Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Rabu, 18 September 2019

Sinar Mimpi Part 1

Elsa & Lisna

Oleh : Neng Dini Safitri

Terkisahkan seorang gadis introvert julukan yang sering dilontarkan oleh teman-temannya, namanya Elsa sering dipanggil Ecca. Dia berasal dari keluarga sederhana, keluarganya begitu menerapkan tentang nilai-nilai kehidupan dan keagamaan. Mendiang bapaknya yang mendidik dia dengan keras mampu menjadikan Ecca pribadi yang tangguh dan tidak gampang menyerah, ibunya yang bersifat lembut namun tegas mampu menjadikan Ecca pribadi yang lemah lembut dan anggun, dia adalah anak gadis satu-satunya dari 3 bersaudara.

Elsa saat ini berusia 19 tahun, dia baru saja lulus SMA, 5 bulan sebelum kelulusan Elsa sudah memikirkan akan kemana dia setelah selesai sekolah. Apakah kerja atau kuliah? namun dia berpikir jika dia kuliah dari mana biaya bisa ia dapatkan sedangkan tidak ada lagi orang yang akan menanggung biaya pendidikannya. Setelah merenungkan itu semua Elsa memilih untuk bekerja, meskipun dalam benaknya ada keinginan untuk tetap melanjutkan pendidikan di perkuliahan, dia melihat teman-temannya kuliah memakai jas almamater kebanggaanya, disaat mereka mampu meraih mimpinya sedangkan Elsa malah melepaskan, namun dia mencoba untuk tidak terlalu berambisi terlebih dia harus bersyukur dengan apa yang telah Allah gariskan.

Setelah lulus sekolah Elsa merantau ke luar negeri tepatnya ke negeri jiran, Malaysia. Meskipun awalnya keluarga Elsa tidak mengizinkan terutama ibunya, namun karena alasan-alasan tertentu akhirnya ibunya mengizinkan. Setelah kurang lebih satu tahun di perantauan Elsa mendapatkan banyak pengalaman, dia bertemu orang-orang baru yang tentu saja dengan karakter yang berbeda-beda, budaya yang berbeda, dan tidak mudah untuk Elsa bisa beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru.

Suatu hari dia bertemu dengan gadis yang juga berasal dari kota yang sama dengan Elsa. Namanya Kak Lisna, dia lebih tua satu tahun dengan Elsa, dia berkenalan dengan Kak Lisna di pabrik tempat dia bekerja, karena mereka satu kota mereka cepat akrab meskipun kecenderungan Elsa sangat susah akrab dengan orang apalagi baru kenal, melalui obrolannya Elsa bertanya mengenai kuliah dan ternyata Kak Lisna adalah mahasiswi di Universitas Terbuka Pokjar Johor,  “Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Allah sudah merencanakan, mungkin ini jalan yang Allah kasih ke aku” ucap Elsa dalam hati. Kemudian Elsa bertanya mengenai perkuliahan itu lalu dia meminta restu ibunya untuk dapat mengizinkan dia kuliah, “Bu, aku mau minta izin untuk daftar kuliah disini biayanya cukup terjangaku dan kuliahnya setiap hari minggu. Gimana bu, bolehkan?” tanya Elsa, “Kamu yakin? Ini proses yang sangat panjang dan ibu rasanya tidak sanggup untuk menahan rindu denganmu dalam waktu yang panjang” jawab ibu. “Restu ibu sangat aku harapkan bu, mengenai seberapa lama aku disini aku tidak tahu yang aku tahu aku pasti pulang bu, melepas rindu bersama, namun ada keinginan yang kuat dalam diriku bu, aku ingin menuntut ilmu untuk bekal hidupku di dunia maupun di akhirat nanti” jawab Elsa dengan penuh kelembutan.

Akhirnya sang ibu merestui keputusan Elsa. Ada haru ada rasa takut dalam dirinya ketika Elsa berpikir bahwa memulai untuk berusaha mencapai sesuatu, ada harapan-harapan orang lain terutama ibunya namun Elsa tetap optimis dia tidak mau menjadi orang yang monoton itu saja sudah cukup menjadi pecutan agar dia berani bergerak. Dia punya mimpi yang harus diperjuangkan, dia punya keluarga yang harus dibahagiakan, Elsa berpegang teguh bahwa dimanapun ia belajar dengan niat karena Allah bukan hanya selembar ijazah saja yang ia cari tapi juga keberkahan ilmu dunia dan akhirat yang nantinya bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Tahap awal Elsa harus meminta ibunya untuk mengirimkan ijazah dan data lainnya dari kampung karena dulu ijazah belum dibagikan, namun ibunya lagi-lagi terlihat agak ragu perihal Elsa kuliah disana sekaligus bekerja, ada rasa khawatir ketika harus merelakan anak perempuan satu-satunya bekerja sekaligus sekolah yang pastinya menguras tenaga dan pikiran, namun Elsa lebih menyerahkan keputusan itu ke ibunya, mau di izinkan atau tidak Elsa harus menurutinya.

