Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Rabu, 14 Desember 2016

Pelantikan Pengurus DPM UT Pokjar Johor 2016 - 2017

Suasana Pelantikan Pengurus DPM

By : Diana Fitri Aryaningsih.
Editor : Endri Mardiansyah.

Johor Bahru, Minggu, 10 Desember 2016. Universitas Terbuka Pokjar Johor melaksanakan pelantikan pengurus Dewan Presidium Mahasiswa UT Pokjar Johor 2016/2017. Acara yang diselenggarakan di Aula KJRI Johor Bahru itu berlangsung dari pukul 10.00am sampai 1.00pm. Turut hadir Bapak Haris Nugroho selaku Konsul Jendral RI Johor Bahru dan Ibu Dewi Lestari S.E selaku Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru sekaligus Pembina UT  Pokjar Johor.

Saudara Muhammad Tobiin sebagai pembawa acara mulai membacakan susunan acara pelantikan pengurus DPM UT Pokjar Johor.

Muhammad Tobiin - Pembawa Acara

Diawali dengan pembacaan doa oleh Saudara Abdul Rohman, kemudian disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya diikuti oleh seluruh tamu dan mahasiswa yang dipandu oleh Dwiana Nararia .

Abdul Rohman - Pembaca Doa

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Selanjutnya adalah sambutan dari ketua terpilih yakni Endri Mardiansyah. ia menyampaikan harapan atas kepengurusan yang baru dapat memberikan yang lebih baik lagi. Serta mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak KJRI Johor Bahru yang telah memfasilitasi, membimbing dan mendukung dengan penuh kegiatan yang diselenggarakan UT Pokjar Johor selama ini.

Endri Mardiansyah - Ketua DPM 2016-2017

Sambutan kedua disampaikan ibu Dewi Lestari S.E. Beliau berpesan agar kepengurusan DPM yang baru dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar seoptimal mungkin dalam aktivitas keorganisasian. Harapan beliau kedepannya agar lebih meningkatkan nilai akademik dan pengurus DPM yang baru bisa memberikan contoh kepada mahasiswa lain bahwa dengan berorganisasi, belajar dan bekerja juga mampu memperoleh hasil yang baik.

Ibu Dewi Lestari - Pembina UT Pokjar Johor

Sambutan terakhir diisi oleh Konsul Jendral RI yaitu bapak Haris Nugroho. Pada kesempatan ini, beliau menyatakan rasa bangga kepada warganegara Indonesia di Johor Bahru telah memprakarsai berdirinya Universitas Terbuka yang pertama di Malaysia. Beliau menuturkan sangat berkesan kepada mahasiswa UT yang memiliki semangat tinggi, tidak hanya ingin bekerja di Malaysia namun juga meningkatkan taraf pendidikan yang lebih baik. Selain itu, beliau juga menyampaikan  terima kasih kepada kepengurusan sebelumnya atas sumbangsihnya bagi UT Pokjar Johor.

Bapak Haris Nugroho - Konsul Jenderal RI Johor Bahru


Sebelum menutup  sambutanya, bapak Haris Nugroho menyisipkan pantun.

Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal Sembilan.
Tuntutlah ilmu sungguh-sungguh, agar anda tidak ketinggalan.

Menginjak acara keenam adalah pembacaan SK Ketua DPM oleh Seli Margareda Rini.

Sela Margareda Rini - Pembaca SK Ketua DPM

Tiba pada sesi yang berikutnya yaitu pelantikan pengurus DPM UT Pokjar Johor periode 2016-2017.
Berikut struktur organisasi Pengurus Dewan Presidium Mahasiswa (DPM) 2017 :

Ketua : Endri Mardiansyah
Wakil Ketua : Kiswanto
Sekretaris I : Welly Mareta Anggraeni.
Sekretaris II : Eny Zulaikah.
Bendahara I : Ika Yunita Lestari.
Bendahara II : Dwiana Nararia.
Humas : Ahit Nur Anisafin.
Logistik : Abdul Rohman.
IT dan Informasi : Diana Fitri Aryaningsih.
Perpustakaan : Rustini.
Ekskul : Mira Pujiati Sapitri.
Akademik : Puji Indah Permata Sari.

Ketua Jurusan :
- Manajemen : Arizta Abdillah.
- Ilmu Komunikasi : Muhammad Tobiin.
- Sastra Inggris : Dewi Ambarwati.
- Administrasi Negara : Seli  Margareda Rini.

Pengurus DPM 2016-2017

Penyematan Tanda Pengurus Oleh Konjen RI Johor Bahru



Pengurus DPM bersama Konjen RI Johor Bahru dan Pembina UT Pokjar Johor
Ditandai dengan menyematkan tanda pelantikan kepada Endri Mardiansyah oleh Bapak Haris Nugroho.
Kemudian dipenghujung acara foto bersama. Selesai



Selasa, 25 Oktober 2016

Sosialisasi Pendidikan UT Pokjar Johor

Peserta Sosialisasi Pendidikan
Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah bunyi dari pembukaan Undang Undang Dasar 1945.
Dengan begitu, pemerintah mempunyai tanggung jawab penuh dalam memberikan akses pendidikan bagi Warga Negara Indonesia dimanapun berada.

Minggu 23 Oktober 2016 Universitas Terbuka Pokjar Johor dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru kembali mengadakan Sosialisasi Pendidikan bagi Tenaga Kerja Indonesia di Johor Bahru - Malaysia.

Dengan mengusung tema "TKI Berpendidikan dan Berbudaya" acara yang dilaksanakan di Hostel Perindu 7 V.S Industry (Tempat tinggal pekerja Indonesia) ini merupakan kegiatan keduakalinya yang dilaksanakan diluar kantor KJRI Johor Bahru, yang mana acara ini pertamakali diadakan di Hostel Perindu 3 Yamauchi.

Acara yang dimulai tepat jam 10 pagi ini dihadiri sekitar 200 pekerja Indonesia. Dan acara ini juga dihadiri oleh pihak HR V.S Industry Puan Aeliya dan pihak KJRI Johor Bahru AKBP. Wino Sumarno (Staff Teknis Polri KJRI JB).


Puan Aeliya (HR V.S Industry)
Lagu Indonesia Raya berkumandang tanda dimulainya acara sosialisasi pendidikan ini.
Diawali sambutan dari HR V.S Industry, Puan Aeliya dalam sambutannya mengatakan beliau sangat menganjurkan dan sangat mendukung para pekerjanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi agar pekerja yg telah tamat kontrak dan pulang ke Indonesia mampu mempunyai kehidupan yang lebih baik lagi. Beliau juga berpesan kepada para pekerjanya, untuk dapat mengurangkan aktivitas-aktivitas yang tidak bermanfaat.

AKBP Wino Sumarno (Staff Teknis POLRI KJRI Johor Bahru)
Senada dengan apa yang disampaikan oleh perwakilan HR V.S Industry, AKBP Wino Sumarno selaku perwakilan dari KJRI Johor Bahru, beliau sangat mendukung para TKI yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk kehidupan yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Beliau berharap para TKI di Malaysia dapat mentaati aturan-aturan serta undang-undang di tempat kerja mau di tempat tinggal.

Setelah sambutan dari pihak perusahaan dan pihak KJRI Johor Bahru, UT Pokjar Johor memberikan kenang-kenangan kepada pihak V.S Industry sebagai bentuk terima kasih karena telah mendukung terselenggaranya cara sosialisasi ini.

