kota yang ramai pengunjung. Dan hasilnya mengejutkan, aku mendapat recehan lebih dari cukup, aku tersenyum dan kedua sahabatku merasa ikut lega.
Kita kembali ke rumah dengan senyum lebar, tapi ku ingat tepat hari itu juga sahabatku yang kini menjadi suamiku berulang tahun. Setelah ku hitung rasanya cukup untuk ku belikan satu buah kue ulang tahun untuknya, toh uang ini juga hasil bersama. Aku dan sahabat laki-lakiku yang satu lagi bergegas membelikan kue ulang tahun untuknya. Rasa bahagia, haru semua bercampur menjadi satu, aku merasa mempunyai keluarga yang istimewa seperti mereka berdua, aku bahagia memiliki sahabat seperti mereka.

Hari tes tulis tiba, aku diantar dua sahabat laki-laki ku berangkat ke daerah dimana aku tes tulis. Kita menunggu bus pukul 06.00 wib, entah kenapa hari itu tidak ada satupun bus yang melintas.
Aku memutuskan untuk mencari omprengan dan waktu itu ada truk minyak melintas, spontan saja dua sahabatku melambai-lambaikan tangan kode bahwa kita mau menumpang. Dan nasib baik pagi itu supir truk mau memberikan tumpangan pada kami.

Perjalanan masih jauh waktu tes dimulai pukul 08.00 wib dan jam sudah pukul 07.30 wib. Aku panik dan hanya berdoa semoga aku tidak terlambat. Pukul 08.10 wib aku masih di jalan dengan jarak yang masih jauh dengan tempat tes ku. Sampai pukul 09.00 wib tepat aku baru sampai di tempat tes tulis, aku bergegas lari mengabaikan satpam yang berteriak-teriak memanggilku, aku langsung mencari ruangan dan tempat duduk dimana aku akan mengerjakan soal-soal yang di ujikan. Aku beruntung karena pengawas ruangan tempatku memperbolehkan aku tetap masuk meski sudah telat satu jam lebih.

Dengan nafas terengah-engah aku mengerjakan soal-soal dan tak lupa berdoa sebelum mengerjakannya. Aku teringat tidak ada izin dari ibuku hari itu, tapi ah kupikir sepeleh saja, toh kalau aku diterima pasti beliau mau membiayai kuliahku.
Tes selesai, waktunya kembali ke rumah.
Dengan wajah memelas kedua sahabat ku, aku tidak tega melihat mereka lesu, aku mengajak mereka mencari makan di warteg pinggir jalan.
Aku salut dengan kesetiaan kedua sahabat laki-laki ku ini, aku tidak tahu membalas jasa mereka dengan apa. Aku menganggap mereka seperti kedua kaka laki-lakiku sendiri.

Tiba juga hari pengumuman hasil seleksi tes tulis atau yang biasa di sebut SBMPTN.
Aku mengeceknya via warnet dengan teliti, aku bahagia diterima disalah satu perguruan tinggi negeri yang aku inginkan walaupun bukan pilihan yang pertama tapi aku tetap bahagia.
Aku memberitahu ibuku, tapi dengan jawaban yang sama ibuku tetap kukuh tidak mengizinkanku kuliah di luar kota.
Tanpa restu ibu aku bukan apa-apa, aku memutuskan mundur dan tidak melanjutkan kuliah dimanapun.

Hari-hari semakin murung, sampai pada suatu hari aku di hianati pacarku tepat didepan mataku dan sahabatku. Aku semakin hancur tidak ada semangat lagi yang ku rasa, tapi sahabatku selalu memberiku semangat dan menghiburku dengan ide-idenya yang gila. Sampai pada suatu moment, salah satu sahabat laki-lakiku mengutarakan sebuah perasaan yang dia anggap lebih dari sekedar sahabat. Aku terkejut, takut sekaligus mendadak nervous saat dia mengatakan sayang sebagai kekakasih padaku tapi ku jawab " yaa gue tau lo sayang gue so pasti kan elo sahabat terbaik gue" sambil nyengir aku menjawabnya.

Satu bulan lamanya kita lebih dekat dari sekedar sahabat, sampai kalimat yang tak aku duga terucap dari mulutnya "Sheil, gue pengen punya temen, gue sepi sendirian terus bosen. Gue pengen punya istri". Dia menatap ke arahku dan aku membalasnya dengan senyum dan menjawab "yaa, aku siap".

Ternyata bukan ucapan yang main-main satu minggu setelah itu sahabatku datang dengan bapak juga keluarganya, aku kaget dan sama sekali tidak menyangka bahwa ucapannya serius. Hari itu juga aku dilamar dan menentukan hari qabiltu (ijab qabul).
Tepat 1 Muharram 1436H atau 25 Oktober 2014 aku melangsungkan pernikahan di kediaman ku, seperti mimpi semua itu berlangsung haru bahagia aku melepas masa lajangku.