Dua minggu kemudian tiba-tiba ada telpon dari kurir pos, ternyata diam-diam ibunya telah mengirimkan data persyaratan untuk kuliah, Elsa seketika menangis dan langsung menelpon ibunya, “Assalamualaikum bu, buuuu kenapa ibu gak bilang ke aku, kan nanti bisa di kirim uang untuk ongkos kirimnya, aku gak mau membebani ibu, bu dengan ini ibu izinin aku buuu?”
Tanya Elsa dengan haru, “Iya sayang, mana mungkin ibu menghalangi niat baikmu untuk menuntut ilmu, memang rasa khawatir ibu terlalu besar tapi keyakinan kamu mengalahkannya, kamu masih muda lakukan selagi bisa niatkan karena ibadah, ibu berpesan gelar, pendidkan, jabatan bukan itu yang terpenting, tapi bagaimana kamu bisa mempertanggung jawabkan dan mengamalkan ilmu yang kamu dapat.” jawab ibu.

Elsa resmi menjadi mahasiswi

Pada tanggal 28 Juli 2019 Elsa mendaftarkan dirinya dengan ditemani Kak Lisna, Elsa sadar ini baru tahap awal dan prosesnya sangat panjang, namun Elsa berusaha untuk berkomitmen bahwa ia semangat tidak di awal saja namun harus sampai akhir. 

Bersambung.....

Senin, 16 September 2019

Pekerja Migran Indonesia Di Johor Bahru Resmi Berseragam UT Pokjar Johor

Dokumentasi UT Pokjar Johor
UT Pokjar Johor melaksanakan kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) 2019.2. Kegiatan yang di koordinir oleh DPM UT Pokjar Johor ini bertujuan untuk memperkenalkan UT, sistem belajar, kegiatan akademik dan non akademik, organisasi serta jadwal belajar yang ada di UT Pokjar Johor.

Kegiatan OSMB ini dilaksanakan selama satu hari pada 15 September 2019 di Aula Konsulat Jenderal RI Johor Bahru. Beberapa tamu kehormatan berkesempatan menghadiri kegiatan ini diantaranya, Konsul Jenderal RI Johor Bahru, P.F Pensosbud KJRI Johor Bahru, Kassubag TU UPBJJ-UT Batam, Anggota Kehormatan DPM UT Pokjar Johor dan Guru Sekolah Indonesia Johor Bahru.

Kegaiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap semesternya ini selain dihadiri tamu kehormatan dan para mahasiswa baru juga dihadiri puluhan mahasiswa UT Pokjar Johor lainnya. Kegiatan ini dimulai pada 10:15 pagi diawali pembukaan, doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Hymne UT dan pemutaran video profil UT Pokjar Johor.

"Pada tahun 2019 ini, kami dari pihak kepengurusan memang tidak banyak melaksanakan kegiatan non akademik. Karena kami berusaha mencoba untuk lebih fokus pada kegiatan akademik. Dan pada 2019.2 ini UT Pokjar Johor menambah satu lagi kelas TTM yaitu matakuliah PKN, sehingga pada 2019.2 akan dilaksanakan tiga kelas TTM, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan PKN" ucap Endri Mardiansyah selaku Ketua Umum DPM UT Pokjar Johor pada sambutannya.

Pengurus DPM UT Pokjar tahun ini ingin lebih fokus pada akademik karena ingin meningkatkan kualitas akademik para mahasiswa. Kemudian menurut Ketua Umum DPM UT Pokjar Johor, pada 2019.2 ini UT Pokjar Johor telah menerima sebanyak 49 mahasiswa baru yang terdiri dari berbagai jurusan dan meningkat dari 2019.1 yang sebelumnya berjumlah 29 mahasiswa baru dan total mahasiswa yang teregistrasi pada 2019.2 berjumlah sekitar 160 mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Lusy Farina selaku Kasubbag TU UPBJJ-UT Batam menyampaikan target yang diberikan oleh Menristekdikti terhadap UT adalah sejuta mahasiswa yang tersebar diseluruh Indonesia dan luar negeri. Terkait dengan target tersebut, pada 2019.2 ini UPBJJ-UT Batam masuk dalam lima besar jumlah mahasiswa terbanyak di UPBJJ-UT dengan jumlah 2150 mahasiswa. Kemudian beliau mengucapkan apresiasi kepada UT Pokjar Johor karena dari 2150 mahasiswa tersebut tidak terlepas dari kontribusi dari UT Pokjar Johor.