Endri Mardiansyah (Wakil Ketua DPM UT Pokjar Johor)


Memasuki acara inti, Endri Mardiansyah selaku Wekil Ketua DPM UT Pokjar Johor memperkenalkan dan memaparkan secara rinci tentang Universitas Terbuka kepada para peserta mulai dari legalitas UT, sistem belajar, persyaratan kuliah, biaya kuliah, program studi dan jadwal belajar.

Setelah memperkenalkan dan memaparkan tentang Universitas Terbuka, acara dilanjutkan dengan tanya jawab dari peserta.
Di sesi tanya jawab ini, kebetulan peserta yang hadir mayoritas baru lulus SMA dan baru bekerja di Malaysia selama 5 sampai 6 bulan, jadi pertanyaan yang paling banyak ditanyakan adalah kendala persyaratan. Rata-rata mereka menanyakan persyaratan yg harus penuhi adalah foto copy ijazah yang telah dilegalisir, sedangkan ijazah mereka masih di sekolah dan belum melakukan cap tiga jari. Untuk menjawab pertanyaan itu, Endri Mardiansyah tidak banyak memberi solusi, karena persyaratan terpenting memang harus menggunakan fotocopy ijazah yang telah dilegalisir. Walaupun demikian, Endri dan pengurus yang lain tetap berusaha mencari solusi atas kendala teman-teman tersebut dengan mengajukan permasalahan terhadap kepada Ibu Dewi Lestari selaku Pembina UT Pokjar Johor.

Pengurus DPM UT Pokjar Johor bersama Manajemen V.S Industry
Tidak terasa jam telah menunjukan pukul 12:20. Seluruh rangkaian acara telah selesai dilaksanakan.
Berakhir sudah kegiatan Sosialisasi Pendidikan kali ini, Semoga dengan adanya acara seperti ini kita semua mampu menjadi TKI yang berpendidikan dan berbudaya.

Terima kasih V.S Industry, terima kasih untuk para peserta yang sudah hadir. 

Senin, 08 Agustus 2016

Mahasiswa Universitas Terbuka Ikuti Kuliah Umum di KJRI Johor Bahru




Hasil gambar untuk tian belawati


Sumber dari : http://www.kemlu.go.id/johorbahru/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Kuliah-Umum-UT.aspx

Senin, 8 Agustus 2016,KJRI JOHOR BARU,
"Mahasiswa UT harus percaya diri", demikian diungkapkan Prof. Ir. Tian Belawati M.Ed. Ph.D., Rektor Universitas Terbuka dalam Kuliah Umum bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) di Malaysia dan Singapura pada 7 Agustus 2016 di Aula KJRI Johor Bahru.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Kepala UPBJJ UT Batam, dan pengurus UT Pokjar Johor dan Pokjar Kuala Lumpur.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur mengingatkan mahasiswa UT harus selalu bersyukur dan memanfaatkan kesempatan yang telah mereka dapatkan selama belajar di UT. "Saya terus mendukung perkembangan UT khususnya di wilayah Malaysia" , demikian diungkapkan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto.

Rektor UT mengatakan bahwa kualitas UT sudah bisa disejajarkan dengan universitas negeri di Indonesia. "Kita sudah diakui secara nasional dengan mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan juga diakui oleh international Council for Distance Education (ICDE)", kata Prof. Tian Belawati. Dalam paparannya, Rektor UT menjelaskan mengenai filosofi didirikannya UT serta bagaimana perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat mendukung pendidikan jarak jauh. "UT memberikan makna baru terhadap istilah mahasiswa abadi", ungkap Prof. Tian. Dijelaskan lebih lanjut bahwa mahasiswa abadi tidak lagi berarti mahasiswa yang tidak selesai-selesai kuliahnya. Melalui UT, mahasiswa abadi berarti long-life learning (pembelajaran seumur hidup).

Selain mengikuti kuliah umum, mahasiswa UT juga mendapatkan bimbingan teknis akademik dari Kepala UPBJJ UT Batam, Drh. Ismed Sawir M. Sc.

Dengan terlaksananya Kuliah Umum ini, diharapkan dapat membantu para mahasiswa untuk dapat merasakan iklim akademis yang dapat meningkatkan motivasi mereka untuk belajar dan menyelesaikan pendidikan di UT.

Penyunting : HF 2016

Kamis, 02 Juni 2016

Silaturahmi UT Pokjar Johor & UT Pokjar Singapura



"Mempererat Tali Persaudaraan Sesama Mahasiswa UT"
By : Kiswanto dan Diana Fitri Aryaningsih
Editor : Endri Mardiansyah

29 Mei 2016 menjadi hari yang begitu spesial untuk Universitas Terbuka Pokjar Johor dan Universitas Terbuka Pokjar Singapura. Bagaimana tidak, dua Pokjar Universitas Terbuka yang ada di dua negara yaitu Malaysia dan Singapura menggelar sebuah pertemuan untuk menjalin hubungan silaturahmi.

Bertempat di Aula KJRI Johor Bahru, acara ini berlangsung selama 5 jam. Sebanyak 27 mahasiswi UT Singapura dan 20 mahasiswa/i UT Pokjar Johor mengikuti seluruh rangkaian acara ini. Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Dewi Lestari selaku Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru dan juga penanggung jawab Universitas Terbuka Pokjar Johor Bahru.

Acara yang dipandu oleh Muhammad Reydhi ini dimulai tepat pada pukul 10.00 AM. Mengawali acara, seluruh mahasiswa/i UT Pokjar Johor dan Singapura menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Universitas Terbuka dengan memutarkan sebuah video lirik yang telah disiapkan.

Endri Mardiansyah - Wakil Ketua DPM UT Pokjar Johor
Endri Mardiansyah selaku Wakil Ketua DPM UT Pokjar Johor mewakili Gupran Muhsan yang berhalangan hadir dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh mahasiswi UT Pokjar Singapura yang menyempatkan waktu untuk berkunjung ke UT Pokjar Johor. Ia juga mengutarakan harapannya agar kedepannya kegiatan seperti ini akan mampu untuk terus dilaksanakan.

Legyta Vyky Setyanie
Ketua PM UT Pokjar Singapura
Sama halnya dengan Endri, Legyta Vyky Setyanie selaku ketua PM UT Pokjar Singapura juga mengucapkan terima kasih atas kehangatan yang diberikan UT Pokjar Johor dalam menyambut mereka. Harapan yang sama juga Ia lontarkan agar kedepannya kegiatan untuk bertukar pengalaman ini kerap untuk dilakukan.

Ibu Dewi Lestari
Ketua Pengurus UT Pokjar Johor
Ibu Dewi Lestari juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari UT Pokjar Singapura. Selain itu, Ibu Dewi menyampaikan sedikit masalah yang dihadapi oleh UT Pokjar Johor. Salah satunya adalah kurangnya tenaga untuk melakukan kegiatan registrasi sehingga seluruh kegiatan registrasi masih dilakukan oleh kepengurusan yang diisi oleh mahasiswa itu sendiri. Selain itu untuk masalah tempat pertemuan yang masih memakai Aula KJRI juga masuk sebagai kendala yang dihadapi. Terkadang pertemuan akademik yang sudah terjadwal harus rela dibatalkan karena Aula yang akan digunakan ternyata lebih dulu akan dipakai kegiatan lain. Ini berbeda dengan UT Singapura yang menggunakan gedung Sekolah Indonesia Singapura (SIS) untuk melakukan pertemuan.