Setelah menikah kita sudah tinggal berdua tanpa ibuku atau ibu mertua. Aku tinggal di rumah peninggalan nenek suamiku.
Suamiku yang waktu itu masih pengangguran bergegas mencari info pekerjaan dan didapatnya info kerja sebagai sales bank harian yang tugasnya menagih hutang para nasabah dan aku mengajar di madrasah diniyah tempat bibi suamiku mengajar.

Satu tahun kemudian suamiku mendapat info kerja di Malaysia dan dia berminat berangkat kesana dan aku pun ikut mendaftar karena lowongan untuk pekerja perempuanpun ada.
Aku berangkat lebih dulu ke Malaysia, lalu 4 bulan kemudian suamiku menyusul dengan pekerjaan yang berbeda denganku juga tempat yang berbeda, aku di Senai dan suamiku di Pandan.

Setahun lamanya di Malaysia, tepat di hostel/asrama tempatku tinggal mengadakan sosialisasi pendidikan dari Universitas Terbuka Pokjar Johor yang kebetulan waktu itu aku juga mengisi salah satu acara selingan dengan bernyanyi sambil main gitar dan aku mengundang suamiku untuk hadir di acara itu.

Awalnya aku sempat ragu karena ku kira UT adalah Universitas swasta, tapi setelah ku tahu ternya UT termasuk PTN yang ada diseluruh pelosok Indonesia dan juga ada hampir diseluruh dunia dan aku tertarik kuliah kembali melihat kaka-kaka mahasiswa yang ikut sosialisasi waktu itu memakai almamater UT. Dan ketua hostelku sendiri salah satu mahasiswa UT yang sekarang menjabat sebagai ketua DPM di Universitas Terbuka Pokjar Johor, hari itu juga aku dan suamiku bertanya banyak tentang UT sampai aku benar-benar yakin untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja. Waktu itu suamiku tidak mau kuliah, dia bilang aku saja yang kuliah tapi aku memaksa dan meyakinkannya untuk bersama-sama melanjutkan kuliah sambil bekerja dan akhirnya suamiku mau.


Aku dan suamiku menjadi mahasiswa baru di 2016.2 Universitas Terbuka Pokjar Johor dengan mengambil jurusan yang berbeda, aku di Sastra Inggris dan suamiku di Ilmu Komunikasi. Cita-cita yang dulu menggebu dan sempat terabaikan kini kembali membakar semangatku, tapi ku tepikan menjadi dokter spesialis kejiwaan karena untuk mencapai semua itu aku perlu ridho suami serta ibuku. Aku tidak mau memusingkan kedua orang itu, orang yang aku sayang orang yang menjadi penentu surgaku. Ternyata Tuhan lebih tahu apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan. Dan aku yakin Tuhan memberi jalan bagi mahkluknya yang berikhtiar.

Tak lupa aku meminta izin kepada ibuku untuk melanjutkan kuliah di Malaysia bersama suamiku, dengan senyum bahagia ibuku terharu dan memberikan izin serta doanya padaku. Ya bu, walau aku sudah bersuami tapi doa ibu tetap ridho Allah.

Hampir satu semester berlalu aku mendapati kabar bahagia, aku hamil.
Betapa aku tidak bisa mengekspresikannya sebab kontrak kerjaku belum habis, ditambah aku punya tanggung jawab atas kuliahku.

Aku benar-benar bingung, tapi suamiku yang sekarang menjabat sebagai ketua jurusan Ilmu Komunikasi selalu menenangkanku dengan nasehat-nasehatnya. Bahagianya aku memiliki sahabat sekaligus pendamping hidup seperti suamiku.


Tiba dimana hari aku harus pulang ke Indonesia setelah UAS semester satu ku selesaikan. Betapa senangnya kuliah di Universitas Terbuka Pokjar Johor, aku tidak harus bertemu dengan dosen dan berangkat kuliah setiap harinya, UT ada diseluruh daerah Indonesia dengan sistem pembelajaran jarak jauh, UT juga ada hampir diseluruh negara. Tapi mungkin masih belum banyak yang mengenal Universitas Terbuka, aku harap aku bisa membawa nama UT agar lebih familiar dan banyak peminatnya, karena aku tahu pasti banyak lulusan SMA yang ingin lanjut kuliah tapi terkendala biaya juga mungkin waktu dan UT adalah solusi dari mereka yang ingin kuliah tanpa terbatas biaya juga waktu. Karena UT termasuk PTN yang ramah di ongkos dan terjangkau di waktu. Juga usia tidak menjadi batasan untuk menimba ilmu karena kita di wajibkan mencari ilmu/belajar sampai ke liang lahat.
Dan menurutku kuliah tidak harus di perguruan tinggi ternama atau terpopuler, karena dimana pun kita kuliah hanya wawasan dan skill yang menentukan rating kita sebagai mahasiswa.

Tepat hari ini dimana perutku semakin membuncit di usia kandunganku yang ke 34 minggu aku baru sempat menuliskan cerita atau lebih tepatnya memory tentang perjalananku menuju Universitas Terbuka. Aku mohon maaf apabila ada kesalahan kata yang kurang berkenan dihati para pembaca.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembacanya. (S.F)