Dokumentasi UT Pokjar Johor
Dokumentasi UT Pokjar Johor
Sementara itu, Konsul Jenderal RI Johor Bahru dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan OSMB 2019.2 ini, beliau bangga dan memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih UT Pokjar Johor dibalik kesibukkan sebagai Pekerja Migran Indonesia. KJRI Johor Bahru siap mendukung dan memberikan fasilitas untuk setiap kegiatan UT Pokjar Johor. Menurut Bapak Sunarko, program OSMB ini merupakan tahapan awal dan penting sebagai langkah awal mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UT dan sejalan dengan program pemerintah yaitu SDM Unggul Indonesia Maju. "Upaya rekan-rekan semua secara individual, secara personal dan kolektif di UT ini adalah bagian dari upaya kita untuk mendukung program pemerintah mewujudkan SDM yang unggul, berkapasitas, memiliki daya saing serta mampu berkompetisi di era yang semakin maju" ujar orang nomor satu di KJRI Johor Bahru itu.

Selain memberikan motivasi pada puluhan mahasiswa yang hadir, Konsul Jenderal RI Johor Bahru juga menyematkan almamater secara langsung kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai tanda bahwa mahasiswa baru 2019.2 telah resmi menjadi bagian dari UT dan UT Pokjar Johor.
Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan penyampaian materi OSMB oleh Kasubbag TU UPBJJ-UT Batam, kemudian pengenalan kegiatan, pengenalan pengurus dan sistem belajar di UT Pokjar Johor oleh Endri Mardiansyah dan terakhir melakukan aktivasi tuton mahasiswa baru yang dibimbing oleh seluruh pengurus DPM UT Pokjar Johor.

Di akhir kegiatan, menurut salah satu mahasiswa baru, dia tidak menyangka anak muda dan Pekerja Migran Indonesia di Johor Bahru masih banyak yang mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar. Dia Berharap kedepannya bisa berjalan lancar dan dapat menyesuaikan antara kerja dan kuliah sehingga setelah menyelesaikan kuliah nanti dapat meningkatkan kualitas hidup di masa yang akan datang. Ketika ditanya kesan dalam mengikuti OSMB, mahasiswa baru ini mengaku banyak mendapat manfaat dan pengetahuan baru, "Saya yang awalnya gak tahu apa-apa tentang UT, melalui OSMB ini banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat. Para senior juga memberi kami motivasi, trik dan sistem belajar di UT. Ya Alhamdulillah semoga apa yang disampaikan dan diberikan oleh senior tadi dapat diterapkan kedepannya dan dapat berjalan dengan lancar". Ucap Frendi Antono mahasiswa jurusan Administrasi Negara.
  

Selasa, 10 September 2019

Lentera Kelam

Nurfachmi Lisna Hafsari

Karya : Nurfachmi Lisna Hafsari

Jejak ku menuai pilu.
Wujudku renta tak bersua.
Merah riuh bersama putih yang semu.
Berpadu lemah yang meraja.

Ku berlenggok dan meronta.
Upayaku menampak suka.
Parasku sayu dan mataku yang berkaca.
Bersama langit-langit jingga.

Di topang tulang bagai baja.
Jiwaku penuh dengan duka.
Daya ku menjadi sirna.
Namun kuatku menjadi lentera.
.
Bersama malam yang tlah larut.
Langkah ku menepi pada dinding yang bersudut.
Kakiku tersandung pada paras-paras kusut.
Bola mataku teralih pada raga para pengusut.

Wahai jiwa negeri yang gemilang........

Tanah ini tanah yang lapang.
Tapi langkahmu berlaku sungkan.
Niatmu terlalu kau bungkam.
Dengan batin yang kau kekang.

Air kaca air hitam yang disantap.
Abu api serbuk maut yang dihisap.
Logam-logam besi ukir yang tertancap.
Hidup sesat dan mati yang sekarat.

Bercira lentera.
Namun dzahirku di dera.
Bercita terang.
Namun dzahir nya yang kelam.

Merdeka saja bangsamu.
Tak merdekalah untukku.
Merdeka bangsa dan jiwamu.
Merdeka kekallah untukku.

Hingga kalbuku terpukul.
Karena pasrah ku tuk merangkul.
Wahai jiwa janganlah engkau gugur.
Hidupku mendekap dan mengulur.

Yang terang tetaplah terang.
Yang kelam takkan hilang.
Penuh asa tanpa pasrah yang membatu.
Untuk negeriku bangkutmu bersamaku.

Minggu, 08 September 2019

Puluhan Mahasiswa UT Pokjar Johor Ikuti Program Mandiri Sahabatku

Dokumentasi UT Pokjar Johor
Program yang bertujuan mendidik pekerja  migran untuk berwirausaha ini diselenggarakan oleh Bank Mandiri dan  bekerjasama dengan Konsulat Jenderal RI Johor Bahru. 