Penampilan karate Ariz Abillah

Perkenalan pengurus DPM UT Pokjar Johor

Endri memperkenalkan UT Pokjar Johor
Memasuki acara inti. Endri memperkenalkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa/i UT Pokjar Johor Bahru. Mulai dari kegiatan Outbond, UT Peduli, Paskibraka, beberapa kelas dalam meningkatkan pengetahuan teman-teman UT Pokjar Johor  dan juga UT Mengajar. Sebelumnya Endri memperkenalkan para pengurus DPM UT Pokjar Johor dan juga diisi oleh pertunjukan karate oleh Ariz Abdilah mahasiswa baru UT Pokjar Johor.

Rasa kagum ditunjukan oleh teman-teman UT Pokjar Singapura. Mereka mengatakan bahwa kegiatan UT Pokjar Johor sangat menginspirasi khususnya UT Mengajar. Hal ini diungkapkan oleh Eni Rofiqoh yang mangatakan bahwa kegiatan mengajar di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) adalah kegiatan langka. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut mampu menambah kecakapan kita dalam menyalurkan ilmu yang kita miliki. Ucapan Eni juga dibenarkan oleh Ngatifah selaku humas dan dokumentasi  PM UT Pokjar Singapura.

Mahasiswi UT Pokjar Singapura

Mahasiswi UT Pokjar Singapura

Mahasiswi UT Pokjar Singapura
Sesi tanya jawab merupakan sesi terpanjang dalam acara ini. Antusias besar ditunjukkan oleh temen-temen UT Pokjar Singapura dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Mulai dari kendala hingga hal-hal yang belum pernah dilakukan oleh temen-temen UT Pokjar Singapura khususnya dalam registrasi online. Disamping itu juga teman-teman UT Pokjar Johor mempertanyakan hal-hal khususnya bimbel yang ternyata UT Pokjar Singapura melakukan untuk memantapkan materi kuliah sedang UT Pokjar Johor sama sekali tidak pernah melakukan bimbel terkait mata kuliah yang diambil.


Games cerdas cermat
Setelah kegiatan yang mengharuskan kefokusan, Reydhi menggunakan jaket warna cokelat membuka game untuk mencairkan suasana. Teriakan gembira tedengar dibarengi dengan keceriaan.  Tiga game disiapkan oleh Reydhi. Eatbulaga, cerdas cermat dan acting. Game pertama yang diwakili oleh Destalia, Ella dan Ariz Abdillah  mewakili UT Pokjar Johor melawan Masrifah, Siti Kurniasih, dan Rita Purbasari yang mewakili UT Pokjar Singapura. UT  Pokjar Singapura dengan mudah memenangkan game pertama. Digame kedua UT Pokjar Singapura juga dengan mudah memenangkan game cerdas cermat. Khayati dan Hamida menambah keungggulan setelah mengalahkan Linlin dan Gita di game cerdas cermat.


Di game ketiga, kedua kelompok memberikan tampilan yang sama-sama bagus di game acting. Linlin, Welly dan Desta memberikan acting terbaiknya dan tak kalah seru Jamela, Asih Maryani dan Dewi Purwasih mampu memainkan perannya yang tak kalah hebatnya dengan perwakilan UT Pokjar Johor. Sorak dari teman-teman baik dari UT Pokjar Singapura maupun UT Pokjar Johor membangkitkan semangat serta keakraban dari Universitas Terbuka yang berada di negara berbeda ini.

Penyerahan cinderamata dari UT Pokjar Johor

Penyerahan cinderamata

Endri, Ibu Dewi Lestari & Legyta

UT Pokjar Johor
&
UT Pokjar Singapura



Memasuki acara terakhir penyerahan cideramata oleh dua belah pihak yang diwakili oleh Endri dan Legyta serta Ibu Dewi Lestari. Diteruskan dengan pemutaran video suasana UAS UT Pokjar Johor 2016.1, kemudian penampilan Nuchaku oleh Ariz Abdilah sebagai penutup yang manis pertemuan tersebut sebelum acara sesi foto bersama dan menyantap hidangan makan siang yang telah disiapkan. Tepat pada pukul 03.00 PM rombongan UT Singapura berpamitan dan meninggalkan KJRI Johor Bahru Malaysia untuk kembali ke Singapura.




Minggu, 24 April 2016

Membangun Mimpi Di Negeri Jiran

Diana Fitri Aryaningsih
"MEMBANGUN MIMPI DI NEGERI JIRAN"

Karya : Diana Fitri Aryaningsih (Manajemen)
(Juara Pertama Lomba Artikel UT Pokjar Johor)
Penyunting : Endri Mardiansyah