Pelaksanaan acara di bagi menjadi tiga sesi yaitu pada bulan September, Oktober dan November. Acara sesi pertama dilaksanakan di Hotel Grand Paragon, Johor Bahru pada Minggu 8 September 2019. Beberapa tamu kehormatan yang berkesempatan menghadiri acara ini diantaranya, Atase Pendidikan Dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur, Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Kepala Kanselerai KJRI Johor Bahru, P.F Pensosbud KJRI Johor Bahru, P.F Konsuler KJRI Johor Bahru, Senior Vice President,  Vice President dan Assistant Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Dokumentasi UT Pokjar Johor
Acara yang sebelumnya sudah diadakan di Kuala Lumpur dan Penang serta negara lainnya seperti Hong Kong, Korea dan Jepang ini baru pertama kali diadakan di Johor Bahru dan disambut dengan antusias oleh 185 Pekerja Migran Indonesia di Johor Bahru, termasuk didalamnya puluhan mahasiswa UT Pokjar Johor yang berpartisipasi sebagai peserta. 

"Menurut saya acara ini sangat bagus untuk mempersiapkan para pekerja migran agar setelah pulang dari sini punya modal pengetahuan dan pola pikir untuk menjadi pengusaha mandiri di kampung halaman" ucap salah satu peserta.

Satu hal yang membedakan pelatihan ini dengan pelatihan sejenis lainnya, di program ini para peserta tidak dilepas begitu saja setelah pelatihan, tapi juga akan terus didampingi dan dipantau bagaimana perkembangan yang telah dilakukan setelah mengikuti program pelatihan ini.

Dari program ini, diharapkan dapat membantu pekerja migran untuk kembali ke Tanah Air dan memiliki usaha sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga dan membantu membangun ekonomi Indonesia.

Sabtu, 07 September 2019

Sajak Jiwa Merdeka



Karya : Bagaskara M.K

17 Agustus 1945.
Hari proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Menjadi penanda babak baru.
Indonesia terlepas dari belenggu.
Para pendiri bangsa merumuskan dasar ideologi negara telah ditetapkan.
Pancasila menjadi dasar negara.
Dan juga undang-undang dasar 1945.
Pancasila menjadi pedoman.
Pancasila adalah konstruksi ideologi dan pemahamana dasar pemikiran untuk diamalkan.
Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan untuk mencipta negara bangsa yang harmoni dan aman.

Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menjadi sebuah kewajiban untuk setiap warga negara.
Bertuhan dan beragama sesuai dengan keyakinannya.
Menganut agama yang diakui oleh negara.

Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Hanya orang-orang yang bertuhan mempunyai adab.
Bisa memanusiakan manusia.
Dan hidup rukun antara sesama.

Persatuan Indonesia.
Ketika sudah bertuhan, beradab, dan mampu memanusiakan manusia.
Menjadi sebuah keniscayaan.
Mempunyai kesadaran akan pentingnya persatuan.
Bersatu dan berjuang demi meraih tujuan.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Kepimimpinan yang luhur berlandaskan kebijaksanaan.
Hanya orang-orang yang mempunyai kebijaksaan.
Mampu bermusyawarah untuk mencapai mufakat.
Dengan mengutamakan asas manfaat dan maslahat.
Untuk kepentingan seluruh rakyat.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ketika empat tahap telah sempurna.
Maka keadilan sosial adalah kulminasinya.
Cita-cita mulia akan terlaksana.
Rakyat adil, makmur dan sejahtera.
Itulah potret jiwa merdeka.
Memahami pancasila dengan seksama.

Saya bangga menjadi warga negara Indonesia.
Saya bangga memahami esensi jiwa merdeka.
Enggan mengeluh, mengalah, apalagi sekedar mencela.
Bahwa memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan upacara bendera.
Tapi berkarya dan berkontribusi untuk negara dengan nyata.
Saya bangga menjadi bagian dari Anda semua.
Saya bangga menjadi pahlawan devisa.

Jumat, 06 September 2019

Cerita Dara Dibalik Kemerdekaan


Vina Vona Lisa
Karya : Vina Vona Lisa

Tepat 17 Agustus 1945, 74 tahun sudah merdeka.
Dan dia turut bahagia, bangga dan haru.
Menghilang sekejab rasa hati yang pernah luka.
Perih tak berdarah sakitpun tak membiru akibat aksi kekerasan di masa lalu.
Kala itu, bapak, ibu dan saudara lelakinya dipaksa bekerja oleh kolonel-kolonel penjajah.
Dan dia, dia satu-satunya anak dara di rumah.
Dia disembunyikan oleh bapaknya, dari matahari naik kembali.
Turun, begitu dan begitu seterusnya
sampai nasib baik tak berpihak padanya.
Katanya, aku bukan R.A Kartini, aku bukan pula Cut Nyak Dhien dan aku bukanlah pahlawan wanita, aku cuma dara bernasib malang kala itu.
Terlepas genggaman dari bapaknya, dan perlahan menghilang suara tangisan ibunya.
Bagaikan ikatan tali rafia yang dililit berkali-kali hingga terlihat genting.

Ganasnya genggaman tangan penjajah.
Hancur hatinya.
Hancur martabatnya.
Hancur masa depannya.
Teriaknya, lepaskan aku, jangan renggut harga diriku, jangan sentuh aku.
Berkali-kali, jangan, jangan, jangan.
Tak berguna, sudah terlentang dan berjejer dara-dara di depan mata yang bernasib sama.
Malang yang tak diminta menjadi santapan-santapan kolonel-kolonel bernafsu buas, berlaku biadab dan keji.

Sejarah tak minta berulang.
Tapi pun tak dapat dihapuskan.
Indonesia, merdeka bukan dengan meminta dan memohon.
Tapi merdeka dengan air mata, kehilangan keluarga, kehilangan martabat, harga diri.
Dengan darah, sayatan-sayatan luka, lubang-lubang peluru menembus dada.
Korban-korban dara yang lemah menjadi tumbal bagi penjajah.
Sekarang, merdekalah dengan bebas tapi beradab.
Merdekalah dengan saling menghormati.
Bebaslah berpendapat tapi dengan aturan yang berlaku.
Merdekalah dengan bersatu bukan berpecah belah rasis.

Indonesia, merdeka dengan luas lahan dari Sabang sampai Merauke.
Dari ujung Sumatera sampai Papua.
Kita saudara.
Kita satu keluarga.
Indonesia, aku bangga menjadi dara yang terlahir di bumi ibu pertiwi.
Dengan kemerdekaan penuh perjuangan.
Terima kasih negaraku, Indonesia.

Rabu, 04 September 2019

UT Pokjar Johor Raih Double Winner Di Olimpiade UTKL

Kontingen UT Pokjar Johor

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universitas Terbuka Kuala Lumpur menyelenggarakan kegiatan Olimpiade UTKL 2019. Kegiatan ini laksanakan selama dua hari di Kuala Lumpur. Acara yang diselenggarakan oleh PPI UTKL ini memperlombakan Fashion show unique, fashion show kebaya, tari modern, tari kontemporer, puisi kemerdekaan dan beberapa cabang olahraga. 

Acara yang dikonsep sedemikian rupa oleh panitia ini dihadiri oleh Atase Pendidikan Dan Kebudayaan KBRI KL, Perwakilan UPPBJJ-UT Batam, Koordinator UT Malaysia, perwakilan UT Pokjar Johor, perwakilan UT Pokjar Penang serta dimeriahkan oleh Adi (Vocalis Sixth Sense) juga di isi dengan bazar kuliner Indonesia.

UT Pokjar Johor turut berpartisipasi dalam memenuhi undangan dan memeriahkan acara tersebut. Para kontingen UT Pokjar Johor menampilkan beberapa lomba diantaranya fashion show, tari tradisional, tari kontemporer dan baca puisi, dari lomba-lomba tersebut UT Pokjar Johor berhasil meraih double winner kategori baca puisi dan tari kontemporer dan membawa pulang dua gelar juara 1.

Puisi yang karya Vina Vona Lisa mahasiswi UT Pokjar Johor jurusan Sosiologi dan tari kontemporer yang dibawakan oleh Mira Pujiati Sapitri, Yasri Teguh Helsabdasari dan Novia Ulfariyanti inilah yang berhasil membuat kontingen UT Pokjar Johor meraih double winner.

Terima kasih para kontingen dan para tim pendamping yang sudah mewakili UT Pokjar Johor di acara Olimpiade UTKL 2019. Teruslah berkarya dan terus tingkatkan prestasi.

Minggu, 07 April 2019

Sekeping Hati Yang Tak Berasa

Google image
Oleh : W.M.A
Malam ini begitu dingin, udara serasa merasuk ke tulang rusuk, angin yang masuk celah jendela memaksa ku menarik selimut untuk hangatkan badanku. Entah apa yang aku pikirkan malam ini, tapi yang pasti bayangan itu selalu hadir dalam ingatanku. Hingga mataku enggan terpejam. Aku bertanya dalam hati, adakah otakku bermasalah? kenapa hanya ada dia dalam otakku sekarang.

Senyumnya mampu mencairkan suasana hatiku yang kacau, tutur katanya mampu membawaku masuk ke dalam ceritanya. Semua tentang dirinya seakan menghipnotis diriku masuk ke dalam alam bawah sadarku. Aaarggghhh aku menggerutu pada diriku sendiri, aku gila dibuatnya. Tak kusadari aku teriak keras sehingga membangunkan Kak Lina teman sekamarku, hingga dia kaget dan memarahi ku.

Kak Lina : “Hei, kau ni kenapa tengah malam begini teriak-teriak, tidur lah jangan berisik
Aku : “iya kak, maaf”. Dengan rasa bersalah aku pun coba memejamkan mataku hingga aku terlelap.