Nama saya Diana Fitri Aryaningsih. Anak bungsu dari 4 bersaudara. Saya berasal dari keluarga yang sederhana dan memiliki mimpi yang sederhana. “Membahagiakan orang tua”.
Setelah lulus SMK saya putuskan untuk bekerja. Sempat terpikir, andai saja bisa meneruskan sekolah sambil kerja. Karena tidak mungkin membebankan keluarga atau pun minta sokongan kakak yang telah berkeluarga. Mimpi ini masih menjadi angan-angan yang tak berujung. Dari bekerja di Pabrik hingga pelayan sebuah Supermarket tak jua menambah pundi tabungan. Tawaran beasiswa LP3I sewaktu SMK pun tidak saya ambil disebabkan rasa segan jika harus memaksakan pendapatan orang tua kala itu.
Bulan Januari adalah akhir kontrak saya bekerja di Supermarket. Namun jauh-jauh hari saya mendaftarkan diri bekerja di Malaysia pada kantor Agents pemberangkatan TKI. Hanya berrmodalkan cerita teman-teman yang merantau jadilah saya bulatkan tekad untuk mengadu nasib di Negeri Jiran. Orang tua sepenuhnya menyetujui dan berharap anaknya dapat menata masa depan lebih baik.
Tepat di pertengahan bulan April, saya bekerja pada sebuah perusahaan Yamauchi Malaysia Sdn. Bhd. Saat itu juga saya mulai melakoni kehidupan sebagai anak rantau. Kehidupan sosial disini amatlah jauh berbeda jika dibandingkan di Negara sendiri. Pekerja disini tidak hanya dari warga Indonesia saja, pekerja Nepal, Bangladesh, Myanmar, Vietnam menduduki ketenagakerjaan Malaysia. Tidak sedikit TKI terjerumus pada pergaulan bebas, maupun penyakit social lainya seperti Lesbian. Sungguh ironis, niat awal mencari rejeki demi keluarga di kampung malah terjun pada stigma yang salah.
Suatu hari ketika sedang bercakap-cakap dengan teman , salah satu diantara kami menyinggung pasal Universitas Terbuka di Johor Bahru, saat itu saya benar-benar tidak tahu menahu tentang adanya Universitas Terbuka Indonesia di Malaysia. Dibeberkanya bahwa penerimaan mahasiswa baru gelombang pertama di bulan Mei baru di mulai, gelombang kedua pada 21 Juni  2015. Sekedar mengobati rasa penasaran, saya dan rekan saya coba mengunjungi tempat tujuan akhir  minggu ini. Hari yang ditunggu pun tiba. Beralamatkan di Jalan Taat no 46 Johor Bahru. Kami bertolak dari senai menuju Johor Bahru dengan menggunakan bas dan dilanjutkan mengenakan taxi. Kami cukup membayar RM10 untuk dua orang satu taxi. Setiba di depan gerbang Konsulat Jenderal RI Johor Bharu , kami bertanya pada diri sendiri “benarkah ini tempatnya” tidak nampak kegiatan apa-apa didalam halaman KJRI Johor Bahru. Setelah melalui izin satpam, kami diperbolehkan masuk. Seorang yang mengenakan batik menghampiri kami, namanya bang Rusli, merupakan Ketua DPM UT Pokjar Johor periode 2015 . Ia menanyakan maksud kedatangan kami, tanpa ragu saya mengutarakan jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai Universitas Terbuka di sini. Dan ia mempersilahkan kami masuk terlebih dahulu. Walhasil keterangan mengenai penerimaan mahasiswa baru benar adanya, selebihnya ia menerangkan beberapa jurusan yang ada antaranya Manajemen, Komunikasi, Administrasi Negara dan Sastra Inggris. Sedikit ulasan system belajar, anggaran yang musti dikeluarkan tiap persemester dan beberapa data yang perlu dilampirkan sebagai persyaratan registrasi mahasiswa baru. Ternyata biaya per SKS tidaklah semahal yang saya kira, kurang lebih RM300. Secercah sinar menelusup dibilik impian saya.
Setelah merasa cukup dengan informasi yang kami peroleh. Kami pamit untuk pulang. Disepanjang perjalanan kami membahas keinginan masuk Universitas Terbuka Pokjar Johor di bulan Juni, kami sepakat untuk datang mendaftar di gelombang ke2.
Rasa bahagia rupanya dibarengi dengan realita muram. Tanpa saya sadari beberapa orang menganggap kalau meneruskan pendidikan di Malaysia hanya menghabiskan uang, karena sebagai  pekerja kilang yang dituntut 12 jam bekerja bukan hal yang mudah membagi waktunya untuk belajar. Belum lagi dengan system online membuat mahasiswa musti belajar secara mandiri, tidak mendapatkan ajaran secara langsung dari dosen. Tingkat kelulusan belum dapat dipastikan. Hilang uang, habis waktu, menguras tenaga. Sungguh membuat saya goyah, beruntung sekali saya memiliki kawan yang kerap kali memotivasi agar tidak menyurutkan niat kami semula.  Untuk menghindari kontra sosial tersebuat saya urungkan untuk tidak mengabarkan informasi dan hasrat saya meneruskan belajar di UT pada teman-teman perantauan. Pasti lambat laun mereka dapat mengerti bahwa kita bisa melakukan lebih untuk generasi ini. Banyak contoh baik yang mampu kita salurkan sebagai upaya menghilangkan cap buruk pekerja Indonesia di Malaysia.
Tidak patah arang, segala cara saya upayakan demi mimpi pernah tertunda. Senantiasa berprasangka baik bahwa Allah memudahkan hamba-Nya dalam menimba ilmu. Kendala pertama terlampaui, muncul masalah lainya. Lembar foto copy ijazah tidak saya pegang, alhasil musti  memberitahu orang rumah untuk mengirimkan berkas yang saya perlukan. Keika itu orang tua saya agak ragu dengan keputusan meneruskan belajar di UT. Bukan tidak mungkin bila saja saya merasa terbebani dengan dua aktivitas sekaligus. Tetap saya yakinkan kepada keluarga. Dan mereka membolehkan selama semua biaya saya tanggung sendiri dari hasil bekerja.
Hari demi hari terlewati, tetapi berkas belum kunjung sampai menjelang hari yang di tentukan. Hampir menyerah, tiba-tiba bang Endri menanyakan prihal ketersediakan berkas saya. Endri Mardiansyah yang biasa di sapa Bang Endri ialah Wakil Ketua DPM di Universitas Terbuka Pokjar Johor. Ia yang memperkenalkan dan membantu saya untuk masuk ke UT.  Dengan nada mengeluh saya beritahukan jika belum sampai. Lagi-lagi Allah beri saya kemudahan. Bang Endri beri keluangan waktu 1 hari. Bernafas lega sejenak seraya menanti keajaiban akan datang kepada saya. Keesokan hari berkas telah mendarat ke perindu 3. Saya lampirkan dengan segera kepada bang Endri yang kebetulan memang satu kilang Yamauchi.
Dahulu saya menganggap orang yang kurang mampu bisa sukses tidak harus bergelar sarjana asalkan mampu menggali kemampuan diri melalui membaca buku, belajar dari dunia kerja dan kehidupan. Tetapi adanya fasilitas Pemerintah yaitu Universitas Terbuka alternative lain yang sanggup dirasakan Warga Negara Indonesia. Jembatan bagi pemuda pemudi yang kurang beruntung agar memperoleh pemerataan pendidikan tanpa memandang latar belakang sosial, umur dan domisili. Saya selalu ingat dengan kata-kata ini
jika ingin bahagia di dunia maka dengan ilmu. Jikaingin bahagia di akherat maka dengan ilmu”.
Kalimat itu memacu saya untuk berusaha menuntut pendidikan dimana pun dan kapan pun.
Diawal bulan Agustus, saya resmi menjadi Mahasiswa UT Pokjar Johor ditandai dengan pembagian jas almamater dan uniform. Manajemen adalah jurusan yang saya ambil. Mahasiswanya  kebanyakan bekerja dari kilang-kilang di wilayah Johor. Selebihnya pekerja bangunan, asisten rumah tangga maupun pelayan kedai. Saya salut dengan mahasiswa yang belajar di UT Pokjar Johor. Batas usia yang nampak kontras tidak menyurutkan mereka untuk menggali ilmu bersama sebagai TKI Malaysia. Kegigihan para pengurus UT Pokjar Johor patut diacungi jempol, pasalnya waktu, tenaga dan pikiran mereka sumbangkan untuk memperkenalkan Universitas Terbuka pada pahlawan devisa di Malaysia.
Cerita ini tak semulus yang saya perkirakan, meluangkan waktu sejenak untuk membaca materi dan kesempatan mengerjakan tugas adalah kelonggaran yang tidak selalu saya miliki. kepenatan seusai OT (lembur) malam dan paginya berangkat pagi sangat menguras tenaga dan pikiran. Menjadi salah satu hambatan dalam belajar karena sudah terlalu capek menangkap materi. Kesulitan itu rupanya dirasakan mahasiswa lain. Peran serta pengurus UT Pokjar Johor dengan tanggap menyediakan diskusi untuk membahas tentang masalah Tuton yang diadakan setiap hari minggu.
Pada awal semester untuk mengakses materi, saya hanya bermodal ponsel android tidak semua aktivitas tuton melalui ponsel. Ada tugas dua minggu sekali yang mengharuskan menggunakan komputer. Pengalaman ini saya alami, sepulang shift malam istirahat sejenak selanjutnya menuju warnet di daerah Senai padahal dihari yang sama malam nya berangkat OT. Tugas yang menumpuk siap diketik untuk disetorkan, tanpa terasa waktu begitu melarutkan saya pada  pukul 5 petang. Perasaan was-was menghinggapi manakala taxi pada jam-jam sore sepi penumpang. Tidak ada jalan lain selain membayar ongkos lebih kepada supir taxi untuk mengantarkan saya kembali ke perindu. Kembali kerutinitas semula sebagai pekerja di Yamauchi
Banyak segi positif yang saya peroleh sebagai mahasiswa UT. Workshop Travel Writing bersama Gol A Gong adalah kegiatan yang pernah saya hadir pada 6 September 2015. Bisa bertatap muka dan mendengar kisah penulis Balada Si Boy secara langsung merupakan pengalaman yang sangat berkesan. Acara yang diselenggaran di Aula Konsulat Jendral RI Johor Bahru tersebut mnginspirasi saya  bahwa menjadi penulis tidak hanya terpaku di depan computer. 
Antusias pernah hadir dari bang Endri agar saya memposting artikel maupun karangan pada blog Redaksi UT melalui blognya. Wadah para penulis pemula berkarya dalam organisasi yang UT Pokjar Johor kelolah. Berlanjut dikegiatan lain yakni  kumpul bersama Mahasiswa/i UT Johor di Hutan Bandar dan Kompetisi Dance dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-87. Tanpa dinyana saya diperkenalkan oleh bang Depri Mahasiswa UT semester akhir kepada Mba Fitri (Mahasiswi UT) untuk turut serta meramaikan perayaan tersebut mewakili UT. Meski ragu akhirnya saya sambut tawaranya dengan senang hati. Tiap dua minggu sekali kami bertemu untuk latihan dirumah Mba Fitri. Ia begitu sabar dan telaten mengajari gerakan tari. Kerja keras saya dan Mba Fitri belum membuahkan hasil yang manis pada kontes dance itu.  Akan tetapi saya merasa puas melihat partisipasi dan semangat anak-anak UT atas kelancaran acara hingga usai. Kali keduanya saya merasa bangga menjadi bagian dari Mahasiswa. Berkontribusi dalam kegiatan yang diadakan oleh pihak UT maupun Konsulat Jenderal RI. Ini hanya sebagian pengalaman berharga yang saya punya selama bekerja di Malaysia.
Jalan saya masih panjang. Ada keluarga yang harus saya bahagiakan, dan sapa hangat mimpi yang mendekap asa saya. Esok saya akan kembali bersama ilmu yang saya dapatkan disini. Membangun mimpi anak-anak pribumi.
 Dari Malaysia untuk Indonesia……..