Hari ini pikiranku bercelaru, otakku hampir berhenti berfikir. Banyak masalah yang ku hadapi sekarang, tentunya tentang kerjaku. Fikirku aku akan pergi menenangkan otakku seorang diri pulang kerja nanti. Tiba-tiba sebuah pesan via WhatsApp menggetarkan handphoneku. Aku buka dengan gontainya, tapi alangkah bahagianya jika tahu siapa pengirim pesan itu. Siapa lagi kalau bukan si penggangu otakku, Langit namanya. Seketika senyum mengembang tergambar jelas di bibirku, serasa melayang membaca pesan tersebut, padahal bukan rangkaian kata yang panjang atau sebait puisi atau apalah itu, hanya sekedar menanyakan kabar. Secepat kilat aku terus balas pesan itu. Tanpa ku sadari aku menceritakan semua masalahku disini dan keinginan ku untuk menenangkan otakku. Tak ku sangka dia mengajakku untuk menenangkan otak bersama-sama. Tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakannya.

Langit : “Nanti malam aku jemput jam 8.”
Aku : “Ok, jangan pake telat.” Aku mengingatkan.
Langit : ”Ok, sampai ketemu nanti”. Jawabnya singkat.

Jam menunjukan pukul 07.45, hatiku mulai tak tenang, gelisah hingga serasa oksigen di sekitarku menggurang menyebabkan aku susah bernafas. Mungkin karna efek bahagia tak terhingga campur rasa gugup. Berkali-kali aku menanyakan penampilan u pada Kak Lina, sampai dia merasa risih akan pertanyaanku.

Aku : ”Kak gimana penampilanku, ada yang kurang gak?
Kak Lina : ”Udah, udah cantik udah pas, gak kurang dan gak lebih.
Aku : ”Bener yah kak. Gimana dengan jilbab ku rapih gak?
Kak Lina : ”Iya semua sudah cantik. Pergilah kau cepat jangan tanya-tanya terus.”
Aku : ”Hahaha iya kak, tunggu dia belum datang.

Tiba-tiba handphoneku berdering, nama dia terpampang di layar handphoneku. Cepat-cepat ku jawab panggilan itu.

Aku : ”Hallo, udah sampai yah?
Langit : ”Iya, aku udah di depan nih.
Aku : ”Ok, aku turun sekarang, tunggu sebentar yah.”

Dengan sigap aku menyomot tasku dan pamitan pada Kak Lina serambi teriak.

Aku : ”Kak Lina aku pergi dulu, bye.”
Kak Lina : ”Hati-hati kau, jangan pulang malam-malam.” Pesannya samar-samar aku dengar karena aku berlari meninggalkannya.

Sesampainya di depan, aku melihat dirinya bak pangeran meski tanpa kuda putih, senyum terus mengembang di bibirku ini. Aku yakin pipiku semerah tomat busuk, aku tak bisa menyembunyikan bahagianya hatiku bisa bertemu dengan dia. Dia menyambutku dengan senyum khas miliknya yang membuatku meleleh. Oh Tuhan melayang jiwaku.
Tanpa basa-basi dia terus mengajakku ke tepi pantai tanpa ombak, haha pantaskah itu disebut pantai? Entahlah. Kami duduk di tepi pantai itu, serasa aku tak melihat siapapun disitu, yang aku lihat hanyalah dirinya. Kami mengobrol sesuatu dari obrolan renyah yang membuat kami tertawa bersama hingga ke obrolan berat yang membuat lidahku seakan kelu. Tiba-tiba tangannya menggengam tanganku, sontak aku kaget. Dia menyuruh ku melihat matanya. Tapi aku tak sanggup melihatnya, karna aku yakin jika aku melihatnya mungkin aku bisa pingsan seketika. Dengan perlahan dan nada gugupnya dia mengatakan sesuatu.
Langit : ”Aku menyukaimu, Dek”, mata ku membelalak seketika mendengar kata-kata itu. Kata-kata singkat tapi mampu membuat ku kehilangan udara sekitar. Dada ini terasa sesak, nafasku seakan tersekat. Sepersekian detik aku tak bernafas, dan berkali-kali ku pastikan telingaku tak salah dengar. Aku pastikan lagi dan yeah aku tak salah dengar.

Rasanya aku ingin lompat ke pantai, tapi itu mustahil. Hingga dia membuyarkan pikiran kacau ku tersebut.
Langit : ”Hei, apa kau mendengarkanku?”. Tanyanya seraya melambaikan tangannya didepan mukaku.
Aku : “I..iyah aku dengar kok.” Jawabku gagap, kembali ku atur nafasku.
Langit : ”Jadi bagaimana?” Tanyanya membuat ku semakin bingung.
Sempat berfikir sejenak sebelum akhirnya aku mengiyakannya. Dan dengan anggukkan ku, dia mengerti bahwa aku juga menyukainya. Senyum lebar terpampang jelas dari bibir kami. Hembusan nafas leganya mampu aku rasakan, bahagianya kami di malam itu tak dapat digambarkan dengan kata-kata.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan hubungan kami berjalan dengan baik. Hingga memasuki bulan keenam goncangan ombak dahsyat menerpa hubungan kami, malam itu kami bertengkar hebat dalam sambungan telefon. Hanya karna sebuah kata yang membuat ku sakit dan sangat menyesakan dada ini.