Kamis, 21 April 2016

Tidak Ada Yang Tidak Mungkin


Arum Rahayu

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN

Karya : Arum Rahayu (Manajemen)
          (Juara Kedua Lomba Artikel UT Pokjar Johor)
Penyunting : Endri Mardiansyah

Aku terbangun di sepertiga malam, entah apa yang ada dibenakku hingga tak bisa memejamkan mata ini. Dalam sunyinya malam aku termenung meratapi kisah hidupku. Rindu yang tak pernah berujung, rindu akan hangatnya suasana keluarga dan orang-orang tercinta, karena sampai saat ini aku masih berada di perantauan. Dalam masa yang terhitung lama aku bertahan bersama seribu cerita dan cita-cita. Aku bekerja dan terus bekerja, menunda mimpi yang tidak sempat terwujud karena keterbatasan biaya.

Aku pernah berangan ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, tapi apa daya aku harus menelan kenyataan pahit karena anganku tak terwujud. Sampai pada akhirnya aku memilih pergi jauh ke tanah rantau negeri seberang. Berat hati harus berpisah dengan orang-orang tersayang, melangkah pergi bersama sebuah harapan memperbaiki kehidupan menjadi sebuah kebahagiaan.

Aku cukup menikmati hidupku di sini karena dipertemukan dengan sahabat-sahabat berhati mulia melengkapi hari-hariku dengan suka duka bersama-sama. Seorang sahabatku memberitahuku kalau disini bisa bekerja sambil kuliah. Sempat tak percaya sebenarnya, tapi ternyata itu benar. Aku semakin bersemangat dan sangat terobsesi untuk melanjutkan kuliah. Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke sebuah Universitas Terbuka Pokjar Johor Malaysia cabang dari Universitas Terbuka Batam Indonesia. Ini merupakan kuliah dengan metode pembelajaran jarak jauh. Bagiku kuliah dengan system online tidak masalah selagi ada niat dan kesempatan kenapa tidak.

Aku mengambil sebuah program studi Manajemen karena itu yang menjadi minat utamaku. Memasuki semester 1 aku menyesuaikan dan membagi waktuku untuk bekerja sambil kuliah. Keduanya adalah poin penting yang harus aku maksimalkan. Terkadang sesekali aku harus bertahan melawan keadaan tubuh yang kurang fit karena kelelahan tapi tak pernah menyurutkan semangatku untuk tetap belajar, belajar, dan belajar.

Sesekali ketika aku berada pada titik jenuh ku ingat senyuman kedua orang tuaku yang menantikan kesuksesanku, ku yakinkan diri ini, aku gak boleh gagal dan keep strong apa pun cita rasa hidupku. Sampai akhirnya aku bisa menyelesaikan semester 1, menjalani ujian akhir semester dan menantikan hasil nilainya.

Selama masa-masa pembelajaran aku merasakan sebuah keluhan sakit pada bagian tubuhku yang sesekali membuatku lemah dan jatuh sakit. Tetapi tanggung jawabku sebagai seorang mahasiswa harus menyelesaikan tugas-tugasku sebisa mungkin aku lupakan sakitku dan meyakinkan dalam hati aku baik-baik saja dan aku harus bisa. Perasaan lega aku rasakan sesudah semester 1 berjalan sesuai planningku.

Bulan September merupakan bulan dimana aku memasuki semester 2. Suatu hari tepat ditanggal 13 September 2015 aku datang ke klinik kesehatan karena keluhan yang aku rasakan bertambah parah. Di sana aku berjumpa dengan dokter untuk diperiksa. Kemudian dokter memberikan saran untuk bertemu dengan dokter pakar.
17 September aku pergi ke sebuah rumah sakit bertemu dengan dokter pakar. Perasaan takut menyusuri lorong demi lorong rumah sakit sendirian terasa gelap dan tak ada seorang pun yang bisa aku dekap untuk menenangkan ketakutan ini.

Dalam antrian panjang dan waktu yang cukup lama akhirnya aku bisa bertemu dengan dokter pakar. Hitungan menit demi menit hingga berjam-jam aku menanti hasil periksa dokter. Seorang suster bertubuh mungil memanggilku dan memberitahukan hasilnya, aku harus dioperasi secepatnya karena sakit serius yang aku derita, sebuah tumor jinak yang sudah berada dalam tubuh ternyata sudah cukup lama dan tak kusadari. Mendengar berita itu tanganku terasa gemetar, tubuh melemah serasa ingin jatuh tersungkur ke lantai, tak ada kata yang mampu aku ucap lagi.
Tanpa berfikir panjang sekuat hati aku jalani operasi seorang diri tanpa ada keluarga yang menemani dan sahabat-sahabatku masih harus dalam jam kerja. Menangis itu pasti tapi kenyataan dan ketakutan harus dikalahkan. Demi kesehatan sebisa mungkin melakukan yang terbaik,  aku pergi dalam keadaan baik-baik saja dan ketika pulang nanti aku harus dalam keadaan baik-baik saja.

Aku berada dalam ruang bedah kurang lebih 2jam menahan segala kesakitan lahir batin, aku berdoa sepenuh hati, aku pasti baik-baik saja. Keluargaku yang jauh disana tidak mengetahui keadaanku karena aku sengaja tak memberitahu mereka, aku tak ingin mereka khawatir dan bersedih. Selagi aku bisa aku jalani saja.