Langit : ”Aku harus pulang.”
Aku : ”Lantas, kenapa kalau kamu pulang?” Tanyaku bingung.
Langit : ”Maaf, aku rasa aku tak bisa melanjutkan hubungan kita.
Aku : ”Apa, tapi kenapa?” Sontak aku kaget dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Langit : ”Aku tak bisa menjalin hubungan jarak jauh, karna itu akan menyakitkan.”
Aku : ”Bukan alasan yang masuk akal, bilang saja kau sudah tak mencintaiku lagi.” Kali ini aku tak bisa menyembunyikan lagi perasaan ku, tangis ku pun pecah.
Langit : ”Sudahlah jangan menangis, aku tak suka melihatmu menangis.”
Aku : ”Kau jahat, bahkan ketika aku menangisimu kau tetap acuh, aku benci padamu.” Itulah kata terakhirku sebelum aku menutup telefonnya.
Sakit bagai di tusuk sembilu. Dia telah menyayat hatiku dengan gamblang, pedih rasanya. Aku menangis sejadi-jadinya, tak menyangka orang yang ku sayangi ingin meninggalkan ku begitu saja hanya karna tak bisa menjalin hubungan jarak jauh. Alasan macam apa ini, pikirku. Aku drop, aku tak tahu apa lagi yang harus ku perbuat. Yang aku tahu saat ini aku merasakan sakit yang teramat sakit.

Hari demi hari pun berganti, bulan demi bulan telah berlalu, sementara aku masih mengenyam rasa sembilu di hati. Tetapi dia tidak ada kabar sama sekali, bahkan untuk sekedar menanyakan kabar aku. Hei, aku benar-benar tersiksa dengan rasa ini, tidak kah kau tahu? Hei, adakah di sana kau bahagia dengan penderitaan yang aku rasakan? Dan hei, aku merindukanmu, apa kau mendengar tangisan hatiku ini?. Seketika air mataku jatuh membasahi pipiku. Dimana lagi aku harus meletakkan hatiku ini, kau yang selalu kuingat bahkan melirikku pun tidak, kau yang selalu menari di pikiranku, sedang kau ingat aku pun tidak. Hei aku disini dengan sejuta luka yg kau bagi, pandanglah aku walau sedetik, karna kau tahu aku tak pernah melupakanmu walau sedetik, bahkan ketika aku bertemu sepertiga malamNya, hanya tentang mu yang aku ceritakan. Aku sangat ingin sepertimu yang sibuk dengan kehidupanmu, aku coba namun tak sedetikpun kau menghilang dari sanubariku. Sungguh aku lemah, aku sakit.

Akhirnya, kini aku sadar bahwa cinta tak selalu tentang perjuangan rumit demi memiliki, karena berusaha mengiklaskan dia pergi pun tak pernah sederhana. Ya, sekarang hatiku sudah benar-benar kosong, tidak ada dia, mereka atau yang lain. Adakah hatiku ini akan mati? Karna sekarang aku hanyalah sekeping hati yang tak berasa.

Sabtu, 06 April 2019

Festival Budaya Indonesia

UT Pokjar Johor dan UT Pokjar Kuala Lumpur
Oleh : Bagaskara M.K

Budaya, apa sih maksudnya? Jika kita merujuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pasti akan menemukan jawabannya dari perspektif bahasa. Lalu bagaimana pengertian budaya secara sederhana sehingga mudah untuk dipahami?

Budaya adalah hasil karya cipta dan akal budi manusia dalam menjalani kehidupan didunia, mulai hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, manusia dengan hewan dan tumbuhan serta hubungan sesama manusia. Sehingga ada sebuah kalimat yang sangat terkenal "Virtus,junxit,mors nor sepharobit" (Tuhan, alam dan manusia tidak terpisahkan).

Kemudian bagaimana budaya itu menjadi penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini? Dalam realitas kehidupan bersama atau bermasyarakat, budaya punya peran yang sangat penting. Dimana budaya adalah media untuk mengatur keseimbangan dan keharmonian kehidupan manusia itu sendiri, Indonesia adalah bangsa yang besar, yang mempunyai berbagai suku, bahasa dan budaya yang beraneka ragam. Indonesia disatukan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika (berbeda beda tetap satu jua).

Sungguh kekayaan budaya yang bisa menjadi kebanggaan, ciri dan jati diri bangsa Indonesia dimata dunia. Pemerintah sebagai institusi resmi yang punya kewenangan diharapkan selalu proaktif di dalam usaha-usaha pelestarian budaya. Dimasa yang sama berusaha memperkenalkan budaya-budaya lokal Indonesia kepada dunia untuk menjadi daya tarik turis mancanegara berkunjung ke Indonesia.

Berbicara tentang Malaysia, khususnya wilayah semenanjung ada KBRI Kuala Lumpur, KJRI Johor Bahru dan KJRI Penang sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia. Ketiga istitusi perwakilan pemerintah tersebut selalu proaktif dalam melalukan promosi tentang keragaman budaya Indonesia, salah satunya adalah beberapa minggu yang lalu diselenggarakan di Pulau Pinang, yaitu Festival Budaya Indonesia 2019,
Peserta Dari UT Pokjar Johor

Kegiatan yang diselenggarakan oleh UT Pokjar Penang dan bekerjasama dengan KJRI Penang pada Sabtu 23 Maret 2019.
Ada beberapa perlombaan dalam festival budaya tersebut, seperti lomba tari tradisional, tari modern, fashion show & lomba stand up comedy. Sudah pastinya objektifnya adalah untuk memupuk rasa cinta tanah air dan rasa bangga dengan budaya Indonesia.
Akan tetapi ada fenomena yang cukup ironis,ketika ada segelintir peserta yang menghadiri Festival Budaya tersebut justru mengenakan busana yang tidak merepresentasikan budaya orang Indonesia. Mengutip kearifan lokal orang jawa (the javaneces local wisdom), "Ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono".
Harga diri itu dari lidah kita dan nilai raga kita pada busana yang kita pakai". Mungkin perlu ada upgrading sedikit diera digital seperti sekarang ini, "Ajining diri soko jeriji", dimana apa yang kita tulis di medsos, lalu kita post ataupun repost tulisan orang juga mencerminkan siapa diri kita.

Kembali ke Festival budaya Indonesia, seyogyanya kita harus bangga dengan budaya sendiri. Saya sebagai orang yang berdarah jawa selalu memegang salah satu filosofi orang jawa "Bisoho rumongso, ojo rumongso biso", (Hendaklah bisa merasa, bukanya merasa bisa).

Just for self reminder, we can learn english language, Ananging ampun mbucal jati diri tiyang jawi,ampun ngantos tiyang jawi ical jawinipun.

Mugi kito sedoyo pinaringan berkahing Gusti kang akaryo jagad, Allah SWT. Aamiin.

Jumat, 08 Februari 2019

Pelantikan Pengurus DPM AKRAB

Pengurus DPM AKRAB 2019
Universitas Terbuka Pokjar Johor telah menyelenggarakan acara pelantikan pengurus DPM tahun 2019.1 - 2019.2. Acara pelantikan pengurus ini pertama kali diselenggarakan di aula KJRI Johor Bahru, dihadiri oleh Bapak Haris Nugroho selaku Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Ibu Rahma Mardina selaku Plt Pensosbud KJRI Johor Bahru dan juga Bapak Eliaki Gulo selaku kepala UPBJJ-UT Batam pada 13 Januari yang lalu.

Ketua Umum DPM
Diawali dengan sambutan ketua terpilih Endri Mardiansyah mengatakan bahwa ia terpilih kembali dengan membawa misi untuk pembenahan kepengurusan dari DPM sebelumnya.
Dengan tema DPM AKRAB (Aktif, Kreatif, Regenerasi, Amanah dan Bertanggungjawab), Endri mengharapkan mampu membimbing dan melahirkan regenerasi pengurus berikutnya dan dengan memilih mahasiswa-mahasiswa semester awal ia menargetkan untuk pengurus selanjutnya akan mampu melakukan tugasnya sendiri.
Konsul Jenderal RI Johor Bahru
Selanjutnya adalah sambutan dari Konjen RI Johor Bahru. Dalam sambutannya Konjen RI mengungkapkan kekagumannya terhadap para mahasiswa yang hadir.  Ia mengapresiasi mahasiswa yang tergabung di UT Pokjar Johor yang masih memikirkan pendidikan. Konjen RI juga menunjukan dukungannya dengan memudahkan mahasiswa UT Pokjar Johor untuk menggunakan salah satu ruangan di KJRI Johor Bahru dalam melakukan kegiatan-kegiatannya.
Pembacaan Sumpah Jabatan
Selanjutnya adalah acara inti dari kegiatan ini. Para pengurus yang tergabung dengan DPM AKRAB maju satu persatu menggunakan almamater kebanggan mereka. Di depan Bendera Merah Putih dan Bendera DPM mereka mengucapkan janji dan sumpah jabatan yang dipimpin oleh Bapak Haris Nugroho selaku Konsul Jenderal RI Johor Bahru.
Kepala UPBJJ-UT Batam
Diakhiri oleh Bapak Eliaki Gulo yang mengucapkan terima kasih khususnya untuk KJRI Johor Bahru yang telah mengizinkan UT Pokjar Johor dalam menggunakan aula KJRI Johor Bahru. Pak Eliaki juga menceritakan perjuangan-perjuangan mahasiswa lama yang  di UT Pokjar Johor dalam memperoleh kelulusan.

Pak Eliaki juga memperkenalkan salah satu sistem yang akan diluncurkan dalam hal ujian. Dimana mahasiswa dapat melakukan ujian dirumah dengan perlengkapan kamera. Disamping itu ia juga berharap agar mahasiswa mampu kreatif dalam memanfaatkan teknologi. (Kiswanto)