Semua berjalan lancar. Sebuah senyuman sudah menghiasi rona pipiku. Aku berada dalam ruang rawat inap beberapa hari setelah operasi dan cuti bekerja untuk memulihkan keadaanku. Dalam doa aku menangis, kenapa cobaan hidupku harus seberat ini?
Pengalaman yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku seorang gadis yang dulu manja kini tumbuh menjadi seorang wanita dewasa dengan sendirinya.

Setelah keadaanku membaik aku tetap melanjutkan aktifitasku bekerja dan menjadi seorang mahasiswa menyelesaikan perkuliahanku di semester 2. Melupakan peristiwa yang telah berlalu dan tetap enjoy dengan kegiatanku.

Tanggal 18 Oktober tepatnya aku membaca sebuah pemberitahuan dari seniorku. Terkejut dan sempat tak percaya ku baca berkali-kali pemberitahuan itu. Ternyata aku mendapatkan beasiswa pendidikan karena prestasi belajarku sebagai mahasiswa terpilih di Universitas Terbuka Pokjar Johor. Rasa tangis haru bersyukur atas limpahan berkah dari Sang Maha Kuasa yang tak terkira ini. Sahabatku berkata semua ini buah hasil dari kesabaran dan perjuanganku selama ini melawan sakitku semasa aku kuliah. Keberhasilan ini semakin memotivasiku untuk terus berjuang menempuh pendidikanku dan menyelesaikan kuliahku sampai aku menjadi seorang sarjana.

Aku renungkan semua dalam sujudku. Betapa Maha Mulia Allah telah mengabulkan doa-doaku tak peduli akan banyaknya dosa yang telah aku perbuat. Setiap kesungguhan akan menghasilkan sesuatu yang manis. Itu yang selalu aku yakini dalam hati. Kita yang baik-baik saja bisa jatuh sakit kapan saja dan kita bisa merasakan rezeki yang luar biasa kapan saja dimana saja sesuai kehendak-Nya.

Jangan pernah berburuk sangka kepada Sang Maha Pencipta, selalu bersyukur dalam doa dan usaha, sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hamba-Nya.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ibarat pepatah "Tuntulah ilmu sampai ke negeri Cina".

Tidak ada ilmu yang sia-sia. Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.

Nothing is Impossible……


Rabu, 20 April 2016

Bangga Menjadi Mahasiswa UT

Anissa M Qurnaini (Ilmu Komunikasi)


BANGGA MENJADI MAHASISWA UT

Karya : Anissa M Qurnaini (Ilmu Komunikasi)
            (Juara Ketiga Lomba Menulis Artikel UT Pokjar Johor)
Penyunting : Endri Mardiansyah

Pengalaman merupakan guru yang terbaik, istilah inilah yang selalu menjadi acuan ketika kita sedang mengingat kembali kejadian yang telah kita alami. Selama kita bisa mengambil pembelajaran baik itu dari pengalaman baik ataupun dari hal buruk yang menimpa kita. Karena dari pengalaman kita bisa mengambil sikap untuk tidak mengambil jalan yang salah kembali.

Dalam menentukan suatu pilihan hidup untuk mencapai suatu kesuksesan tidaklah semudah yang kita bayangkan. Dahulu ketika masih duduk di bangku sekolah, kita membayangkan bahwa kehidupan setelah tamat dari sekolah akan jauh lebih menyenangkan. Seperti kita bisa mendapatkan uang sendiri, kemudian mengelolahnya sesuai keinginan kita, tanpa ada batasan dari orang tua, atau bisa bebas pergi kemana saja tanpa ada beban tugas yang membebani fikiran kita ataupun severe bertemu dengan jodoh yang kita inginkan. Intinya adalah, sukses itu memeliki karir yang baik, mapan dan dipertemukan dengan jodoh yang baik.

Setelah mengalaminnya barulah kita tahu bahwa semua itu berbeda jauh dengan kenyataan yang ada. Dalam dunia kerja seseorang terkadang melakukan cara apapun untuk mengamankan posisinya seperti melemparkan kesalahan kepada orang lain atau ketika kita risau memikirkan masa depan seperti harus menabung agar mapan atau dalam menentukan jodoh.

Perlahan namun pasti sikap dan fikiran dewasa seseorang akan muncul karena dipengaruhi pengalaman ataupun keadaan sekitar. Ketika saya sibuk mengejar kesuksesan yang dahulu saya kira hanya mengenai harta dan jodoh, saya merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Ya! kehidupan tidak akan sama seterusnya berjalan seperti ini pasti akan mengalami perubahan dan kita harus meningkatkan kualitas hidup, hal inilah yang memacu saya untuk melenjutkan pendidikan. Tentu saja dengan pilihan ini pasti akan timbul tantangan baru.

Untuk mencapai suatu peningkatan kita harus keluar dari zona nyaman kita saat ini.
Ya, saya harus melanjutkan pendidikan! dengan keyakinan yang kuat saya berusaha dan terus berdo’a agar dipermudahkan dalam tujuan baik ini. Akan tetapi, terkadang saya berfikir apakah bisa dengan keadaan saya yang sekarang ini? bisakah saya melanjutkan pendidikan? karena memang agak sulit kiranya selama 2 tahun ini saya akan menetap di luar negeri dan akan terikat dengan kontrak kerja yang saya harus penuhi segala peraturan dan kewajibannya sebagai seorang pekerja, sehingga tidak leluasalah ruang gerak saya saat ini.

Dimana ada kemauan disitulah ada jalan, akhirnya saya bertemu dengan seorang rekan satu pekerjaan ia berbagi informasi bahwa saat ini dirinya bekerja sambil melanjutkan pendidikan disebuah Universitas di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Ilmu Komunikasi. Setelah mendengar informasi ini, seketika keraguan saya hilang dan semakin yakin bahwa saya akan ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Saya disarankan untuk mencari tahu langsung informasinya. Beberapa hari kemudian saya bersama 3 teman saya yang lain pergi menuju Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru (KJRI Johor Bahru). Disana kami bertemu dengan beberapa teman kemudian langsung bertanya mengenani Universitas Terbuka Kelompok Belajar Johor Bahru (UT Pokjar Johor). Kami langsung bertanya bagaiman caranya untuk mendaftar menjadi salah satu mahasiswa di Universitas luar biasa ini dan ternyata pendaftaran untuk mahasiswa baru semester ini sudah ditutup. Kami sangat kecewa tetapi jika memang sudah berjodoh halangan apapun akan ada saja jalan keluarnya.
Pendaftaran untuk gelombang pertama memang sudah ditutup tetapi ada gelombang kedua di bulan berikutnya.

Dan akhirnya kami berempat terdaftar sebagai mahasiswa baru angkatan 2015.2 dengan tiga orang mengambil jurusan Ilmu Komunikasi dan salah satu teman kami mengambil jurusan Manajemen. Tahun pertama kami lewati dengan biasa saja karena memang materi dasar masih banyak yang kami ingat ketika masa SMA dahulu, tetapi perasaan bangga tidak dapat kami tutupi karena terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di Universitas yang luar biasa ini. Bayangkan saja kebanyakan status mahasiswa disini yaitu sebagai seorang pekerja kontrak sama seperti kami sehingga butuh perjuangan ekstra dalam belajar dan mengatur waktu yang tersedia.

Belum lagi jika ada kegitan diluar jadwal pembelajaran kami harus mengorbankan waktu, tenaga dan biaya lebih untuk memenuhinya karena memang kuliah tidak hanya sekedar belajar untuk mendapat nilai yang bagus tetapi pengalaman dalam berorganisasi dan bekerja dalam sebuah tim atau pengalaman lainnya yang memang tidak akan kita dapatkan di jam pelajaran saja.

Hal yang membanggakan lainnya adalah ketika kami semua mahasiswa UT Pokjar Johor sampai di KJRI Johor Bahru kami diwajibkan untuk berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa terkecuali, tetapi terkadang kami kikuk atau salah dalam berucap karena keseharian berbicara dalam bahasa melayu, dikarenakan memang kami berada di tanah melayu sehingga terbiasa dengan bahasa orang-orang disekitar kami. Disinilah tujuan dibudayakannya berbicara dalam bahasa Indonesia walaupun hanya sekedar dalam lingkungan KJRI Johor Bahru saja agar jangan sampai lupa terahadap bahasa sendiri dan senantiasa mengingat tanah air tercinta kita Indonesia. Menguasai lebih dari satu bahasa pun baik untuk perkembangan otak kita.
Dan banyak lagi kegiatan lainnya yang tidak bisa saya uraikan semuanya disini.Sungguh suatu kebanggaan menjadi salah satu diantara mahasiswa yang memiliki semangat para pejuang kemerdekaan ini. Semoga saja dengan tulisan ini semakin menambah rasa percaya diri kita dan lebih tekun lagi dalam belajar.
Ayo terus berpartisipasi untuk selalu memajukan Universitas Terbuka Pokjar Johor

Selasa, 19 April 2016

PPIM Mengajar Bahasa Inggris


Pertemuan ketua cabang PPIM wilayah selatan dengan Bapak Konsul Jenderal RI dan P.F Pensosbud KJRI JB

Oleh : Gupran
Editor : Endri Mardiansyah


Berawal dari pertemuan ketua cabang  PPIM wilayah selatan bersama Bapak Konsul Jenderal RI Johor Bahru membahas program kerja PPIM, perwakilan DPM UT Pokjar Johor mengusulkan agar PPIM  bisa membantu teman-teman Mahasiswa UT Pokjar Johor dalam kegiatan akademik dan non akademik. Kemudian dalam pertemuan itu Bapak Konjen bersama Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru menyarankan agar kegiatan bimbingan ini bisa dilaksanakan.

Diskusi kegiatan belajar

Menindaklanjuti dari hasil pertemuan ketua cabang PPIM dan antusiasme dari teman-teman UT Pokjar Johor dan WNI yang berada di wilayah kerja KJRI Johor Bahru untuk belajar bahasa Inggris, DPM UT Pokjar Johor  di bawah koordinasi saudari Eva Herlina mengajukan keinginan teman-teman tersebut ke pihak Pensosbud KJRI Johor Bahru sekaligus Ketua Pengurus UT Pokjar Johor Ibu Dewi Lestari. Pihak Pensosbud menyambut baik keinginan teman-teman Mahasiswa UT Pokjar Johor dan melakukan kerja sama dengan ketua PPIM wilayah selatan saudara Muhamad Sobree yang merupakan Mahasiswa UTM.

Kegiatan kelas bahasa inggris di ruang SIJB

Memanfaatkan ruang kelas Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) sebagai tempat belajar yang dibimbing oleh pengajar dari team PPIM, situasi belajar yang penuh keakraban para peserta dari UT terutama yang sedang mengambil program studi Bahasa Inggris minat penerjemah sangat senang dengan kegiatan ini karena disamping menambah pengetahuan dalam bahasa Inggris juga membantu  dalam pelajaran yang sedang ditekuni, salah satu peserta yaitu saudari Lasmi sanggup merentasi seratus kilo meter lebih dari Muar ke KJRI Johor Bahru untuk datang mengikuti kegiatan ini. Demikian juga dengan para pengajar dari PPIM ditengah-tengah kesibukan mereka menuntut Ilmu sanggup meluangkan waktu mereka untuk membimbing belajar Bahasa Inggris.



Jutaan terima kasih kami ucapkan buat teman-teman dari PPIM yang telah memberikan waktunya buat kegiatan ini dan semoga  kegiatan ini bisa meningkatkan ikatan persaudaraan sebangsa dan setanah air diluar negeri sesuai dengan semboyan PPI Malaysia "MENGINDONESIAKAN JIWA, MENDUNIAKAN INDONESIA".

Ucapan terima kasih juga kepada pihak Pensosbud KJRI Johor Bahru yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan tidak henti-hentinya berusaha meningkatkan berbagai kegiatan-kegiatan serta pelatihan buat WNI untuk meningkatkan pengetahuan baik dalam bidang akademik dan non akademik.
Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan bermanfaat bagi WNI yang berada di wilayah kerja KJRI Johor Bahru.



Senin, 11 April 2016

UT Pokjar Johor Mengajar

Endri Mardiansyah
"Membantu Mencerdaskan Generasi Bangsa"

Oleh : Kiswanto
Editor : Endri Mardiansyah

"Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan"

Bunyi daripada UUD 1945 pasal 31 ayat 1 inilah yang pada akhirnya menjadi acuan untuk mempertimbangkan pentingnya sebuah pendidikan pada bangsanya. Selain UUD tersebut hak untuk memperoleh pendidikan bagi anak-anak juga diatur dalam UU Hak Asasi Manusia No. 39 Tahun 1999 yang berbunyi, “Setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya sesuai minat, bakat, dan kecerdasannya.”

Pendidikan merupakan tonggak dari majunya sebuah bangsa. Pendorong sebuah kemajuan. Sebagai bahasa peradaban, pendidikan adalah bahasa paling fundamental untuk menjadikan tata dunia lebih baik. Pendidikan merupakan Hak Asasi Manusia yang tidak bisa disangkal lagi. Hak untuk memperoleh pendidikan ini sudah melekat pada semua orang, semua kalangan. Pendidikan melahirkan sebuah harapan untuk generasi muda, bangsa dan negara. Sehingga hak-hak itu telah melekat sejak mereka dilahirkan baik yang berada didalam negeri maupun yang ada di luar negeri.

Lupi

Sekolah Indonesia Johor Bahru atau SIJB adalah salah satu dari sekian banyak sekolah Indonesia yang berada di luar negeri. Berada di kawasan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru, sekolah ini mencoba memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia khususnya Johor Bahru. Untuk saat ini SIJB memiliki tiga tingkatan pendidikan yakni SD, SMP dan SMA.

Universitas Terbuka Pokjar Johor, dengan program mengajar yang masuk dalam program kerja 2016, KJRI Johor Bahru memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk belajar menjadi pengajar di SIJB. Kegiatan yang sudah lama direncanakan ini pada akhirnya dapat dilaksanakan. Pihak KJRI maupun SIJB memberikan respon yang sangat positif. Sehingga kegiatan ini menjadi suatu kesempatan yang tidak seharusnya dilewatkan oleh teman-teman UT Pokjar Johor untuk mendapatkan pengalaman mengajar.

Selain dari pihak KJRI dan juga SIJB, kegiatan ini juga disambut antusias oleh teman-teman UT  Pokjar Johor. Setidaknya setelah kegiatan diumumkan dalam group ada sekitar 20-an teman-teman dari UT Pokjar Johor yang berkeinginan menjadi relawan mengajar. Tentu saja mereka yang sudah terdaftar sebagai relawan mengajar sudah mempertimbangkan serta mengatur waktu agar mereka mampu mendedikasikan sepenuhnya untuk memberikan yang terbaik bagi adik-adik SIJB.

Kegiatan yang akan dilakukan secara berkelanjutan ini dibagi menjadi dua group, yaitu group pertama dibawah koordinasi Endri dan group kedua dibawah koordinasi Gupran. Hal ini dilakukan untuk memudahkan teman-teman UT Pokjar Johor yang lain mendapatkan kesempatan mengajar mengingat jumlah yang mendaftar cukup banyak banyak.

Desi Yulistiani

Saat memberikan materi pelajaran, UT Pokjar Johor tidak lantas memberikan pelajaran sesuai keinginan mereka. Sebelumnya para mahasiswa melakukan observasi sebagai cara untuk memahami apa yang akan mereka lakukan nantinya dan untuk pertama kali saat mengajar, mereka akan didampingi oleh pihak dari SIJB yang akan mengoreksi jika terjadi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh teman-teman UT Pokjar Johor dalam proses mengajar. Selain itu teman-teman dari UT Pokjar Johor juga harus memahami kurikulum yang sedang diterapkan sesuai Dinas Pendidikan sehingga apa yang diberikan untuk adik-adik SIJB menjadi bermanfaat.

Kegiatan yang lebih banyak dilakukan pada hari Minggu ini setidaknya menjadi ajang untuk mengasah kemampuan dari teman-teman UT Pokjar Johor untuk mampu meningkatkan kualitas diri yang mereka miliki. Kegiatan ini juga mampu meningkatkan hubungan yang sangat erat baik untuk SIJB dan juga KJRI. Selain itu kegiatan ini juga mampu memberikan pelajaran tentang sebuah keiklasan untuk berbagi.

"Pendidikan memiliki makna penting, ia bagaikn pelita dalam kegelapan yang menerangi setiap insan manusia. Pendidikan bukan hanya tradisi, tapi makna pendidikan adalah tolak ukur kemajuan bangsa."


Selamat mengajar untuk teman-teman UT Pokjar Johor. Pada akhirnya kita akan tahu bahwa apa yang kita tanam akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat kelak.


Sabtu, 09 April 2016

Seminar Pra Nikah

peserta seminar 



“Sempurnakan Cinta Pada Illahi Melalui Penikahan Suci”



Oleh : Kiswanto (Manajemen)
Editor : Endri Mardiansyah (Ilmu Komunikasi)

“Pernikahan adalah sesuatu peristiwa sakral. Sama halnya dengan sebuah kematian dan juga rizki, pernikahan yang menyangkut jodoh juga tidak akan kita ketahui sebelumnya,” kata Ustad Usman Jakfar mengawali materi Seminar Pra Nikah, kemarin.

Minggu, 3 April 2016. Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI)yang ada di Johor Bahru mengadakan kegiatan yang bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor dalam menyelenggarakan sebuah seminar Pra Nikah “Sempurnakan Cinta Pada Illahi Melalui Pernikahan Suci.” Acara ini juga didukung oleh Universitas Terbuka Pokjar Johor dan Forum Lingkar Pena (FLP)

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula KJRI Johor Bahru ini dihadiri oleh sekitar 200-an WNI yang terdiri dari pelajar dan juga BMI. Tepat pada pukul 10.00 pagi  acara ini dibuka. Peserta yang hadir tampak begitu antusias untuk mengikuti seminar tersebut.

Ustad Jakfar


Ustad Jakfar yang juga merupakan Dekan Islamic Studies MEDIU dalam Aspek Syariah adalah pembicara pertama yang memberikan materi dengan judul “Menata Langkah Menuju Walimah.”  Dengan gaya bicaranya yang lucu, Ustad Jakfar mampu mencairkan suasana dalam Aula selama memberikan materi. Materi yang dibahas adalah pernikahan menurut Hukum Syari’.

“Alasan yang paling banyak untuk lelaki dan wanita takut menikah adalah hilangnya kebebasan,” kata Ustad Jakfar. “Sebab sebelum menikah kita mempunyai dunia sendiri yang bisa kita atur tanpa ada yang melarang, sedangkan ketika kita sudah mempunyai istri maka ada sebagian kegiatan yang kita cintai itu tidak diizinkan untuk dilakukan. Hasilnya kebasan kita jadi hilang,” lanjutnya. Pernyataan itu juga dibenarkan oleh seluruh peserta yang hadir. Selain beberapa point yang menjadi ketakutan seorang laki-laki dan juga wanita untuk menikah, Ustad Jakfar juga menjelaskan manfaat serta motivasi yang meliputi niatan dalam menjalankan sebuah pernikahan. Hukum pernikahan menurut Islam juga dijabarkan secara lugas dan jelas oleh Ustad Jakfar yang merupakan lulusan dari salah satu universitas di Saudi Arabia.




Bapak Argiadipa

Selanjutnya, dari segi aspek hukum tata negara  pihak KJRI yang di wakili oleh Bapak Argiadipa selaku Pelaksana Fungsi Konsuler juga turut ambil dalam memberikan pengetahuan tentang pernikahan WNI yang bekerja di Malaysia kepada peserta yang hadir. Bapak Argiadipa mengatakan bahwasanya masih banyak kasus pernikahan yang berakibat bahwa buah hatinya tidak dapat dicatatkan secara sah. Penyebab utama dari masalah tersebut adalah kekurangpahaman Warga Negara Indonesia yang bekerja di Malaysia dengan prosedur yang sudah ada.

Pembicara terakhir dalam seminar kemarin adalah dr. Pinta Pudianti yang merupakan dokter dari Klinik Shelter KBRI Kuala Lumpur. Menurut dr. Pinta, pernikahan juga mampu memberikan efek kesehatan. Orang yang sudah menikah akan lebih terjaga kehidupannya. Selain lebih diperhatikan oleh pasangannya, orang yang sudah menikah juga mampu menciptakan kebahagiaan yang berimbas pada pikirannya sehingga orang yang menikah jarang mengalami sakit.

Selain itu perkawinan yang sehat juga mampu melindungi pasangan suami atau istri dari stess berkelanjutan. Asupan gizi juga dukungan sosial dari pasangannya juga didapat sepenuhnya. Dari hal-hal itulah orang yang sudah menikah akan lebih mampu menjaga kesehatan tubuhnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menikah menurut dr. Pinta adalah melakukan cek kesehatan. Cek kesehatan akan membantu untuk mempersiapkan kehidupan yang akan datang bersama pasangannya agar lebih mampu mengarungi bahtera rumah tangga. Walaupun demikian cek kesehatan tidak menjadi keharusan.

Hampir sekitar lima jam, seminar tersebut dilaksanakan di Aula Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Sebelum acara berakhir, terdapat acara serah terima cindera mata oleh pihak KJRI maupun IKMI selaku penyelenggara acara tersebut. UT Pokjar Johor Bahru yang menjadi bagian dari acara seminar tersebut juga turut andil dalam memeriahan acaranya. Tim drama yang digawangi oleh Reydi, Endri, Gupran, Kiswanto, Ahit, Bambang, Welly, Linlin, Qori, dan Eva  mampu membuat peserta seminar tertawa terpingkal-pingkal.